jakarta-selatan

Nissan Terra: Usaha Menjegal Mitsubishi Pajero Sport dan Toyota Fortuner

  • 20 Mei, 2019
  • 3218 Kali Dilihat



Selasa 14 Mei 2019, Nissan Terra ini kami lesatkan di jalan tol Cikampek-Palimanan, tujuan akhir pintu tol di Tegal, Jawa Tengah. Sambil menunggu buka puasa, menikmati lowongnya tol trans Jawa di hari biasa. Mengapa di jalan tol? Ada dua hal.


Nissan Terra


 


Pertama, karena ini Nissan Terra tipe VL penggerak 4x2, maka kemampuannya agak terbatas. Maksimal medan off road ringan, seperti yang Anda lihat di beberapa foto ini. Meski begitu, banjir musiman di Jakarta harusnya aman dilewati karena ground clearance setinggi 225 mm. Untuk informasi, harga mobil ini adalah Rp 524 Juta (OTR Jakarta).


Kedua, kami ingin menguji sesuatu yang menarik di balik kulitnya. Bukan interior, karena apa yang ada di kabin Nissan Terra, ada di interior Pajero Sport maupun Fortuner. Mesin dan penggeraknya yang jadi andalan. Sadar kalau fitur SUV besar kelas menengah macam ini bersaing ketat, Nissan mengedepankan mesin 2,5 liter turbodiesel empat silinder, bertenaga 190 ps. Di kelasnya, inilah SUV paling bertenaga, diikuti Pajero Sport dengan 181 ps dan Fortuner 164 ps. Transmisinya 7-speed, yang mengantar tenaga ke roda belakang.


Mesin Nissan TErra


Hal menarik lain adalah platform. Lagi-lagi, seperti dua kompetitornya, Terra berbagi platform dengan double cabin. Tepatnya Nissan Navara. Platform ini terkenal tangguh di medan offroad berat, sekaligus nyaman di jalanan aspal. Karena itu juga, Mercedes-Benz memanfaatkannya dan menghasilkan X-Class, double cabin pertama pabrikan Jerman itu. Jadi kalau Anda beli Terra, boleh bangga karena masih saudara dengan salah satu produk Mercedes-Benz. Jadi, apakah rasanya senyaman Mercy?


Pengendaraan & Pengendalian


Tidak juga. Rasanya tidak jauh dari Mitsubishi Pajero Sport ataupun Toyota Fortuner. Sesuatu yang agak mengecewakan karena ekspektasinya lebih tinggi dari itu. Padahal, suspensi belakangnya sudah multi link. Mungkin karena kami pernah mencoba Navara dan sangat puas. Limbung? Pasti. Ini karena mobilnya tinggi. Tapi manuver pada kecepatan 60 km/jam masih bisa diterima dengan baik.



Suspensi Terra terasa bekerja keras saat melaju di kecepatan 100 km/jam. Hasilnya, peredaman memang tidak membuat mual, tapi pengemudinya jadi lebih waspada. Salah satu efek mobil dengan chassis ladder ya seperti ini. Makanya, efek yang sama, juga bisa Anda rasakan di dua kompetitor dekatnya. Toh ini tidak menghalangi kami untuk melaju 120 km/jam, dan pasang cruise control. Dengan kecepatan yang konstan, kami bisa jadi lebih memperhatikan kelebihan yang ada di mobil ini.


Yang paling kentara suara mesinnya. Saat pertama dihidupkan dan berjalan pada putaran mesin rendah (idle hingga 1.500 rpm), gemeretak khas diesel mampir ke kabin dengan jelas. Mengganggu? Kalau Anda sadar, ya. Tapi masih bisa ditutupi dengan suara dari sistem audio. Hal berbeda saat jantung mekanis ini berputar di atas 2.000 rpm. Segalanya jadi hening. Yang tersisa hanyalah suara artikulasi ban, plus sedikit deruman suara angin yang menabrak spion. Kombinasikan hal ini dengan transmisi yang halus dan responsif. Ini juga yang bikin kami terlena dan speedometer mencolek angka 170 km/jam saat rute balik ke Jakarta di malam hari.



