jakarta-selatan
kali dibagikan

GR Supra Kena Recall, Bukan dari Toyota Melainkan BMW

  • 02 Okt, 2019
  • 1316 Kali Dilihat

Toyota Supra 2020 di AS kena recall oleh National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) lantaran sabuk pengaman. Dalam laporan NHTSA, dudukan safety belt-nya kemungkinan tidak dilas dengan benar. Jika kesalahan ini ditemukan oleh operator, mobil pasti diganti secara utuh. Ironisnya, laporan recall justru ditujukan untuk BMW, bukan Toyota. Jadi, masalahnya dari mana?


Toyota GR Supra front


Seperti kita tahu, Supra dan Z4 memang hasil kolaborasi antara dua pabrikan ternama. Kolaborasi ini justru selalu menjadi bahan argumen bagi penggemar Supra. Pasalnya, Toyota menghidupkan kembali sebuah nama legendaris, namun bukan berasal dari basis ciptaan sendiri. Sebagian berargumen, Supra adalah Z4 ‘rebadge’. Sebagian lagi bilang, Supra dan Z4 spesies berbeda.


Berita recall ini malah memperkuat argumen pertama. Melansir dari Motor1, dokumen recall Toyota Supra ditujukan NHTSA untuk BMW of North America, LLC. Update terkini dari representatif Toyota pun menyebutkan, “BMW membuat Supra di Pabrik Magna Steyr, Austria. Maka dari itu, BMW-lah yang lakukan pengarsipan recall dengan NHTSA.”


Recall terkait kurang baiknya pengelasan pada dudukan pengatur sabuk pengaman. Cacat produk ini, dikhawatirkan membuat seatbelt tidak mampu menahan penumpang saat terjadi kecelakaan. Untungnya hanya tujuh mobil terkena dampak, dan empat di antaranya sudah ditangani.


Ada benarnya jika beranggapan Supra hanyalah Z4 ‘rebadge’. Di balik tubuhnya yang menawan, terdapat mesin dan transmisi BMW. Struktur bangunannya pun kurang lebih serupa. Bahkan ketika melihat interior, sarana hiburan Supra mengusung sistem iDrive milik BMW.


Namun kami rasa tidak ada salahnya berbagi platform dengan pabrikan lain. Tujuan Toyota sebenarnya sederhana, ingin menyematkan mesin 6-silinder untuk Supra. Hanya saja, pengembangannya tidak menguntungkan bagi bisnis.


Sesungguhnya, Supra dan Z4 memang spesies berbeda, dengan target pasar yang berbeda pula. Supra menggunakan mesin 3.000 cc 6-silinder turbo, lebih unggul ketimbang Z4 dengan 2.000 cc 4-silinder turbo. Selain itu, Supra merupakan kupe beratap keras sementara Z4 roadster.


Hal lain sebagai pembeda, Supra ialah konsep mobil yang memang dikembangkan untuk para modifikator. Melansir dari kanal YouTube The Fast Lane Car, Chief Engineering Toyota Tetsuya Tada menjelaskan beberapa komponen seperti lubang udara, penguat sasis, dan yang lainnya mempermudah modifikator untuk melakukan kustomisasi. Kesimpulannya, Supra memang bukan murni hasil pengembangan Toyota, namun ia juga bukanlah sebuah Z4 rebadge. (Krm/Odi)


Sumber: Motor1


Baca Juga: Harga Toyota GR Supra Indonesia Resmi Dirilis, Lebih Mahal dari BMW Z4

Promo Populer di Jakarta Selatan

Video Toyota GR Supra

Lihat video terbaru Toyota GR Supra untuk mengetahui interior, eksterior, performa, dan lainnya.

Mobil Toyota Pilihan

  • Populer
  • Komparasi