Mulai Usang, Tiga Skutik Favorit Ini Layak Mendapatkan Penyegaran

Mulai Usang, Tiga Skutik Favorit Ini Layak Mendapatkan Penyegaran

Skuter matik menjadi model paling laris di pasar saat ini. Kepraktisannya mengalahkan bebek atau sport yang sebelumnya merajai. Tapi sebagian yang ditawarkan ke konsumen sudah mulai usang. Ada sederet skutik entry level sampai seri 150 cc premium lama tak dapat pembaruan. Menyebar di dua merek Jepang penguasa jalanan: Yamaha dan Honda.

Dari telusuran kami, usianya bahkan mulai mencapai tiga sampai empat tahun. Tentunya konsumen berharap ada model baru yang dihadirkan. Dari sekian banyak motor, mana yang kira-kira segera dirilis dalam waktu dekat?

Yamaha Mio

Yamaha Mio

Nama ini termasuk yang pertama hadir di segmen skutik. Saat ini, Mio dipecah jadi tiga model. Adalah Z yang termurah, dilanjut M3, serta seri S. Ketiganya hampir menginjak usia empat tahun. Pun jika ada revisi sekadar penambahan kelir dan grafis. Bukan sesuatu yang signifikan. Padahal, titel Mio sempat menjadi tulang punggung merek garpu tala di masa lalu.

Di awal kemunculannya boleh saja Mio melejit. Tapi sekarang ini, wujud Mio agaknya sudah tak relevan dengan nafsu konsumen soal modernisme. Garis-garis bodi seperti ini mungkin jamak ditemukan sepuluh tahun lalu. Tapi seiring perkembangan selera Mio rasanya terlalu konvensional.

Meski begitu, sebetulnya bekalan fitur dan bekalan teknis tidak buruk-buruk amat. Semisal seri M3 tertinggi sudah dilengkapi Stop Start System (SSS). Serta merta ECO indicator saat sedang berkendara efisien. Hanya soal presentasi kurang menggiurkan. Apalagi di seri S, dapat tambahan answer back system ala skutik modern.

Secara teknis, Mio jauh dari kata buruk. Yamaha memang menempatkan skutik kelas pemulanya dengan mesin 125 cc. Tak satupun dijejali mesin 110 cc seperti merk kebanyakan. Alhasil output di atas rata-rata. Catatan daya kuda sebesar 9,3 Hp/8.000 rpm dan torsi 9,6 Nm/5.500 rpm.

Berkaca dari potensi yang ada, tampaknya bukan tidak mungkin Yamaha segera meniupkan kembali nyawa Mio. Sebab kalau saja mengemasnya dengan selera masa kini, boleh jadi ia kembali menjadi salah satu primadona.

Baca juga: Menebak Motor Baru Honda, Apakah Scoopy dengan Rangka eSAF?

Honda Scoopy

Honda Scoopy

Kami perkiraka model barunya segera hadir di depan mata. PT Astra Honda Motor telah melayangkan invitasi untuk melihat motor model baru, sekaligus merasakan langsung. Pastilah sebuah produk penting, bukan sekadar permak wajah. Dan prediksi kami mengarah kuat pada Scoopy – meski tak disebut sama sekali – sebab sudah tiga tahun tak berevolusi.

Dugaan pun dapat ditakar dari pembaruan teman-teman sepantarnya, yang sudah pakai rangka eSAF. Ya, dimulai dari lahirnya Genio. Lantas dilanjut oleh BeAT generasi paling anyar. Mengingat trio motor 110 cc ini kerap berbagi platform, sudah saatnya meracik Scoopy dengan amunisi sama bukan?

Rangka yang disiapkan Honda untuk menopang jajaran entry level ini bukan hanya berbeda bentuk. Klaimnya bisa memberikan kenyamanan dan ketangkasan lebih. Dan paling penting, mampu mereduksi bobot lumayan besar. Kita tahu, sudut pandang entry level haruslah mudah dikendarai. Lantas aplikasi semacam itu bakal sangat relevan.

Kelengkapan fitur, Scoopy sebetulnya terbilang ok. Lampunya saja pakai LED projector, bukan dipancarkan reflektor seperti motor kebanyakan. Komponen semacam ISS serta power socket juga sudah jadi bawaan standar. Tanpa dipisahkan varian. Namun, bisa jadi remote answer back system-nya kini ketambahan fungsi kunci pintar. Alias tinggal memutar kenop untuk nyalakan mesin.

Dapur pacu entah bakal diubah atau didiamkan. Sebab kalau meminjam mentah-mentah mesin 110 cc eSP milik BeAT dan Genio, artinya output Scoopy bakal berkurang. Sejauh ini ia memiliki resultan daya dan torsi lebih besar meski dalam hitungan desimal. Ada probabilitas, basis mesin BeAT baru diupgrade lagi dengan jalur pembuangan dan injeksi berbeda. Bahkan mengubah komposisi bore dan stroke, supaya tetap memiliki produksi tenaga lebih banyak. Kita tunggu saja nanti.

Baca juga: Honda Vario 150 dan Aerox 155 Connected, Siapa Paling Menggoda?

Honda PCX

Honda PCX

Naik ke kelas atasnya, PCX juga menginjak usia tiga tahun seperti Scoopy. Setelah dirilis 2017 akhir belum ada tambahan apa-apa selain varian (Hybrid dan Electric) serta warna. Teknologi termasuk wajahnya masih begitu-begitu saja. Rasanya sudah masuk batas wajar untuk melakukan update, apalagi Yamaha telah menginisiasi pembaruan Nmax lebih dulu di awal 2020.

Perihal desas-desus PCX baru tak hanya revisi penampilan. Hal ini pastinya menjadi wajib, membuat raut muka lebih segar dan modern. Paling tidak sesuai harapan pasar hari ini. Yang juga menarik, teknologi yang diadaptasi rumornya diwariskan dari SH150i. Artinya memiliki mesin dan fitur sejajar Nmax, bahkan sedikit lebih baik.

Jantung yang dimaksud adalah mesin 156,9 cc empat katup dengan rasio kompresi begitu padat, 12:1. Dalam catatan pabrikan, sanggup melontar 15,9 Hp di 8.500 rpm dan torsi 14,2 Nm pada 6.500 rpm. Sudah lebih dari kemampuan Nmax jika benar sama persis. Perihal fasilitas pengaman – di samping ABS – kabarnya Honda turut membawa HSTC (Honda Selectable Traction Control) ke PCX baru. Semoga saja apa yang tersiar itu benar, supaya rivalitas performa Yamaha Nmax dan PCX semakin sengit. (Hlm)

Baca juga:  Ulas Trio Kawasaki KX, Dari Pemula Sampai yang Serius

      • Overview
      • Tentang Kami
      • Kontak Kami
      • Others
      • Kebijakan Privasi
      • S&K
      • Dapatkan di Google Play
      • Tersedia di App Store