Hal lain yang baru disadari, setirnya terasa berat di berbagai tingkat kecepatan. Kami tidak keberatan saat di kecepatan tinggi. Tapi waktu parkir perlu usaha ekstra. Untungnya, momen parkir bisa jadi lebih mudah karena Nissan memberikan paket fitur bantu Intelligent Mobility.


Selain sensor, hasil tangkapan kamera dimunculkan pada kaca spion tengah. Awalnya perlu pembiasaan, tapi lama-lama terbiasa. Bahkan cukup presisi, layaknya cermin biasa. Saat parkir, tampilan kamera bertambah dengan around view monitor dan kamera mundur. Kalau merasa tidak nyaman dengan teknologi ini, kamera bisa dimatikan dan berubah jadi spion biasa.


Kenyamanan


Nissan Terra sangat berbaik hati memanjakan penumpangnya. Jok berbalut kulit tersedia untuk semua baris. Kami juga angkat jempol untuk kelegaan kaki baris kedua. Baris ketiga juga cukup mengakomodir meski ruang kakinya tidak bisa dibanggakan. Lagi-lagi, ini mirip dengan Pajero Sport atau Toyota Fortuner. Meski begitu, lebarnya jok di tempat ini memberikan efek lega.


Jok nissan terra


Kenyamanan penumpang belakang juga dilengkapi monitor di plafon sebagai bagian dari paket multimedia Nissan Terra. Tentunya, dikendalikan dari head unit Kenwood di depan. Jujur, kami tidak keberatan dengan head unit ini. Selain mudah digunakan, juga responsif saat dioperasikan. Masalahnya, beberapa tombol yang masih tepasang di frame head unit, membuat tampilannya jadi kurang rapi.


Di bawahnya, tampilan AC sudah digital dan punya kemampuan dual zone, plus tombol kendali blower AC belakang.


Dashboard nissan terra


Untuk pengemudi, tatanan dashboardnya sudah cukup ergonomis. Segalanya mudah diraih dan dimengerti. Tombol audio di setir sangat membantu mengoperasikan sistem multimedia. AC pun tinggal tekan tombol Auto, embusannya menyesuaikan temperatur yang kita tetapkan.


Satu hal yang harus kami kritisi, dan ini berlaku untuk semua mobil yang menggunakan aksen krom di seputar tuas transmisi. Saat siang hari, aksen ini memantulkan sinar matahari dan bisa mengganggu pengemudi.


Kesimpulan


Jadi apakah Nissan Terra memuaskan? Untuk menjawabnya, kami harus bertanya balik. Anda puas dengan Mitsubishi Pajero Sport dan Toyota Fortuner? Kalau ya, Anda juga pasti suka dengan Terra. Bagi kami, bagian yang paling disukai, ya mesin dan sistem penggeraknya. Tenaga dan torsi besar ditambah pengantaran daya mesin yang halus, membuat mobil ini enak dikemudikan.



Sementara untuk penumpang, meski bantingannya agak terasa di berbagai tingkat kecepatan, tapi masih bisa dibuat nyaman dengan interior yang lega dan fitur yang berlimpah. Persis seperti dua kompetitornya.


Sulit memang memiliki sesuatu yang berbeda dari mobil berplatform ladder frame. Perlu banyak usaha untuk membuat nyaman dan ujung-ujungnya, rasanya sama. Untung Nissan masih punya mesin dan transmisi yang lebih menonjol.



Konsumsi BBM? Dengan PertaDEX dan jarak tempuh sekitar 500 km, menurut MID konsumsi solarnya 11,65 km/liter. Standar. (DDN/IND)


Baca Juga: Pilihan SUV seharga Rp 500 jutaan

kali dibagikan

Harga dan Promo Varian Terra

  • 2.5L 4x2 VL AT | Rp524 Juta (OTR)
    DP (mulai dari) Rp38,45 Juta
    Angsuran Rp16,15 Juta
    Tenor 45 Months
    Lihat Promo

Video Nissan Terra

Lihat video terbaru Nissan Terra untuk mengetahui interior, eksterior, performa, dan lainnya.

Mobil Nissan Pilihan

  • Populer
  • Yang Akan Datang
  • Komparasi