Pabrik Hyundai Indonesia Mulai Produksi Pada 2021

Pabrik Hyundai Indonesia Mulai Produksi Pada 2021
Gambar
Review Pengguna

Manufaktur Korea Selatan, Hyundai, siap dirikan pabrik di Indonesia yang beroperasi pada 2021. Investasi itu diungkap oleh Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, setelah bertemu dengan Park Hong Jae, Executive Vice President Hyundai Motor Company di Seoul, Korea Selatan (25/6). Airlangga membeberkan, pabrik Hyundai di Indonesia menjadi basis produksi untuk pasar lokal dan ekspor.

ilustrasi pembangunan pabrik
ilustrasi pembangunan pabrik

"Hyundai menegaskan komitmen mereka untuk segera memulai investasi di Indonesia. Mereka mulai produksi pada 2021, dengan kapasitas 70.000 hingga 250.000 per tahun. Targetnya sebanyak 47 persen produksi untuk pasar domestik dan 53 persen untuk ekspor," ujar Airlangga dalam keterangan resmi yang diedarkan kemarin, (30/6). Diklaim, pabrik baru Hyundai di Indonesia, bisa menyerap tenaga kerja sampai 3.500 orang.

Belum disebutkan lokasi berdirinya pabrik Hyundai Indonesia. Yang pasti, jadi basis manufaktur untuk model SUV, MPV, hatchback dan sedan. Selain itu, sebagian produksi digunakan untuk mobil listrik. Ya, mobil listrik Hyundai juga dibuat di Indonesia untuk pasar domestik dan ekspor ke Asia Tenggara dan Australia. Menurut Airlangga, pemerintah Indonesia mendorong investasi industri kendaraan elektrik dengan pemberian fasilitas tax holiday, serta fasilitas fiskal yang sudah tersedia.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian, Harjanto, sebelumnya mengatakan soal rencana mobil listrik Hyundai buatan Indonesia. "Apalagi, Indonesia memiliki bahan baku bijih nikel yang bisa digunakan untuk produksi baterai lithium-ion sebagai komponen penting kendaraan listrik," ungkapnya.

Sementara Menteri Perdagangan, Industri dan Energi (MoTIE) Korea Selatan, Sung Yun Mo menyebutkan kerja sama Indonesia dan Korea Selatan, meliputi banyak sektor industri. Tak cuma industri baja dan kimia, industri otomotif juga kena bidik. "Kerja sama otomotif juga membuka kesempatan untuk penyedia komponen, dengan kebutuhan komponen kendaraan yang cukup banyak, ini bisa memperkuat juga IKM di Indonesia. Kerja sama ini sangat berarti, karena meningkatkan daya saing dan berkontribusi terhadap ekosistem industri yang lebih sehat," papar Sung Yun Mo.

Kala berkunjung ke Korea Selatan, Airlangga mengklaim sempat menguji mobil fuel cell berbahan bakar hidrogen. Sebutannya, Hyundai Nexo. Diharapkan, Nexo bisa jadi salah satu yang dikembangkan oleh pabrik Hyundai di Indonesia nanti. Selain Nexo, SUV crossover Kona dengan varian mesin konvensional dan elektrik, juga berkesempatan diproduksi di pabrik Indonesia.

Hyundai yang ada di pasaran saat ini, masih berstatus CBU. Cuma satu yang merupakan produk rakitan lokal, Hyundai H-1. Hyundai Mobil Indonesia, memiliki gudang penyimpanan dan perakitan di kawasan Bekasi. Kalau pabrik Hyundai sudah berdiri, masyarakat Indonesia bisa menikmati produk berkualitas dari Hyundai dengan banderol yang lebih murah ketimbang yang ada saat ini. (Tom/Van)

Sumber: Kemenperin

Baca Juga: Mitsubishi Xpander Masih Bersaing Ketat dengan Toyota Avanza

Jelajahi Hyundai Kona

Hyundai Kona Rp 363,9 Juta Cicilan : Rp 8,3 Juta

Bandingkan & Rekomendasi

      • Overview
      • Tentang Kami
      • Kontak Kami
      • Others
      • Kebijakan Privasi
      • S&K
      • Dapatkan di Google Play
      • Tersedia di App Store