Road Test DFSK E5 Plus Jakarta-Bali: Nyaman Melancong Jauh dan Powerband Merata

Medium SUV PHEV ini menawarkan sensasi berkendara mirip mobil listrik, suspensi lembut, serta kabin senyap.

Road Test DFSK E5 Plus Jakarta-Bali: Nyaman Melancong Jauh dan Powerband Merata

Jakarta ke Bali, jadi bentang tualang dalam merasakan kapabilitas DFSK E5 Plus. Test drive berlangsung pada 21-24 September 2026. Rute ini melewati jalan tol, perkotaan, kawasan pesisir, hingga jalur menanjak dan menurun. Kondisi jalan juga amat beragam, terutama saat memasuki wilayah Surabaya, Banyuwangi hingga Bali. Setelah menempuh lebih dari 1.300 km, rasanya sudah memahami penyatuan bareng SUV PHEV ini. 

KEY TAKEAWAYS

  • Bagaimana karakter berkendara DFSK E5 Plus saat perjalanan jauh?

    E5 Plus terasa nyaman berkat respons motor listrik sigap dan transmisi e-CVT halus. Suspensi FSD juga efektif meredam jalan rusak, meski body roll terasa saat menikung cepat.
  • Berapa hasil konsumsi DFSK E5 Plus selama Jakarta-Bali?

    Dari perjalanan 1.308,9 km, MID mencatat konsumsi listrik 2,3 kWh/100 km. Konsumsi bensin tercatat 7,9 liter/100 km atau sekitar 12,66 km/liter.
  • DFSK E5 Plus sebelumnya dikenalkan melalui rangkaian agenda GIIAS 2026. Media luncheon, pre-booking press launch, hingga regional launches sudah dilakukan di sejumlah kota. Kini, pengalaman berkendara menjadi cara lain mengenal kemampuan produk. Untuk diketahui, pabrikan membawa konsep N.I.C.E. Experience dalam perjalanan ini. Konsep itu mencakup New Energy Long Range, Intelligent Safety, Comfort Family Space dan Exciting Driving Experience. Lalu OTO.com pun bertolak dari markas mereka di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

    Posisi Mengemudi Mudah Disesuaikan

    DFSK E5 Plus Jakarta Bali posisi mengemudi Foto: OTO.com

    Begitu masuk dan duduk di balik kemudi. Posisi jok dapat diatur sesuai postur dan preferensi penguji (173 cm). Namun di sini, lebih menyukai jok berada di posisi paling rendah selama perjalanan. Dengan posisi itu, setir teleskopik terasa lebih pas dengan genggaman posisi tangan. Pandangan ke depan maupun lingkungan sekitar juga amat mudah dijangkau.

    Ruang kaki dan kepala memberikan keleluasaan bagi penumpang. Visibilitas ke berbagai arah juga cukup membantu ketika bermanuver. Kontrol kendaraan dapat dijangkau tanpa banyak mengubah posisi duduk. Kenyamanan ini terasa penting karena rute Jakarta-Bali membutuhkan waktu pelancongan tak sebentar. Penumpang juga mendapat sejumlah perlengkapan pendukung kenyamanan.

    Lalu tersedia Rear Entertainment Display berukuran 15,6 inci tersedia bagi penumpang baris kedua. Jok ventilated seat juga tersedia di baris pertama dan kedua. Lebih dari 300 titik peredam suara digunakan di berbagai bagian kendaraan. Sistem FSD kemudian membantu menjaga kenyamanan ketika permukaan jalan berubah. Air purification system dengan sensor PM2.5 juga tersedia di kabin.

    Respons Jantung Pacu Selama Perjalanan

    DFSK E5 Plus Jakarta Bali Foto: OTO.com

    Hal pertama terasa ketika mengemudikan DFSK E5 Plus adalah respons powertrain. Motor listrik memberikan tenaga sejak pedal gas diinjak, sehingga tarikan bawah terasa sigap. Racikan ini membuat mobil mudah diajak mengikuti arus lalu lintas perkotaan. Saat masuk jalan tol, respons pedal tetap terasa cepat ketika membutuhkan akselerasi tambahan. Bahkan dengan lima penumpang dan bagasi penuh, performanya masih sangat meyakinkan.

    Akselerasi 0-50 km/jam berdasar klaim pabrikan ialah 3,6 detik. Rasanya masih sama, angka itu memperlihatkan karakteristik enjin dan motor listrik sejak mobil mulai bergerak. Tenaga juga terasa cukup merata dari putaran bawah hingga menengah. Ketika melakukan overtaking, pengemudi tidak perlu menunggu respons mesin terlalu lama. Tanjakan juga bisa dilalui tanpa kehilangan momentum secara berlebihan. Jadi, bisa dibilang powerband merata. 

