Sehari, Pabrik Motor Listrik Charged di Tangerang Bisa Rakit 120 Unit

Sehari, Pabrik Motor Listrik Charged di Tangerang Bisa Rakit 120 Unit

 

KEY TAKEAWAYS

  • Charged memiliki pabrik seluas 16 ribu meter persegi di Cikupa, Tangerang

    Nantinya bisa merakit 120 unit motor per hari
  • Charged Indonesia terbilang serius berbisnis motor listrik di Tanah Air. Bukan cuma menghadirkan produk, mereka juga sudah memiliki fasilitas pabrik perakitan yang disebut Giga-Shed di kawasan industri Cikupa, Tangerang.

    Berdiri di lahan seluas 16 ribu meter persegi, pabrik Charged Indonesia mampu merakit 120 unit motor per harinya. Menurut Boby salah satu PIC Produksi, per 12 menit sekali motor listrik Charged rampung dirakit.

    "Untuk saat ini tiap 12 menit motor selesai dirakit. Sehingga per harinya bisa 120 unit," kata Boby saat menjelaskan rangkaian perakitan motor listrik Charged di Giga-Shed, (5/12).

    Pabrik Charged Indonesia

    Secara total ada 115 karyawan yang bekerja di Charged Indonesia, sementara 25 sisanya ditempatkan khusus di bagian perakitan motor listrik. Fasilitas pabrik juga mencakup pusat riset dan pengembangan yang diklaim 100 persen memanfaatkan energi terbarukan. Seluruh sumber listrik yang dipasok menggunakan panel surya.

    Pada kesempatan yang sama, Chief Commercial Officer Charged Indonesia Stephanus Widi menjelaskan. Untuk saat ini aktivitas perakitan belum sepenuhnya maksimal. Maka dari itu per harinya baru bisa merakit 20 unit motor listrik saja.

    "Untuk sekarang kita tidak langsung maksimal, kita sesuaikan dengan demand yang ada di market. Kami akan lakukan secara bertahap, dari yang very low produksi 20 unit motor per hari," pungkasnya.

    Baca Juga: Charged Indonesia Rilis Tiga Skutik Listrik Bertemakan Satwa Langka

     

    Target TKDN 50 Persen pada 2024

    Pabrik Charged Indonesia

    Saat ini mayoritas komponen yang digunakan masih berstatus impor dari Cina. Adapun Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) yang dimiliki Charged baru mencapai 20 persen. Salah satu lokalisasi yang dilakukan adalah penggunaan ban dalam negeri.

    "Dalam waktu yang singkat kita bukan cuma 100 persen impor dan assembly namun kita sudah lakukan lokalisasi. Tentunya kami akan lakukan bertahap (kenaikan TKDN) target kami di 50 persen dalam tempo 2 tahun ke depan (2024)," katanya.

    Charged dalam menawarkan produknya di Indonesia menggunakan basis motor listrik garapan VMoto Soco dari Cina. Baik dari komponen, rancang bangun, baterai, hingga teknologi yang diusung. VMoto juga disebutkan sebagai investor terbesar dalam bisnis Charged di Tanah Air.

    Pabrik Charged Indonesia

    "Kami memang bermitra dengan VMoto Soco dan mereka investasi di kami. Tentunya dengan investasi, dukungan, dan inovasi yang mereka punya membuat motor-motor kita jadi lebih reliabel dan cocok dipakai oleh orang-orang dengan tipologi yang menginginkan tenaga," katanya.

    Sementara itu, dalam pemasaran unitnya di Indonesia, Charged lebih memilih menggunakan skema berlangganan. Ada 3 model yang ditawarkan yakni Anoa, Rimau, dan Maleo seharga Rp1,65 juta per bulan.

    Untuk memberikan banyak opsi kepada konsumen, perusahaan menghadirkan skema langganan selama 6, 9, dan 12 bulan. Pengajuan bisa dilakukan lewat laman resmi Charged Indonesia dan unitnya diambil di fasilitas e-Shed Kemang, Jakarta Selatan atau di pabrik Giga-Shed Charged Cikupa. (KIT/ODI)

     

    Baca Juga: Soal Wacana Subsidi Motor Listrik Rp6,5 Juta, Ini Kata Pakar

    IMOS 2022

    Anda mungkin juga tertarik

    • Yang Akan Datang

    Video Motor Terbaru di Oto

    Oto
    Tonton Video Motor

    Artikel Motor dari Zigwheels

    • Motovaganza
    • Tips
    • Review
    • Artikel Feature