Mau Mobil Anda Cepat Laku Terjual di Online? Lakukan 6 Hal Ini

Mau Mobil Anda Cepat Laku Terjual di Online? Lakukan 6 Hal Ini

Perkembangan, tren dan situasi mempengaruhi banyak hal. Termasuk cara membeli dan menjual mobil bekas. Dulu, kalau kita ingin menjual mobil ada beberapa cara misal dengan memasang iklan baris di surat kabar yang terbatas oleh jumlah karakter. Atau dari mulut ke mulut. Atau bisa juga melakukan transaksi langsung dengan pedagang mobil bekas (mobkas). Meski dengan cara ini resikonya adalah nilai jualnya yang lebih rendah.

Sekarang? Kita sudah tak lagi menggunakan iklan baris untuk menjual mobil. Menjual dari mulut ke mulut atau ke pedagang mobkas mungkin masih banyak dilakukan. Tapi ada cara lain yang lebih dahsyat, yakni menampilkan iklan pada bursa jual beli online yang bebas biaya dan dapat dilihat oleh banyak orang. Cara ini memiliki strategi khusus, supaya bisa laku.

Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan agar mobil yang Anda iklankan menarik bagi calon pembeli. Mau tahu kan apa aja?

1. Tampilkan Spesifikasi Umum

Pertama tampilkan identitas mobil yang mau dijual. Data ini dapat Anda temukan di lembar Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). Di awali dari merek, tipe, tahun pembuatan, warna bodi, kapasitas mesin, jenis bahan bakar dan tahun registrasinya. Apakah hal tersebut penting? Ya, karena calon konsumen mencari informasi dasar mobil idamannya lebih dahulu. Biasanya informasi dasar teresbut pun menjadi informasi penting yang wajib Anda input di aplikasi penjualan mobil bekas yang Anda gunakan.

Di samping itu, jenis varian dan pola transmisi perlu dipajang dalam iklan. Pasalnya setiap varian mobil mempunyai pasaran harga yang berbeda, hal ini pun berlaku untuk pilihan transmisi. Misalnya kasta tertinggi dari mobil, pastinya harga jual bekasnya lebih tinggi daripada varian standarnya dengan tahun yang sama, karena kelengkapannya lebih banyak.

2. Kelengkapan Dokumen

Setelah menampilkan spesifikasi umum mobil yang mau dijual, berikutnya surat-surat legalitas. Anda dapat menuliskan istilah 'tangan pertama' yang mengartikan bahwa mobil yang dijual masih atas nama pemilik pertama pada Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) nya dan 'tangan kedua' jika mobil sudah pernah berganti nama kepemilikan satu kali. Karena pertanyaan ini sering ditanyakan oleh konsumen untuk memastikan keabsahannya.

Selain itu, pada STNK, Anda juga perlu menginformasikan sisa waktu dari pajak tahunan mobil. Masalahnya, beberapa konsumen tidak ingin mengeluarkan tambahan biaya untuk memperpanjang pajak tahunan. Agar menarik, ada baiknya jangka waktu tersisa pajak itu tersisa beberapa bulan sehingga dituliskan 'Pajak Panjang'. Perlu diingat juga, untuk menuliskan informasi bahwa nomor rangka dan nomor mesin sesuai dengan STNK dan BPKB. Bila ingin menyingkatkan cukup menuliskan 'Nomor Rangka dan Nomor Mesin Akur'.

Baca juga: Perhatikan Hal-Hal Ini Saat Membeli Mobil Pertama Kali Agar Maksimal

Tips car

3. Kondisi Kendaraan

Kemudian deskripsikan kondisi kendaraan. Ada beberapa poin penting yang perlu dibahas. Pertama odometer, jarak tempuh kendaraan dalam satuan kilometer. Kedua, keadaan bodi mobil apakah ada baret, penyok, bermasalah, atau mungkin semua dalam kondisi segar, karena memang jarang digunakan atau sehabis keluar dari bengkel asuransi. Di posisi terakhir adalah keadaan ban. Ya, kulit bundar ini merupakan komponen di kendaraan yang dapat habis, baik karena pemakaian dan masa pakainya.

