Harley Davidson Elektrik Pertama, Mulai Dijual Agustus Tahun Ini

Harley Davidson Elektrik Pertama, Mulai Dijual Agustus Tahun Ini

Tak disangka, Harley Davidson serius menggarap motor listrik. Saat masih konsep, kami kira hanya gimmick saja. Agustus tahun ini, nyatanya moge elektrik yang dinamakan LiveWire, dijual di Amerika Serikat. Banderolnya, USD 29,799 (Rp 425 juta). Selamat tinggal suara “nge-blar” dari mesin V-Twin yang panas.

Harley Davidson LiveWire Left Side

“Kami berada di persimpangan atas evolusi moda transportasi, dan Harley Davidson yang terdepan. Inovasi hebat selalu jadi tujuan merek kami. Berikutnya, dalam lembaran sejarah baru, Harley akan menciptakan produk yang bisa dinikmati beragam usia dan lapisan masyarakat.” Ucap Matt Levatich, CEO Harley Davidson, saat peluncuran LiveWire di Amerika Serikat.

Pernyataan ini bermaksud menjelaskan kemudahan berkendara yang dimiliki LiveWire. Tidak ada kopling dengan mekanikal rumit. Hawa panas mesin juga hilang. Sangat memungkinkan dikendarai rider “kemarin sore”.

Agak mencengangkan. Pasalnya merek satu ini sangat menjunjung tinggi nilai histori mereka dengan mempertahankan teknologi lawasnya. Pun pada konsumen, yang rata-rata menginginkan sensasi berkendara motor klasik. Namun, bagaimana performa dan spesifikasi LiveWire? Dapatkah mengimbangi produk lainnya?

Harley Davidson LiveWire Right Side

Klaim Harley Davidson, akselerasi 0-100 km/jam bisa diselesaikan dalam 3 detik saja. Anda tak salah baca. Khas motor listrik memang begitu. Membuat torsi begitu besar. Tenang, untuk menahan lajunya sudah difasilitasi oleh Brembo. Produsen rem papan atas. Tak perlu ragu di sektor ini.

Jantungnya juga cukup kuat. Dalam satu kali pengisian daya, jarak tempuh mencapai 225 km (dalam kota) dan 142 km (Kombinasi). Jika mengecas di stasiun pegisian publik DC level 3 (Amerika Serikat), dalam satu jam saja baterai terisi penuh. Sedangkan untuk ukuran daya standar perumahan, butuh waktu semalaman.

Bukan hanya jantung elektrik performa tinggi, fiturnya juga canggih. Hadir Electronic Chassis Control (ECC) yang membantu mengoptimalkan kinerja sensor lain dalam keadaan kurang ideal. Meliputi ABS, traction control, dan Drag-Torque Slip Control System (DSCS). Selain itu, panel instrumen disajikan dengan tampilan full digital. Isinya lengkap, menginformasikan hal fundamental pada motor. Perangkat ini juga bisa dihubungkan langsung ke Apple/Android.

Secara tampilan, bahasa desain Harley sedikit pudar. Garis tegasnya sangat agresif menciptakan karakter sporty berpadu gaya klasik. Mirip-mirip dengan varian Street maupun Street Rod, yang menurut kami desainnya “Kurang Harley”. Tapi bukan berarti buruk, proporsinya sangat enak dilihat. Apalagi suspensi upside-down Showa, membuat motor terlihat kekar. Pastinya performa dalam meredam guncangan pun sangat baik. Untuk di belakang menggunakan monoshock lansiran merek yang sama. Keduanya dapat disetel sesuai kebutuhan pengendara.

Bagaimana menurut Anda? Apakah menarik minat pecinta Harley Davidson? Setelah semua teknologi dan performa tinggi yang diberikan, rasanya cukup berat merelakan suara khas mesinnya. (Hlm/Odi)

Sumber: Harley Davidson, Electricmotorcycles

Baca Juga: Sambutlah, Harley-Davidson Adventure Pertama, Pan America 1250

      • Overview
      • Tentang Kami
      • Kontak Kami
      • Others
      • Kebijakan Privasi
      • S&K
      • Dapatkan di Google Play
      • Tersedia di App Store