• Wishlist

Peluncuran Royal Enfield Interceptor dan Continental GT 650 Tertunda

Peluncuran Royal Enfield Interceptor dan Continental GT 650 Tertunda

Bagi Anda yang sudah menanti Royal Enfield kembar: Interceptor dan Continental GT 650, harap sabar. Pabrikan asal India agaknya tak jadi memasarkan tahun ini, ada masalah di sektor produksi.


continental gt 650


Jika di negara asalnya tertunda, maka kemunculannya di Indonesia sudah pasti lebih lama lagi. Keduanya diperkenalkan pertama kali secara global di EICMA Italia tahun lalu. Rencana awal, Interceptor dan Continental GT 650 mulai dijual akhir 2018. "Royal Enfield kemungkinan memundurkan waktu peluncuran untuk memastikan kualitas kedua motor tetap terbaik ketika dipasarkan ke konsumen," seperti dituliskan oleh media negeri bollywood, Cartoq.


Maklum, baik Interceptor dan Continental GT 650 merupakan proyek anyar bagi Royal Enfield dalam berbagai aspek. Inilah debut mereka memasarkan motor dengan mesin dua silinder, berkapasitas di atas 500 cc dan berknalpot ganda. Di atas kertas, jantung mekanis SOHC itu sanggup menyemburkan torsi puncak 52 Nm pada 4.000 rpm dan tenaga maksimal 47 PS pada 7.100 rpm.


Sistem transmisi 6-percepatan manual jadi padanannya untuk mendistribusikan tenaga ke roda belakang. Royal Enfield juga memberi slipper clutch ke transmisinya, agar perpindahan gigi lebih presisi dan meminimalisir efek back torque ketika pengendara menurunkan gigi dengan cepat. Penyematan slipper clutch pun sesuatu yang baru untuk pabrikan dengan sejarah panjang ini.


Interceptor akan dijual di Indonesia


Fitur keselamatan keduanya juga sudah mumpuni. Kedua roda dibekali cakram, 320 mm di depan dan 240 di belakang. Tidak ketinggalan teknologi anti-lock braking system (ABS) ikut tersemat untuk mencegah roda terkunci saat pengendara melakukan pengereman mendadak.


Beda Interceptor dengan kembarannya, ada di sisi tampilan. Sosoknya khas seperti motor yang populer di Amerika Serikat sekitar lima puluh tahun lalu. Joknya panjang dan tipis, menyambung dari depan ke belakang. Desain stang dibuat tinggi untuk mendapat posisi berkendara rileks. Identitas lain yang membuat beda, tangki bensin dibalut warna-warna cerah.


Sementara Continental GT 650 tetap menganut gaya cafe racer layaknya Continental GT 500. Stang rendah diaplikasikan, agar posisi berkendara lebih membungkuk dan khas balap. Bagian belakang jok dibuat membulat persis ekor tawon. Tampilan ini mengingatkan kami ke kuda besi yang populer di Inggris era 60an. (Lod/Odi)


Baca Juga: Royal Enfield Siap Tambah Jaringan Diler

Jelajahi Royal Enfield Continental GT 650

Bandingkan & Rekomendasi

    • Overview
    • Tentang Kami
    • Kontak Kami
    • Others
    • Kebijakan Privasi
    • S&K
    • Dapatkan di Google Play
    • Tersedia di App Store