Dukung Konversi Mobilitas Listrik, PLN Ramaikan IIMS Motobike Expo

Dukung Konversi Mobilitas Listrik, PLN Ramaikan IIMS Motobike Expo

Sarana pendukung elektrifikasi Tanah Air berkembang perlahan tapi pasti. Target utama, saat ini, ditujukan bagi sepeda motor berbasis baterai. Pasalnya, jumlah dukungan Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) sudah menjamur. Awal dibuat untuk UMKM, motor listrik berdimensi kompak juga dapat menikmati fasilitas ini. Selain itu, stasiun pengisian khusus kendaraan juga tengah dikembangkan.

IIMS Motobike Expo 2019

Executive Vice President Corporate Communication PLN, I Made Suprateka menjelaskan di sela IIMS Motobike Expo 2019, “Jadi gini, unit charging kami yang namanya SPLU seperti ini sudah hampir 8.000 di seluruh Indonesia. Untuk Jakarta hampir 3.500 sebarannya. Memang ini kami kembangkan dulu digunakan untuk UMKM dan pedagang di pinggir jalan. Supaya mereka tidak lagi nyalur ke rumah-rumah warga. Nah, kemudian seiring dengan pemerintah mengeluarkan wacana pengembangan electric vehicle, maka ini bisa digunakan untuk charging kendaraan roda dua.”

Cara kerja SPLU sebenarnya tidak beda dengan pengisian di rumah. Belum didukung pengisian cepat. Meski begitu, PLN perlahan menyiapkan fasilitas dedikasi EV disebut Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Baru tujuh tempat dibangun. Dijelaskan ada tiga tipe, super fast charging, fast charging dan slow charging. Made mengutarakan, kalau tipe yang dipasang akan lebih banyak berjenis super fast charging. Pengisian penuh pada sepeda motor, diklaim hanya butuh waktu kurang lebih 20 menit.

Di luar membangun infrastruktur, PLN juga memberikan insentif. “Kami memberikan insentif berupa diskon kWh pada saat mereka nge-charge di atas jam 10 sampai pagi. Saat beban puncak PLN tidak terlalu tinggi, penggunaan secara keseluruhan sedang turun,” jelas Made. Tepatnya pengisian di antara jam 10 malam hingga 4 subuh dengan diskon hingga 50%.

Insentif lain khusus pembeli sepeda motor listrik, urusan biaya tambah daya. Memang semua tergantung baterai motor, namun beberapa pabrikan punya tingkat kebutuhan daya listrik minimum. Di sinilah peran PLN, memacu pengembangan elektrifikasi. “Siapa yang beli sepeda motor listrik, maka kami bisa berikan gratis tambah daya. Kalau di rumah punya daya 450 VA atau 900 VA, dia minimal membutuhkan dayanya 1200 VA. Saat tambah daya itu kami berikan gratis. Begitu juga step tambah daya lainnya pasti kami gratiskan.”

Target ke depan, Made belum dapat menjawab secara pasti, sebab peran percepatan tidak hanya dipegang PLN. Semua tergantung perkembangan seluruh bagian. Harmonisasi kebijakan dan insentif perlu dilakukan untuk mempercepat konversi ke kendaraan listrik. Diungkapkan juga, untuk Jakarta, sudah seharusnya dengan alasan dominasi sumber polusi berasal dari kendaraan roda empat dan roda dua. (Krm/Van)

Baca Juga: IIMS Motobike Expo Resmi Dibuka

GIIAS 2021

Anda mungkin juga tertarik

  • Yang Akan Datang

Video Motor Terbaru di Oto

Oto
Tonton Video Motor