Supaya memudahkan, angka odometer yang dimaksud tampil di cluster meter yang tidak bisa direset manual. Anda bisa meminjam istilah 'keep going'. Kemudian untuk kondisi ban bisa menggunakan persentase, agar calon pembeli dapat memperkirakan waktu pergantiannya.

4. Penjelasan Fitur Umum

Setidaknya ada beberapa fitur umum kendaraan yang sudah menjadi singkatan bagi kaum awam. Untuk mengetahuinya Anda bisa membrowsing laman website dari brand mobil tersebut atau merujuk dari brosurnya. Dalam rangka menghemat waktu dan mempercepat waktu orang melihat iklan mobil Anda, silahkan untuk menyingkatnya. Akan tetapi tidak semuanya bisa disingkat. Anda tidak perlu menumpahkan segala macam informasi yang ada di brosur atau website ke dalam halaman jualan. Karena akan membuang waktu dan dapat membuat calon pembeli kehabisan waktu serta menjadi bingung.

Istilah fitur yang umumnya disingkat dan dapat digunakan seperti PW dari Power Window, PS untuk power steering, CL dari Central Lock, AC dari pendingin udara, DB dari double blower, ABS untuk sistem deselerasi Anti-lock Braking System, AT dari transmisi otomatis, MT untuk transmisi manual dan lainnya.

Baca juga: Ini 6 Keuntungan Perawatan Mobil dengan Menggunakan Spare Parts Asli

Mitsubishi Pajero Sport

5. Foto Yang Deskriptif

Ada pameo yang mengatakan, 'Foto dapat mendeskripsikan lebih banyak dibandingkan kata-kata'. Ini merupakan pernyataan yang tepat, apalagi saat Anda ingin menjual mobil via bursa online. Dengan pendekatan ini, calon konsumen bisa mengetahui bagaimana kondisi dan tampilannya. Sayangnya, pada poin ini, masih banyak yang menganggapnya urusan sepele. Ada yang foto dengan kondisi berjejer kendaraan lain, ada yang hanya memberikan satu foto dan juga foto dalam posisi yang 'kurang fokus'. Jadi seperti apa idealnya?

Ketika difoto, pastikan mobil dalam keadaan bersih dan mendapatkan cahaya memadai. Tidak perlu banyak foto karena bukan album kenangan, setidaknya 4 foto sudah cukup. Sudut pertama adalah bagian depan dengan posisi menyerong yang memperlihatkan bagian muka hingga buritan, lalu keduanya, bodi samping dan ketiga sektor belakangnya. Nah yang keempat ialah gambar dashboard keseluruhan. Dengan begitu bisa menggambarkan lebih komprehensif.

6. Harga Jual Reasonable

Salah satu penentu kesuksesan Anda dalam menjual mobil adalah banderolnya. Bila kemahalan, pasti sukar lakunya, tetapi kalau kemurahan, calon konsumen bisa curiga apakah mobil ini adalah masalah ke depannya. Alangkah bijaknya, sebelum menuliskan harganya, Anda melakukan survei pasar terlebih dulu. Caranya dengan membandingkan mobil dan tahun yang sama serta spesifikasi umumnya, lalu perhatikan rentang harga yang tampil. Ini bisa dilakukan dengan browsing di Internet, melihat iklan baris di koran atau berkunjung ke sentra penjualan mobil bekas.

Ketika sudah menemukan harga yang sesuai, silahkan Anda tuliskan dan jangan lupa untuk menyediakan opsi nego (harga bisa dinegosiasi). Dengan begitu, kemungkinan calon pembeli yang menghubungi akan lebih besar karena memberikan peluang untuk turun harga tipis-tipis. Serta ada baiknya memaparkan apa saja yang akan didapatkan, seperti perlengkapan standar sampai perlindungan asuransi atau garansi yang masih berlaku. Sehingga, semakin 'worth it' banderol harga jual mobil yang Anda inginkan. (RS/Raju)

Baca juga: 6 Langkah Bikin Harga Jual Kembali Kendaraan Anda Tetap Tinggi

Coronavirus

Anda mungkin juga tertarik

  • Yang Akan Datang

Video Mobil Terbaru di Oto

Oto
Tonton Video Mobil