    E5 Plus menggunakan transmisi e-CVT dengan karakter penyaluran tenaga sangat halus. Saat berada di kabin. Tidak terasa perpindahan gigi seperti transmisi konvensional saat mobil berakselerasi. Selama perjalanan penguji lebih memilih pakai mode Smart. Biar mobil yang bekerja mengikuti kebutuhan berkendara. Di sini, sistem lebih mengutamakan tenaga listrik dalam banyak kondisi. Sensasinya mirip EV, terutama ketika melaju santai. Alhasil tak ayal mereka mengusung filosofi: Electric for Daily, Hybrid for Journey. 

    Handling Relatif Stabil, Body Roll Masih Terasa

    DFSK E5 Plus Jakarta Bali samping pantai Foto: OTO.com

    Terkait handling, karakter setir DFSK E5 Plus tergolong moderat. Bobot kemudi terasa pas dan tidak terlalu ringan ketika digunakan di jalan tol. Feedback dari roda depan juga masih komunikatif saat mobil diajak bermanuver. Stabilitas kendaraan masih baik ketika melaju konstan dalam kecepatan tinggi 100 km/jam. Namun, di atas itu wajib konsentrasi lebih. Sebab karakternya bukan tipe SUV yang bersuspensi kaku, rigid saat diajak menikung.

    Ketika masuk tikungan dengan kecepatan lebih tinggi, body roll mulai terasa. Gerakan bodi menjadi lebih jelas saat arah kendaraan berubah cepat. Karakter ini masih bisa diterima karena DFSK E5 Plus lebih mengutamakan kenyamanan keluarga. Pengemudi juga perlu memberikan input setir secara halus ketika melaju cepat. Jadi, jangan berharap karakter kemudinya seperti SUV dengan orientasi sport.

    Suspensi FSD Sangat Bersahabat dengan Jalan Rusak

    DFSK E5 Plus test drive Jakarta-Bali Foto: OTO.com

    Salah satu karakter paling menonjol datang dari sistem peredam guncangan. DFSK E5 Plus menggunakan Frequency Selective Damping atau FSD guna mengatur karakter redaman. Bantingannya terasa lembut, terutama ketika mobil melewati permukaan jalan tidak rata. Lubang, speed bump, serta jalan bergelombang bisa dilewati dengan sangat nyaman. Racikan ini terasa sepanjang perjalanan Surabaya-Banyuwangi hingga Bali di jalan non-tol. 

    Rebound suspensi juga terasa lembut ketika bodi kembali ke posisi semula. Penumpang tidak terlalu terguncang saat kendaraan melewati permukaan kasar. Namun, karakter lembut ini membawa konsekuensi ketika kecepatan mulai meningkat. Stabilitas DFSK E5 Plus terasa berkurang saat melaju di atas 100 km/jam. Gerakan bodi lebih terasa ketika melewati permukaan bergelombang pada kecepatan tinggi.

    Menurut hemat penguji, konstruksi suspensi seperti ini lebih cocok dengan kebutuhan SUV keluarga. Perjalanan jauh terasa lebih santai karena mobil tidak mudah membuat kabin terguncang. Kondisi jalan luar tol juga bisa dilalui tanpa banyak mengorbankan kenyamanan. Catatannya, pengemudi perlu menjaga kecepatan ketika memasuki permukaan jalan kurang rata. Kenyamanan menjadi karakter utama dari racikan suspensi DFSk E5 Plus.

    Pedal Rem Butuh Sedikit Adaptasi

    DFSK E5 Plus masuki gerbang Bali Foto: OTO.com

    Karakter pedal rem E5 Plus terasa cukup dalam ketika pertama digunakan. Pengemudi membutuhkan sedikit adaptasi guna mendapatkan respons pengereman sesuai kebutuhan. Injakannya tidak langsung memberikan gigitan kuat sejak sentuhan awal. Namun, ketika pedal ditekan lebih dalam, kemampuan menghentikan kendaraan terasa sangat pakem. Stabilitas mobil saat melakukan hard braking juga masih terjaga.

