Begini Cara Kaca Film Meningkatkan Efisiensi Energi Mobil

Begini Cara Kaca Film Meningkatkan Efisiensi Energi Mobil

Kaca film diklaim bisa meningkatkan efisiensi baik di mobil konvensional maupun listrik. Namun bagaimana caranya? Bukankah ia hanyalah material yang terpasang di kaca, dan tidak berhubungan langsung dengan mesin atau komponen lainnya. Ternyata masih ada hubungannya, yakni dalam proses menjaga suhu.

Ya, suhu di kabin seperti kita tahu, memang dijaga oleh komponen AC. Mesin yang bertugas memompa udara dingin ke kabin, adalah kompresor. Nah, kompresor inilah yang berhubungan ke mesin ataupun dengan komponen lain di mobil listrik. Semakin panas suhu di kabin, maka kompresor akan bekerja lebih keras, dan turut menambah kerja mesin.

v-kool

Sebaliknya, jika suhu di kabin sudah lebih adem atau sejuk, maka kompresor akan bekerja lebih ringan dan mesin atau komponen mobil listrik tidak terbebani. Di sinilah kaca film menunaikan tugasnya. Hal ini dijelaskan Head of After Sales Service Div. PT. V-KOOL Indo Lestari, Billy Susanto dalam keterangan tertulisnya, "kalau kita pakai kaca film, mobil kita bisa lebih adem atau dingin. Kalau suhu kabin sudah dingin. AC tidak perlu dipasang di posisi suhu yang dingin, yang membuat kompresor AC terus-menerus bekerja sehingga mengurangi efisiensi.”

Karena dalam mobil lebih sejuk dibandingkan tidak pakai kaca film, maka penggunaan AC pun bisa diminimalisir. Dengan catatan, kalau sudah pakai kaca film dan keadaan kabin lebih adem, AC tidak perlu diset maksimal dinginnya. Kalau AC diset kecil, maka konsumsi bahan bakar pun lebih irit.

"Jadi kita punya AC kan tidak perlu full blast, full maksimal untuk me-maintenance temperatur yang kita nyaman," kata Billy. Memilih kaca film juga ujarnya bukan sekadar gelap semata agar bisa bekerja maksimal mendinginkan kabin.

“Anggapan semakin gelap kaca film maka semakin menolak panas, sejatinya lahir karena mispersepsi dalam membedakan antara panas dengan silau. Panas matahari akan dirasakan melalui sengatan perih ke kulit atau timbulnya hawa panas, sementara silau adalah cahaya yang masuk dan diteruskan ke dalam ruang kabin yang tidak membawa energi panas menyegat,” ungkap Billy.

Silau, mungkin bisa dicegah dengan kaca yang sekadar gelap. Namun tidak demikian dengan panas dari suhu luar. Kaca film dengan kadar gelap 20 persen pun, kalau material yang dipakai memang mampu menolak sinar Infra red (IR) dan ultra violet (UV) cukup bagus, bisa tetap tahan panas.

V-Kool Limited Edition

Salah satu produsen kaca film yang komitmen dengan tingkat kejernihan baik dan kemampuan menolak panas tinggi namun visibilitas bagus, terdapat di semua jajaran kaca film V-Kool yang menggunakan teknologi spectrally selective. Untuk kaca depan bisa digunakan kaca film dengan kejernihan terbaik seperti VK702 , dengan tingkat kegelapan 20 persen.

Cahaya yang masuk akan banyak, tapi panas menyengat tidak akan terasa sehingga kabin akan terasa sejuk. Hal ini disebabkan karena VK70 akan meneruskan 70 persen cahaya tampak matahari (VLT) namun menolak 94% sinar infra merah penyebab panas.

Sementara itu, jika memakai kaca film non merek dengan kegelapan 80 persen, silau atau cahaya tidak akan masuk, tapi hawa panas akan tetap terasa menyengat kulit serta pandangan berkendara akan terganggu karena kaca depan yang terlalu gelap.

Untuk kaca samping dan belakang, bisa memakai kaca film lebih gelap. Hal ini untuk sisi keamanan dan juga privasi. Jika Anda menggunakan kaca film dengan tingkat kegelapan 60 persen hingga 80 persen, pandangan dari luar masih terjaga karena dari luar kaca film ini tetap gelap sehingga orang jahat tidak bisa leluasa mengintip isi mobil.

Tentang V-Kool

Kemampuan V-Kool telah diuji oleh Curtin University Australia yang menyimpulkan bahwa V-Kool bisa menurunkan temperatur kabin 10-12 derajat setelah terparkir di bawah matahari selama 5 jam. Teknologi V-Kool juga telah terbukti meningkatkan efisensi bahan bakar sebesar 3 persen berkaitan dengan pengurangan beban penyejuk udara.

Lalu sebesar apa efek penggunaan kaca film berkualitas bagus untuk mobil listrik? Pertanyaan ini tentu menarik untuk dicari tahu jawabannya. Namun jika meninjau konsumsi energi dari sistem pendingin kabin, tentu kembali lagi ke teknologi yang digunakan komponen AC-nya. Jika sama dengan teknologi di mobil konvensional, maka energi yang dikonsumsi juga akan sama. (Van)

Baca Juga: Cara Memilih Car Cover untuk Mobil Anda