• Wishlist

Komparasi Toyota Agya 1.2 G TRD vs Honda Brio Satya E, Perang Fitur dan Harga

Komparasi Toyota Agya 1.2 G TRD vs Honda Brio Satya E, Perang Fitur dan Harga

Dengan kehadiran Toyota Agya Facelift, kompetisi di segmen LCGC kian mengetat. Ada fitur yang baru ditemui pada kelas ini, membuatnya menarik untuk dipertimbangkan. Tahu menggendong fitur tambahan maka timbul pertanyaan: seberapa tangguh kini Agya bertarung di kelas teratas? Mari simak komparasi Agya 1.2 G TRD dengan Brio Satya tipe E.


Rancangan Luar


Melihat perawakan Agya varian teratas, menarik bagi Anda yang senang dengan permainan bodikit. Sudah berwajah anyar bak rancangan termutakhir Toyota, ditambah lagi adaptasi Add-On kit sporty. Lengkap tak hanya di moncong, Toyota turut mengganti rok samping dan spoiler belakang. Di bokong ada ekstra bodikit berisi apron hitam rasa diffuser, hanya saja mempertahankan versi lama.


Toyota agya facelift 2020


Ubahan mendasar lain berupaya mendandani Agya agar terlihat semakin manis. Contoh di wajah, bagian dalam rumah lampu dikelir hitam ala smoked lamp. Bagai wanita menggoreskan eyeliner. Cerita serupa berlaku di pencahayaan bokong. Smoked tail lamp sebagian menegaskan bentuk dobel L.


Situasi cukup berbeda kala melihat Honda Brio. Jika Agya TRD tampil seperti anak muda sudah siap berangkat party, Brio Tipe E justru terlihat seperti baru selesai mandi. Ia melenggok sederhana tanpa basa-basi bodikit, pelek alloy two tone, spoiler kontras, atau apapun itu. Kendati begitu, tidak sepolos trim bawah. Pelek mengenakan alloy silver dan juga sudah disematkan foglamp.


Honda Brio jadi tulang punggung penjualan Honda


Rancangan luar pasti sesuai selera, suka dandanan komplet atau polosan. Juga dari segi siluet dan elemen guratan. Semua soal desain tergantung preferensi masing-masing. Barulah urusan daftar kelengkapan keduanya bisa dikomparasi secara objektif. Misal pada headlamp, walau keduanya masih menganut halogen dan LED positioning lamp, metode penyinaran berbeda. Agya mengandalkan proyeksi sementara Brio menerangi lewat refleksi cahaya. Mereka dilengkapi sein samping, Agya di spion dan Brio di fender depan.


Dari data dimensi, Brio tergambar pipih dan memanjang. Dicatatkan ukuran 3.800  x 1.680 x 1.485 mm sebagai penunjuk proporsi rendah nan sedap dipandang. Sementara itu, Agya hanya menorehkan 3.660 x 1.600  x 1.520 mm. Selisih 14 cm memanjang menjanjikan ruang kabin lebih lapang, namun belum dapat disimpulkan lantaran perlu komparasi nyata.


dimensi agya dan brio


Fitur


Interior Agya tampil kekinian, bukan dari soal desain melainkan fitur bawaan. Terutama di center stack, head unit kini sudah bermodelkan layar sentuh sebagai penyaji hiburan dalam kabin. Di bawahnya, AC digital menggantikan tugas kenop putar agar tampil modern. Tak hanya itu, fitur berupa start/stop button bertugas menyalakan mobil. Memudahkan cara pengoperasian yang pada dasarnya sudah praktis.


Ya, brio punya AC digital, namun sebatas itu saja dan tidak lebih unggul. Sebab di Satya, peranti hiburan berupa head unit 2 DIN, bukan touchscreen. Kalau mau, pilih RS namun ia tidak termasuk kategori LCGC. Selain itu, pengoperasian mobil masih konvensional dengan memutar kunci.


Terkait keselamatan, kedua LCGC trim atas ini mengusung fitur serupa. Standar dan wajib, seperti dual SRS Airbag sebagai pelindung di kala celaka tak terelakkan. Untuk menghindari kecelakaan, ABS+EBD siap bantu mengendalikan manuver emergency braking. Sebatas itu saja, tanpa VSC atau TCS guna menahan sifat membangkang saat menikung.


beda fitur agya dan brio


Tenaga Mesin


Honda terkenal akan pemacu daya bertenaga di tiap segmen. Berlaku di LCGC. Unit empat silinder 1,2 liter SOHC sanggup gelontorkan tenaga sebesar 90 ps di 6.000 rpm. Akselerasi dan kekuatan menarik digambarkan oleh capaian torsi sebesar 110 Nm pada 4.800 rpm. Seluruh output ini kemudian tersalur ke roda depan lewat girboks manual lima percepatan atau opsi CVT.


Output Agya sedikit terpaut padahal mengadopsi noken as ganda alias DOHC. Ekstraksi unit NR 1.2 liter Toyota hanya mampu mencatatkan 88 ps pada 6.000 rpm. Kekuatan memuntir pun tidak sekuat Brio, hasilkan 108 Nm pada 4.200 rpm. Transmisi manual lima percepatan atau otomatis empat percepatan kemudian bertugas sebagai penyalur daya.


spek agya lawan brio


Harga


Seluruh kelengkapan yang ditawarkan Agya dilabeli mulai dari Rp 153,445 juta. Uang segitu dapat menebus varian 1.2 G TRD bertransmisi manual. Lebih ekonomis ketimbang Brio Satya Tipe E Manual lantaran dibanderol Rp 154,7 juta. Nilai ekonomis berlaku pula pada opsi transmisi otomatis, Agya dilego Rp 169,29 juta sementara Brio Rp 170,1 juta.


Simpulan


Agya 1.2 G TRD unggul di beberapa sektor seperti kelengkapan fitur kabin berikut full make up. Ya, dandanan serta rancangan luar tergantung selera masing-masing. Namun, fitur komplet dalam banderol lebih terjangkau seakan menjadi taring tajam untuk bergumul di segmen LCGC hatchback. Bagi Brio, keunggulan utama terletak di pemacu daya. Lantas, siapakah pemenangnya? Anda dan pasar lah yang kemudian menentukan. (Krm/Odi)


Baca Juga: Lima Opsi Mobkas Menarik Seharga Toyota Agya

Bandingkan & Rekomendasi