jakarta-selatan
kali dibagikan

Kasus Airbag Alpha Takata, BMW 3-Series E46 Direcall Lagi

  • 08 Nov, 2019
  • 1267 Kali Dilihat

Lebih dari 12 ribu BMW Seri-3 disarankan untuk tidak beroperasi oleh Australian Competition and Consumer Commission (ACCC). Model yang terkena dampak adalah E46 lansiran November 1997 hingga Juni 2000. Ini disebabkan (lagi-lagi) oleh komponen airbag Takata. Sifat dari recall mendesak karena bisa membahayakan penumpang dan diluar dari bagian compulsory recall.



Cacatnya kantung udara ditemui oleh pihak otoritas keselamatan di Australia, Jepang, dan AS. Mereka mengidentifikasi pola letusan abnormal. Ini berasal dari komponen inflator NADI (Non-Azide Driver Inflator) Type 5AT. Saat terjadi kecelakaan, inflator dapat pecah sehingga fragmen tajam ikut terlontar dalam kecepatan tinggi. Serpihan bakal melukai bahkan menyebabkan kematian. Seluruh penumpang kabin terpapar risiko dari peranti yang seharusnya bertugas sebagai pelindung


Terkait hal ini ACCC Deputy Chair, Delia Rickard berkata, “Dikarenakan tingkat risiko yang sangat kritis, ACCC mendesak para pemilik untuk tidak lagi mengemudikan kendaraan mereka, dan segera kontak BMW untuk minta dilakukan inspeksi sesegera mungkin”.


Kasus ini sebenarnya mirip dengan recall airbag Alpha Takata. Indikasi ditemukan pada berbagai model Honda, Toyota, Nissan, BMW, Mazda, Lexus keluaran 2001 – 2004. Semua dikarenakan produksi tidak sesuai dengan standar. Beberapa kejadian fatal diakibatkan oleh pecahan inflator terlontar di kabin serta dapat mengembang secara tiba-tiba.


Recall Takata merupakan salah satu cacat produk paling bersejarah di dunia. Bahaya dari Alpha airbag serta recall kritis tambahan ditemukan pada jutaan mobil. Melansir dari National Highway and Transportation Safety Administration, sekitar 65-70 juta mobil terpengaruh risiko kantung udara.


Menjadi kekhawatiran adalah NADI 5AT belum termasuk dalam data compulsory atau kewajiban. Disebut critical recall, nomor VIN mobil tidak akan ditemukan pada pencarian Takata. Itulah mengapa kejadian fatal ini menjadi perhatian bagi BMW dan komisi perlindungan konsumen Australia.


Perlu diketahui bahwa BMW E46 pernah menjadi bagian Alpha Airbag dan sudah ditangani. Namun ternyata komponen pelontar berbeda juga bermasalah di E46. Jumlahnya pun tidak sedikit, tepatnya 12.663 unit. Seluruh model sedan dan kupe mulai dari 316i hingga 330Ci terkena dampak.


BMW Australia mendesak agar mobil segera dihentikan bila VIN tertera dalam daftar. Urgensi ini terbilang tinggi karena tidak ditemukan dalam database mereka. Untuk mengetahui, tim sediakan dokumen PDF sebanyak 254 halaman berisi nomor identifikasi.


Dijelaskan pada situs ACCC bahwa BMW akan membawa mobil konsumen ke fasilitas perbaikan untuk diinspeksi. Solusi lain mengirimkan langsung teknisi ke lokasi. Jika ternyata kedapatan mengusung unit defect, BMW akan memberikan solusi transportasi lain bagi customer. Alternatif berupa peminjaman mobil hingga reimbursement. (Krm/Odi)


Sumber: Carscoops


Baca Juga: BMW M2 CS Akhirnya Muncul, Performanya Sadis!

Harga dan Promo Varian 3 Series Sedan

  • 330i M Sport | Rp 979 Juta (OTR)
    DP (mulai dari) Rp 201 Juta
    Angsuran Rp 26 Juta
    Tenor 60 Months
    Lihat Promo

Video BMW 3 Series Sedan

Lihat video terbaru BMW 3 Series Sedan untuk mengetahui interior, eksterior, performa, dan lainnya.

Mobil BMW Pilihan

  • Populer
  • Komparasi