    Ada mode tertentu yang membuat karakter pengereman terasa lebih halus. Pilihan ini terasa membantu ketika kendaraan digunakan di dalam kota. Transisi deselerasi menjadi lebih mudah dikontrol ketika lalu lintas mulai padat. Bagi pengguna yang baru berpindah dari mobil konvensional, pedal rem perlu dibiasakan. Setelah beberapa kali digunakan, karakter pedal terasa lebih mudah diprediksi.

    Kabin Senyap, Mesin Baru Terdengar saat Isi Baterai

    kabin DFSK E5 Plus Foto: OTO,com

    Nah, masuk ke kabin, tingkat NVH E5 Plus terasa senyap. Suara dari luar sangat minim ketika kendaraan melaju di jalan tol. Percakapan antarpenumpang juga tetap nyaman tanpa harus menaikkan volume suara. Getaran dari powertrain nyaris tidak terasa dalam penggunaan normal. Cita rasa ini mendukung kesan premium yang coba ditawarkan DFSK.

    Tapi, suara mesin mulai terdengar ketika baterai berada di bawah 20 persen. Mesin bekerja lebih aktif guna menghasilkan energi di sistem hybrid dan melakukan pengecasan. Suaranya terdengar menderu dari dalam kabin ketika proses pengisian berlangsung. Intensitas suara masih cukup terkendali, tetapi jelas berbeda dibandingkan mode listrik (EV Force). 

    Satu hal lain cukup menarik perhatian setelah perjalanan panjang. Kap mesin E5 Plus tetap terasa dingin meski kendaraan digunakan melancong jauh. Kondisi ini terasa setelah mobil melintasi perjalanan panjang Jakarta-Bali. Mesin dan sistem elektrifikasi bekerja bergantian sepanjang rute meski tak terasa. Sistem pendinginan tampak bekerja cukup baik dalam kondisi perjalanan jarak jauh. Ini menjadi salah satu pengalaman yang ditemui selama pengujian.

    ADAS Membantu saat Melaju di Jalan Tol

    DFSK E5 Plus Jakarta Bali Foto: OTO.com

    Perjalanan jarak jauh juga menjadi kesempatan menguji sejumlah fitur bantuan pengemudi. DFSK E5 Plus memiliki 23 titik sensor guna mendukung berbagai sistem keselamatan. Total terdapat 18 fitur ADAS dengan kemampuan berkendara Level 2. Adaptive Cruise Control membantu menjaga kecepatan ketika melaju konstan. Fitur ini cukup berguna ketika perjalanan memasuki ruas tol panjang.

    Lane Keeping Assist juga sanggup mempertahankan posisi kendaraan di jalur. Automatic Emergency Braking memberikan tambahan perlindungan ketika sistem mendeteksi potensi benturan. Blind Spot Detection membantu memantau area yang sulit terlihat melalui kaca spion. Kamera dan sensor turut memudahkan pengemudi ketika melakukan manuver. Suguhan dari E5 Plus membuat perjalanan jauh terasa lebih praktis.

    Automatic Parking Assist juga tersedia guna membantu proses parkir. Sistem dapat mengambil alih sejumlah proses ketika kendaraan mencari posisi parkir. Saat rehat di Semarang, OTO.com juga merasakan fitur ini. Ada pula Automatic Lane Change Assist atau ALCA. Perangkat membantu perpindahan jalur otomatis di jalan bebas hambatan. E5 Plus juga bisa terhubung dengan smartphone melalui aplikasi DFSK Connect.

    Konsumsi BBM dan Listrik Sangat Bergantung Kondisi

    DFSK E5 Plus di Banyuwangi V2L Foto: OTO.com

    Catatan konsumsi selama perjalanan Jakarta-Bali. Kami lebih sering pakai mode Smart sebagai pilihan utama, meski pengemudi berbeda-beda. Gaya ini membiarkan sistem menentukan penggunaan energi sesuai kondisi berkendara. Cara tersebut terasa praktis karena pengemudi tidak perlu terus mengatur powertrain. Sistem dapat memanfaatkan tenaga listrik atau mesin bensin sesuai kebutuhan. Kondisi jalan dan gaya mengemudi tentu ikut memengaruhi hasil konsumsi.

    Total perjalanan mencapai 1.308,9 km dari Jakarta hingga Bali. Berdasarkan tampilan MID, konsumsi energi tercatat 2,3 kWh/100 km. Sementara konsumsi bensin berada di angka 7,9 liter/100 km. Jika dikonversi, angka bensin itu setara sekitar 12,66 km/liter. Angka ini menjadi gambaran hasil perjalanan media, bukan angka konsumsi baku. 

