Top 3 Berita Motor Minggu Ini: Peluncuran Honda Rebel 1100 dan Royal Enfield Meteor 350

Top 3 Berita Motor Minggu Ini: Peluncuran Honda Rebel 1100 dan Royal Enfield Meteor 350

Berita menarik minggu ini dimulai dari Honda yang akhirnya merilis Rebel 1100 di Thailand, dalam sebuah pagelaran Motor Show. Unit ini dibanderol mulai Rp 184,4 juta untuk varian standar serta Rp 198,2 juta untuk model DTC.

Kemudian Royal Enfield menghadirkan model baru yaitu Meteor 350 yang resmi dijual di Indonesia dengan harga Rp 85,1 juta untuk Fireball, Rp 86,5 juta buat Stellar, dan Rp 87,9 juta OTR Jakarta khusus edisi Supernova. Terakhir ada update harga motor faring keluaran Yamaha.

Honda Rebel 1100 2021

Honda Rebel 1100

Model terbaru Honda Rebel 1100 meluncur di Thailand. Ia sepenuhnya lahir sebagai spesies baru. Cruiser retro-modern berlogo sayap tunggal itu dibanderol mulai Rp 184,4 juta untuk varian standar serta Rp 198,2 juta untuk model DTC.

Bagian yang paling jadi tanda tanya dan menarik adalah di dapur pacu. Ia menggunakan jantung pacu milik Africa Twin - saudaranya dari segmen tualang dicangkok mentah-mentah ke kerangka cruiser. Ia memangku mesin dua silinder paralel-twin 1.084 cc SOHC bertenaga besar. Kurang lebih outputnya sama, kendati sedikit mengecil. Yakni 85,8 Hp dan torsi sebesar 98 Nm. Dengan format overbore, alias lebih besar diameter silinder ketimbang langkahnya.

Dengan dipasang mekanikal sekuat ini tentu Honda begitu nyata menantang cruiser asal Amerika Serikat. Secara volume mesin sudah begitu memadai. Apalagi ketika dilihat output, sesosok Harley-Davidson Sportster semestinya mampu diasapi dengan mudah. Bahkan tak cuma itu. Suara kasar yang dikeluarkan harusnya tak kalah gahar. Sebeb kita bisa menerka dari Africa Twin, eksis lebih dulu.

Meski sama-sama menyandang nama Rebel, namun secara perlengkapan dan peranti pendukungnya jauh berbeda. Bahkan sekelas Harley-Davidson tak dapat berbicara banyak. Disediakan penyalur daya manual biasa. Serta girboks DCT persis teknologi saudaranya. Yang berarti, gigi bisa berpindah secara otomatis. Saat Anda hendak berkendara santai. Atau, ketika imgin agak agresif disediakan pula tombol untuk naik turunkan gear.

Cara kerja DCT sebagaimana mestinya. Rentetan gear masih tetap sama seperti manual, hanya beda urutan (N-1-2-3-4-5-6). Tidak selesai dengan itu. Selongsong penyalur daya tentu sudah mengaplikasikan throttle-by-wire. Karena itu ia bisa memiliki tiga driving modes. Yang satunya merupakan setingan manual mengikuti personalisasi gaya mengendara. Ada lagi, peranti standar pengaman traksi, Honda Selectable Torque Control (HSTC).

Urusan penampilan sesungguhnya tidak banyak berbeda sengan Rebel seperempat liter. Gaya duduk tengil khas masih sama. Jok rendah serta stang tinggi. Irama lampu bulat di depan serta stop lamp minimalis pun begitu. Kurang lebih mirip. Dengan teknologi pencahayaan dioda tentunya.

Soal penopang utama pun juga begitu. Pakai rangka teralis dengan paduan fork teleskopik serta dua shock breaker tabung. Semua dilabur hitam demi menambah kesan sangar. Sama sekali tanpa aksen mencolok seperti emas atau kromium. Yang membedakan, pelek palang tampak lebih sporty ketimbang milik Rebel kecil. Beberapa sisi juga terlihat kekar. Berikut panel digital agak membesar. Sekaligus diletakkan agak ke atas, serta memiliki menu komplet. Baca lengkapnya di sini.

