jakarta-selatan

Road Test (Part-2): Melihat Realita Honda ADV150

  • 19 Agt, 2019
  • 1690 Kali Dilihat

Sisi 'Magis' Honda ADV150 sudah kami ulas di rangkaian pertama. Pada tulisan awal, kami sajikan bagaimana aksinya di jalanan licin pascahujan. Bermanuver pasti, maupun performa di medan menanjak. Kini kami bawa Anda ke realita. Bagaimana tingkahnya di perkotaan.


Bagian 2- Kembali ke Realita



Pihak Astra Motor Bali sebagai penyelenggara lokal, apik menentukan rute. Pada etape ini rombongan dapat kesempatan memeras seluruh tenaga Honda ADV di jalan yang relatif lurus dan lengang. Lepas dari Kintamani, setelah menyusuri pesawahan di Bangli, kami tiba di Bypass IB Mantra.


Kalau Anda belum tahu, jl. Prof Ida Bagus Mantra di Pantai Timur Bali punya jalur yang sangat lebar. Tak kurang 30 meter terbentang dari sisi kiri ke kanan. Ada dua jalur yang dipisahkan separator lebar, masing-masing dua lajur disertai lintasan darurat.


Jalur pun dibuka kepolisian setempat yang memimpin rombongan. Di tengah kawalan, kami dibolehkan ngegas ADV. Road captain mengibaskan tangan kirinya yang berarti boleh meningkatkan kecepatan. Di jalan dengan panjang hampir 20 km itu, kami kuras habis-habisan tenaganya.


Walau bobot tubuh 110 kg, dengan aneka peralatan video tersimpan di bagasi, nyatanya ADV masih bisa membuat adrenalin kami mengalir. Di tengah sulitnya memantau panel instrumen karena cahaya sore yang menyiram, angka 114 km/jam tercatat. Kecepatan segitu memang tak begitu mudah didapatkan. Sangat terasa grafik tenaga ADV150 begitu linear. Di putaran tengah ke atas, butuh waktu untuk mengail tenaganya.


Kalau saja tubuh ini lebih kurus, dan posisi riding bisa lebih aerodinamis, harusnya hasilnya bisa lebih baik. Namun justru dengan postur seperti ini, harusnya tersimulasikan kondisi dua orang dewasa berpasangan yang harus diangkut ADV tunggangan saya. Toh bobot pria kebanyakan 60-70 kg dan wanita 40-50 kg.


Oh ya, saya tak sekali dua kali mencatat kecepatan setinggi itu. Maklum, 20 km dengan hanya beberapa persimpangan membuat kami tak segan membetot gas. Sokongan suspensi yang sangat stabil, seolah menggelitik kami untuk terus menerus memacu kencang.


Di ujung rute, kemacetan sudah menyambut. Maklum, itu adalah Jumat sore dan kami menuju pusat kota Denpasar. Beruntung, saya berada di rombongan pertama. Di rombongan ini ada road captain yang mengenal betul jalur di Bali. Mengekor adalah Toshiyuki Inuma (Presiden Direktur PT Astra Honda Motor) dan Mutsuo Usui (Direktur Marketing AHM). Saya membuntuti mereka.


Tentu karena model perjalanan touring, saya tak boleh melewati road captain. Menyalip orang di depan juga sebuah pantangan. Termasuk mengambil manuver-manuver yang sedikit nyeleneh.


Beruntung orang nomor 1 di AHM malah menyontohkan. Di tengah kemacetan, ia memaksa Honda ADV150 meliuk-liuk. Pastinya ia ingin tahu, bagaimana laku skutik ini setelah suspensinya disiksa di medan sebelumnya. Sayapun mengikuti manuvernya. Benar saja. Skuter ini tetap lincah.


Sempat terpikir kestabilan suspensinya saat bermanuver di kecepatan tinggi, dikompromikan dengan absennya kenyamanan di perkotaan. Nyatanya suspensi belakang dengan per triple rate memang akomodatif untuk berbagai moda.


Ia tetap empuk dipaksa meliuk di ruang sempit. Tambah lagi stang sangat apik jangkauannya, sehingga sangat mudah mengatur kendali di tengah kemacetan Bali menuju finish.



Torsinya yang sedikit lebih tinggi dari PCX, juga berimbas positif di kondisi ini. Motor tetap responsif untuk diajak stop and go. Sebagai penutup, kami ingin menjabarkan satu hal lagi.


Ya, setelah dibawa bermanuver di medan menanjak ke Kintamani, dikuras habis tenaganya saat dipacu kencang di Bypass, total 190 km perjalanan dilalui. Angka 43kpl ditunjukkan Multi Information Display (MID) ADV150. Bagi kami angka itu sangat irit. Beberapa peserta malah ada yang tembus 50 kpl.


Memang butuh pembuktian yang lebih metodologis. Praktik full to full harusnya bisa mengklarifikasi hasil ini. Namun begitulah performa motor Honda. Irit bahan bakar!


Hal ini menyadarkan kami pada realita. Bahwa Honda menyajikan motor yang memang sudah jadi resep andalannya. Kendaraan irit bahan bakar. Dipaketkan dalam motor kelas premium, berbalut desain yang membuatnya bisa menjelajah lebih jauh. (Van)


Baca Juga: ECGO Bike 2, Solusi Motor Listrik Jarak Pendek

Galeri

kali dibagikan

Promo Populer di Jakarta Selatan

Video Honda ADV 150

Lihat video terbaru Honda ADV 150 untuk mengetahui bagaiamana mesin, desain, konsumsi BBM, performa & lainnya.

Motor Honda Pilihan

  • Populer
  • Komparasi