jakarta-selatan

Marak Begal Motor, Berikut Tips Menghindarinya

  • 16 Mei, 2019
  • 533 Kali Dilihat

Memasuki Ramadhan, seyogyanya orang berlomba menanam kebaikan. Ironisnya, berita mengenai kawanan begal dan “geng motor” malah banyak bermunculan, khususnya di Ibu Kota. Sebagian dari kawanan ini terkadang tak segan melukai korbannya. Paling banyak, pemotorlah yang jadi target mangsa mereka.


Kejadian paling aktual dialami Reza. Dilansir dari akun Instagram pribadinya (rzamotovlog). Sebuah video berdurasi satu menit, menayangkan kawanan begal yang hendak merebut motornya. Lokasinya di bilangan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.



Dari kisah Reza, kejadian tersebut terjadi pada pukul 01.00 dinihari. Memang, kondisi jalan tergolong sepi saat malam. Apalagi kontur jalan lurus, memudahkan komplotan penjahat melakukan aksi. Modus yang dilakukan dengan meraih anak kunci dan mematikan kontak. Maksudnya, agar mesin mati lalu berhenti. Setelah itu, kawanan lain dengan mudah mengambil motor. Ya, total ada lima orang pelaku dengan menggunakan dua motor. Untungnya upaya tadi gagal dilakukan. Ia selamat dari percobaan tindak pencurian.


Menanggapi kejadian ini, Sony Susmana, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) memaparkan beberapa tips aman saat mengendarai motor.


Usahakan Tidak Riding Malam


Jika tidak mendesak, sebaiknya hindari berkendara di larut malam. Ya, terkadang jalanan kota besar masih ramai. Tapi tak menutup kemungkinan para begal beraksi. Apalagi sudah di atas jam 12 malam. Bagaimanapun kondisi lalu lintas malam hari lebih lengang ketimbang pagi atau siang. Hal ini membuat mereka lebih leluasa untuk kabur setelah melakukan tindak kejahatan. Selain itu, tak banyak pula orang yang bisa diminta bantuan saat terjadi sesuatu.


Tidak Riding Sendirian


Dalam berkegiatan sehari-hari, biasanya orang-orang sudah menuntaskan urusannya sebelum pukul 7 malam. Tapi tak semuanya bernasib sama. Entah alasan pekerjaan atau apapun, mereka harus berkendara di larut malam. Maka dari itu, ada baiknya Anda mengajak teman yang melalui jalur searah. Jika tidak ada, dekati kendaraan lain sepanjang rute pulang ke rumah. Maksudnya, saat terjadi sesuatu yang buruk, ada orang lain yang bisa membantu. Kendaraan beriringan juga bisa memitigasi risiko atas niatan pelaku kejahatan.


Lewati Rute yang Dikenal


Melewati jalan tikus biasa dilakukan untuk mempercepat ke tujuan. Tapi jika jalur itu tak benar-benar Anda kuasai, lewatilah rute yang lebih dikenal atau ramai. Dengan begitu, Anda bisa memprediksi titik aman mana saja yang bisa dihampiri jika sesuatu terjadi.


Gunakan Safety Riding Lengkap


Begal atau para pelaku kejahatan seringkali bertindak di luar nalar. Mereka bisa saja mendorong atau melakukan tindakan yang membuat Anda terluka. Misalnya terjatuh, terkena benda tajam atau lainnya. Di situlah peran penting peranti safety riding. Helm fullface, contohnya, melindungi kepala jika kena benturan aspal atau benda keras. Sarung tangan tebal, jaket serta celana panjang juga bisa mengurangi luka akibat tindakan kekerasan tadi.


Jauhi Kendaraan yang Mencurigakan


Sulit memang untuk mendeskripsikan kriteria pengendara yang dimaksud secara konkret. Tapi para pemotor biasanya bisa melihat gelagatnya. Misal menjalankan motor ugal-ugalan, tak menggunakan helm atau terlihat membawa senjata tajam. Jika perasaan sudah tak nyaman, sebisa mungkin jangan berdekatan dengan mereka. Carilah titik aman terdekat layaknya mini market, kantor polisi, rumah sakit atau tempat apapun yang masih ramai.


Waspada Selama Berkendara


Salah satu kebiasaan buruk pengendara motor, menggunakan earphone dan memutar musik cukup kencang. Hal ini jelas membuat fokus terpecah dan membuat Anda jadi tidak peka dengan sekitar. Selain berbahaya bagi orang lain, hal inipun bisa berdampak ke diri sendiri. Saat ada kendaraan yang berusaha mendekat dan “usil”, bisa jadi tak disadari. Pandangan juga perlu fokus. Kadang helm tanpa kaca membuat penglihatan kurang baik akibat debu yang masuk. Ada baiknya, gunakan helm berkaca agar fokus berkendara tak terganggu.


Setelah itu, waspada juga dengan barang bawaan. Benda “mencolok” baiknya sembunyikan di dalam tas atau dalam wadah yang tak tembus pandang. Supaya tidak mengundang niat pelaku kejahatan. Kepekaan sekitar tentu sangat dibutuhkan. Jangan mengundang dengan bermanuver ugal-ugalan atau tindakan yang memancing emosi pengendara lain. (Hel/Odi)


Baca Juga: Tips Mengendarai Motor Off-Road

kali dibagikan

Promo Populer di Jakarta Selatan

Video Motor Terbaru di Oto
  • Honda ADV 150 vs Yamaha NMAX | Bike...
    • 20 Agt, 2019
    •  
  • Lambretta V125 Special | Test Ride | Klasik,...
    • 14 Agt, 2019
    •  
  • Honda Monkey | First Impression | Berapa Harganya...
    • 25 Jul, 2019
    •  
  • EC-GO2 | First Impression | Sepeda Listrik Rasa...
    • 24 Jul, 2019
    •  
  • Benelli Leoncino 250 | First Impression | Scrambler...
    • 23 Jul, 2019
    •  
  • Honda ADV 150 | First Ride | Beda...
    • 23 Jul, 2019
    •  

Motor Populer

  • Populer
  • Terbaru
  • Yang Akan Datang
  • Komparasi