Royal Enfield Meteor

Royal Enfield Meteor 350

Meteor 350 terbaru menambah jajaran warisan Royal Enfield dalam memproduksi sepeda motor cruiser. Dari segi produk, dirinya merupakan penafsiran dari gabungan konsep klasik sekaligus modern. Pahatan tangki, tutup filter, hingga spakbor tampak kasual. Lebih banyak membulat. Tidak kaku seperti Classic 350. Lantas ornamen-ornamen klasik tentunya datang dari padanan lampu bulat depan belakang, serta model sein terpisah sejatinya motor lawas. Dalam pikiran kami, rasanya ia seperti evolusi dari Rumbler yang telah stop produksi. Dalam interpretasi modern.

Relevansi terhadap kebutuhan pengendara masa kini, juga diterjemahkan lewat terobosan baru di area kokpit. Disediakan satu kluster tambahan khusus menampilkan navigasi. Ia memakai konsep pictogram, atau jamak disebut turn-by-turn navigation. Maksudnya memunculkan panah tiap harus berganti arah. Tentunya ini berfungsi secara real time. Untuk penerangan, Royal Enfield sudah memakai lampu halogen berpadu LED untuk menciptakan pedaran cahaya lebih baik. Sama halnya di belakang, sudah pakai full dioda.

Amunisi dapur pacu cukup menunjang untuk cruiser sport entry level. Tetap bertahan dengan struktur silinder tunggal, berkubikasi 349 cc. Tentunya memiliki jenis long stroke, sehingga melontar daya di putaran cukup rendah. Terbukti, torsi 27 Nm diklaim muncul mulai 4.000 rpm mengacu catatan pabrik. Sementara tenaga maksimal bisa mencapai 20,4 Hp. Teknologi balancer shaft juga diklaim membuat enjin minim getaran.

Lantas urusan padanan kaki-kaki, fork teleskopik 41 mm dengan aksen mata kucing jadi penopang depan. Memiliki travel sekitar 130 mm. Sementara bagian belakang dijaga dua shock breaker, dengan tingkat penyetelan preload sampai enam tahap. Untuk roda berkomposisi belang, 19 inci 100/90 di depan dan 140/70 17 inci belakang, berhias pelek palang sporty. Unsur menarik pula ditemukan pada sektor deselerasi. Yakni cakram 300 mm kaliper piston ganda dan disc brake 270 mm model floating terhubung sensor ABS dua kanal. Tentunya, membuat proses pengereman lebih terjaga.

Bagi Anda penyuka style kasual, varian Fireball mungkin tepat untuk dipilih. Seri ini disediakan dalam dua opsi kelir: Merah dan kuning menyala. Serta laburan hitam pada seluruh permukaan blok mesin hingga knalpot. Untuk memberi kontras, bibir peleknya diberikan stiker sewarna masing-masing kelir. Tipe ini paling basis seharga Rp 85,1 juta OTR Jakarta, tanpa aksesori tambahan sama sekali.

Selanjutnya Stellar, merupakan trim level tengah senilai Rp 86,5 juta OTR Jakarta. Pilihan kelirnya ada tiga, semua bertema lembut. Alias tak benar-benar mencolok. Adalah biru tua, merah marun,serta hitam doff. Ia pun memiliki knalpot kromium sebagai aksen dari blok mesin dan pelek serba legam. Dan, ditambahkan pula sandaran pinggul untuk penumpang belakang.

Terakhir, trim tertinggi ditajuk Supernova. Selisihnya tetap tak begitu banyak, ia dijual Rp 87,9 juta OTR Jakarta. Letak diferensiasi tentu ada di pengemasan warna. Yakni bertema two tone, dengan pilihan coklat hitam serta biru muda – hitam. Knalpot senada Stellar. Sementara aksesori tambahannya adalah windshield super tinggi. Baca lengkapnya di sini.

Yamaha R15

Update Harga Terbaru Lini Sport Bike Fairing Yamaha

Kuda besi bergenre sport (sport bike) jadi salah satu yang populer. Tak kecuali di Indonesia. Sejak dulu, peminat motor sport dengan fairing tak pernah surut. Makanya tiap pabrikan pasti punya model sport yang jadi andalan. Seperti Yamaha, yang punya lini sport bike lumayan komplet untuk pasar sini. Dari kelas bulu 150 cc sampai kelas berat 1.000 cc (998 cc) bisa jadi pilihan konsumen Indonesia.