    Di sini, perbedaan gaya mengemudi dapat mengubah konsumsi energi secara signifikan. Muatan kendaraan juga berpengaruh terhadap kebutuhan tenaga sepanjang perjalanan. Kondisi jalan Jakarta-Bali tidak selalu sama dari awal hingga akhir. Pengisian bensin di Surabaya juga memengaruhi gambaran konsumsi perjalanan. Karena itu, angka MID lebih tepat dibaca sebagai gambaran pengujian dalam kondisi ini. Mungkin saja hasil Anda bisa jauh berbeda.

    Inferensi DFSK E5 Plus Jakarta-Bali

    DFSK E5 Plus sunrise Banyuwangi Foto: OTO.com

    Usai mengarungi jalur darat lebih dari 1.300 km, karakter DFSK E5 Plus terasa amat jelas. SUV PHEV ini lebih mengutamakan kenyamanan dibandingkan sensasi berkendara agresif. Kurang nyaman diajak buat rushing atau tergesa-gesa. Motor listrik memberikan respons cepat sejak pedal pertama diinjak. e-CVT kemudian menjaga penyaluran tenaga tetap halus sepanjang perjalanan. Suspensi FSD juga menjadi salah satu bagian paling menonjol dari karakter mobil.

    Di sisi lain, body roll masih terasa ketika mobil diajak menikung cepat. Stabilitas di atas 100 km/jam juga membutuhkan perhatian lebih dari pengemudi. Karakter pedal rem perlu sedikit adaptasi sebelum terasa natural. Namun, kabin senyap membuat perjalanan panjang terasa lebih santai. Posisi duduk, ruang kabin, serta fitur ADAS juga mendukung kebutuhan perjalanan keluarga.

    Ia memiliki dinamika berkendara berbeda dibandingkan SUV konvensional DFSK lain. Sistem PHEV membuat sensasi electric first cukup kuat dalam penggunaan sehari-hari. Mesin bensin kemudian memberikan fleksibilitas ketika perjalanan berlangsung lebih jauh. Sebetulnya E5 Plus terasa cocok sebagai kendaraan keluarga. Terlebih bagi pengguna yang ingin menikmati sensasi listrik tanpa kehilangan fleksibilitas mesin bensin. Unit dilepas Rp499 juta OTR Jakarta, sama persis dengan rival terdekat. Semoga poin-poin di atas dapat menjadi bekal, sebelum memutuskan membeli. (ALX)

    Baca Juga: 

    First Drive All New Wuling Eksion: Kentara Rasa SUV dan Lebih Maskulin

    Test Drive Toyota New Hilux 2.8 4x4: Mesin Galak, Siap Taklukkan Lintasan Off-road

    Anjar Leksana

    Anjar Leksana

    Anjar Leksana adalah wartawan multitalenta. Ia pernah jadi guru bahasa Inggris, sebelum kepincut jadi wartawan ekonomi di salah satu majalah. Tidak lama, ia lantas tertarik dengan dunia otomotif, yang hingga sekarang dilakoni. Kiprahnya di dunia jurnalistik otomotif diawali dengan menulis untuk majalah otomotif ternama seperti Autocar Indonesia, Autobild, hingga Black Experience. Pengalamannya mengulas mobil serta pengetahuannya di bidang industri menjadi modal berharga untuk menyuguhkan tulisan yang berkualitas.

    Baca Bio Penuh

    Jual mobil anda dengan harga terbaik

    Pembeli asli yang terverifikasi Pembeli asli yang terverifikasi
    Listing gratis Listing gratis
    Daftarkan mobil Anda

    Cerita Terkait DFSK E5 Plus

    • Berita
    Berita Mobil E5 Plus

    Model Mobil DFSK

    • DFSK Glory 560
      DFSK Glory 560
    • DFSK Supercab
      DFSK Supercab
    • DFSK Gelora
      DFSK Gelora
    • DFSK Seres E1 ev
      DFSK Seres E1
    • DFSK Glory i-Auto
      DFSK Glory i-Auto
    • DFSK Gelora Electric ev
      DFSK Gelora Electric
    • DFSK E5 Plus phev
      DFSK E5 Plus
    Harga Mobil DFSK

