jakarta-selatan

Suzuki Jimny Hampir Gagal Melewati Tes Tabrak Rusa

  • 26 Feb, 2019
  • 946 Kali Dilihat

Uji keselamatan Moose Test atau tes tabrak rusa, mampu membuktikan kestabilan mobil ketika harus bermanuver mendadak menghindari halangan. Pengetesannya sederhana, hanya membuat mobil berpindah jalur dan kembali lagi, dalam kecepatan yang sudah ditentukan. Banyak yang gagal, bahkan mobil sampai terbalik. Umumnya jenis SUV dengan ground clearance tinggi. Karena titik pusat gravitasi tinggi dan travel suspensi panjang.



Suzuki Jimny generasi terbaru, menghadapi tes ini untuk menilai kemampuan pengendaliannya. Hasilnya mengecewakan dan nyaris gagal total, meski mobil tidak sampai kebalik. Tes yang dilakukan KM77.com, memperlihatkan kesulitan Jimny saat harus manuver slalom dalam kecepatan tinggi. Kun yang dipersiapkan membentuk lajur jalan, tidak bisa dilewati dengan mulus.


Pada kecepatan 76 km/jam, Jimny tidak dapat bermanuver secara lengkap. Respons setir lambat dan butuh banyak koreksi cepat dari pengemudi. Ditambah lagi grip ban jelek yang membuat laju menjadi understeer. Bahkan kecepatan 71 km/jam juga gagal. Baru pada kecepatan lebih rendah (68 km/jam), lajur buatan mampu dilewati tanpa menjatuhkan kun.


Kesimpulan dari KM77, kestabilan SUV mungil itu tergolong cukup, asalkan dalam kecepatan sewajarnya. Postur tinggi dan peruntukan untuk off-road, pastinya berdampak signifikan pada pengendalian di jalan raya. Body roll-nya moderat, karena tertolong sasis body-on-frame yang sudah ditingkatkan dari generasi terdahulu. Tak lupa, peranti elektronik Vehicle Stability Control (VSC) juga punya pengaruh besar.


Hasil ini semakin membuktikan, Jimny kurang aman saat terjadi kecelakaan. Sebelumnya sudah melewati uji tabrak Euro NCAP dengan hasil tiga bintang, dari lima bintang standar keselamatan 2018. Skor diraih 73 persen untuk penumpang dewasa, 84 persen anak-anak, 52 persen bagi pejalan kaki dan 50 persen buat fitur keselamatan. Masuk taraf buruk untuk pengemudi dan penumpang.


Tentang Moose Test



Kenapa dinamakan moose atau rusa besar? Ini mengacu pada rusa besar (moose) yang kerap melintas tiba-tiba di jalan raya. Tabrakan dengan rusa seringĀ  terjadi dan sangat membahayakan penumpang di dalam mobil.


Di Swedia, Norwegia, Finlandia, Rusia, Kanada dan Alaska, frekuensi kejadian ini sangat tinggi. Makanya Moose Test tercipta, untuk menguji kemampuan mobil dalam menghindari peristiwa serupa. Volvo dan Saab sudah menjadikan uji ini sebagai tradisi dalam merancang kendaraan mereka.


Memang tidak ada lembaga khusus, seperti NCAP, yang melakukan pengujian resmi Moose Test. Tapi banyak lembaga independen yang melakukan dan mempublikasi hasilnya. Malah menjadi masukan berharga bagi pabrikan untuk memperbaiki bagian suspensi. Contohnya pernah terjadi. Toyota Hilux model 2016 sempat gagal melewati Moose Test. Update pun dilakukan dan memberi dampak positif terhadap pengendalian. (Odi/Van)


Sumber: Carscoops


Baca Juga: Harga Low MPV Renault Dipastikan Terjangkau

kali dibagikan

Promo Populer di Jakarta Selatan

Video Suzuki Jimny 2019

Lihat video terbaru Suzuki Jimny 2019 untuk mengetahui interior, eksterior, performa, dan lainnya.

Mobil Suzuki Pilihan

  • Populer
  • Yang Akan Datang