Dimulai dari Yamaha R15 (YZF-R15). Umum disebut R15, ia menjadi varian pembuka bagi mereka yang mencari sport bike Yamaha mesin kecil. Selain warna andalan Metallic Blue, juga tersedia Matte Black dan Matte Silver. Tema paling anyar yang dimaksud adalah Matte Silver. Kalau tertarik meminang Yamaha R15, bisa diboyong dengan harga Rp 37.080.000. Selain tiga warna utama, Yamaha R15 juga punya jubah khusus yakni livery Monster Energy MotoGP. Banderolnya sedikit lebih mahal, yakni Rp 37.685.000.

R15 tentunya sudah mengalami pengembangan. Semula, kubikasi mesinnya hanya 150 cc, seperti kebanyakan kompetitornya. Namun dengan teknologi canggih Yamaha, R15 pun menggendong unit berkubikasi 155 cc. Sudah disemati juga teknologi VVA (variable valve actuation). Buat pemula, tenaga 19 HP di 10.000 rpm dan torsi 14,7 Nm di 8.500 rpm, rasanya cukup. Apalagi, pengendaliannya lumayan mudah. Tengok posisi stang yang masih sejajar dengan tangki BBM.

Apabila 150 cc dirasa kurang atau sudah lebih mahir, bisa coba melirik pilihan motor 250 cc. Bisa ditemui pada Yamaha R25. Ia sudah mengalami beberapa kali penyegaran wajah. Nah, muka saat ini juga hampir mirip dengan R15. Tapi, bentuk fairingnya lebih ke atas. Kendati begitu, tetap aerodinamis saat dipacu. Versi luar YZF-R3 sudah mendapat penyegaran. Sedang di Indonesia masih harus sabar menanti.

Menengok sektor jantung mekanis. Yamaha R25 mengandalkan unit dua silinder segaris 250 cc. Tenaganya mencapai 35,5 HP di putaran mesin 12.000 rpm. Torsi maksimalnya 23,6 Nm pada 10.000 rpm. Urusan harga, pastinya lebih mahal dari R15. Harga Yamaha R25 terbaru dipasarkan Rp 61.665.000. Tersaji tiga menu opsi warna yang bisa dipilih: Racing Blue, Matte Red dan Matte Black. Kalau mau varian dengan teknologi ABS (anti-lock braking system) juga ada. Siapkan bujet Rp 68.125.000 untuk menebusnya. Terbilang cukup mahal.

Yamaha R6 memang kurang spesial. Itu karena mereka masih menjual model lama. Padahal generasi anyar Yamaha R6 sudah rilis. Malah di luar sana, R6 sudah dihentikan peredarannya. Rumornya, ia bakal diganti dengan R7, meski masih belum ada kejelasan soal itu. Tapi kalau berminat dengan Yamaha R6 masih bisa dibeli di Indonesia dengan mahar Rp 270 juta. Opsi kelir tersedia Race Blue, Matte Grey dan Competition White.

Kalau ingin tahu impresi pacuan MotoGP, tebus dulu unit Yamaha R1 ini dengan mahar Rp 605 juta. Ya, penampilan Yamaha M1 (MotoGP) memang menjadi cikal bakal lahirnya model R1 ini. Bisa terdeteksi dengan banyak sekali item yang diturunkan kepadanya. Paling utama tampak pada mesin. Yamaha R1 berbekal mesin DOHC 4 silinder segaris 998 cc. Tenaganya dan torsinya berlimpah, 197,2 HP di 13.500 rpm dan 112,4 Nm di 11.500 rpm.

Sensasi mendekati tunggangan MotoGP sebenarnya, ditawarkan pada Yamaha R1M. Bekal jantung pacunya tetap sama dengan R1. Hanya saja, model ini disenjatai racing kit dan fitur lebih lengkap. Wajar jika peruntukannya kebanyakan untuk kebutuhan balap. Selain itu, harga jualnya cukup istimewa, Rp 812 juta. Mungkin Yamaha R1M atau R1 bisa jadi koleksi Anda. Terlebih kabarnya, Valentino Rossi terlibat dalam pengembangan motor ini. Baca selengkapnya di sini. (Bgx/Raju)