    Jangan lewatkan

    IIMS 2026

    Tren & Pembaruan Terbaru

    Mobil Unggulan DFSK

    • Yang Akan Datang
    • DFSK Glory E3 ev
      DFSK Glory E3
      Rp 445 Juta Perkiraan Harga Jakarta Selatan
      Perkiraan Diluncurkan TBA Kabari Saya Saat Diluncurkan
    • DFSK Seres 3 ev
      DFSK Seres 3
      Rp 370 Juta Harga OTR Jakarta Selatan
      Perkiraan Diluncurkan TBA Kabari Saya Saat Diluncurkan
    • DFSK Mini EV ev
      DFSK Mini EV
      Rp 220 Juta Perkiraan Harga Jakarta Selatan
      Perkiraan Diluncurkan TBA Kabari Saya Saat Diluncurkan
    • DFSK Seres 7 hev
      DFSK Seres 7
      Harga menyusul
      Perkiraan Diluncurkan TBA Kabari Saya Saat Diluncurkan

    Bandingkan & Rekomendasi

    DFSK E5 Plus phev
    DFSK E5 Plus
    Rp 499 Juta
    Tulis Review Harga E5 Plus
    Toyota Fortuner
    Toyota Fortuner
    Rp 583,7 - 789,6 Juta
    4.77 (64 Ulasan)
    Harga Fortuner
    Suzuki Jimny
    Suzuki Jimny
    Rp 456,8 - 473,5 Juta
    4.69 (13 Ulasan)
    Harga Jimny
    Nissan X Trail
    Nissan X Trail
    Rp 576 Juta
    4.75 (36 Ulasan)
    Harga X Trail
    MG HS
    MG HS
    Rp 460,8 Juta
    5 (1 Ulasan)
    Harga MG HS
    Jenis Bahan Bakar Bensin
    Diesel
    Bensin
    Bensin
    Bensin
    Mesin 1498
    2393
    1462
    2488
    1490
    Tenaga 215
    148
    101
    169
    160
    Torsi 330 Nm
    400 Nm
    130 Nm
    233 Nm
    250 Nm
    Tempat Duduk 7
    7
    4
    7
    5
    Jenis Transmisi Otomatis
    Manual
    Manual
    CVT
    Dual Clutch
    Ground Clearance -
    -
    210 mm
    210 mm
    145 mm
    Bandingkan Sekarang

    Tren SUV

    • Yang Akan Datang
    • BYD Denza B5
      BYD Denza B5
      Harga menyusul
      Perkiraan Diluncurkan TBA Kabari Saya Saat Diluncurkan
    • BYD Yangwang U8 phev
      BYD Yangwang U8
      Harga menyusul
      Perkiraan Diluncurkan TBA Kabari Saya Saat Diluncurkan
    • JAECOO J6 ev
      JAECOO J6
      Harga menyusul
      Perkiraan Diluncurkan TBA Kabari Saya Saat Diluncurkan
    • MG 3 hev
      MG 3
      Rp 203,04 Juta Perkiraan Harga Jakarta Selatan
      Perkiraan Diluncurkan TBA Kabari Saya Saat Diluncurkan
    • Neta U ev
      Neta U
      Harga menyusul
      Perkiraan Diluncurkan TBA Kabari Saya Saat Diluncurkan
    • Nissan Ariya ev
      Nissan Ariya
      Harga menyusul
      Perkiraan Diluncurkan TBA Kabari Saya Saat Diluncurkan
    Mobil SUV Yang Akan Datang

    Artikel Mobil DFSK E5 Plus dari Carvaganza

    • Saat Baterai DFSK E5 Plus 0 Persen, V2L Tetap Bisa Dipakai
      Saat Baterai DFSK E5 Plus 0 Persen, V2L Tetap Bisa Dipakai
      Anjar Leksana, 28 Sep, 2026
    • Ini Fitur-Fitur DFSK E5 Plus yang Jadi Pembeda Dengan Rival Di Kelasnya
      Ini Fitur-Fitur DFSK E5 Plus yang Jadi Pembeda Dengan Rival Di Kelasnya
      Anjar Leksana, 22 Sep, 2026
    • DFSK E5 Plus Melaju Sampai Bali, Uji Teknologi PHEV dalam N.I.C.E. Experience
      DFSK E5 Plus Melaju Sampai Bali, Uji Teknologi PHEV dalam N.I.C.E. Experience
      Eka Zulkarnain H, 22 Sep, 2026

    Artikel Mobil DFSK E5 Plus dari Zigwheels

    • Motovaganza
    • Tiga Fitur DFSK E5 Plus yang Jadi Pembeda dan Sebagai Nilai Jual
      Tiga Fitur DFSK E5 Plus yang Jadi Pembeda dan Sebagai Nilai Jual
      Anjar Leksana, 25 Sep, 2026

    Bandingkan

    You can add 3 variants maximum*