First Drive Hyundai Palisade, Pilihan Baru Bagi Penikmat Premium SUV

First Drive Hyundai Palisade, Pilihan Baru Bagi Penikmat Premium SUV
Gambar
Review Pengguna

Hyundai memperluas jajarannya di segmen Sport Utility Vehicle (SUV). Meski mengawali gebrakannya dengan memperkenalkan mobil-mobil listrik seperti Ioniq dan Kona, tapi bukan berarti pabrikan Korea itu melupakan segmen andalannya. Sebelumnya Hyundai punya Kona, Tucson dan Santa Fe yang sudah dikenal publik Tanah Air. Kini, Hyundai melengkapinya dengan menghadirkan Palisade.

Inilah kakak tertua di keluarga SUV Hyundai. Para miliarder di Indonesia mendapatkan pilihan baru untuk SUV mewah. Selain dimensinya yang lebih ebsar dari rata-rata SUV pabrikan Asia yang ada di pasar, harga tertinggi Palisade juga sudah menembus RP 1 miliar lebih. Jadi wajar kalau Palisade akan lebih cocok disebut sebagai mobil orang kaya.

Hyundai ingin bermain di kelas SUV yang satu tingkat di atas Santa Fe, yang di Indonesia bersaing dengan Mitsubishi Pajero Sport dan Toyota Fortuner. Pasar di segmen ini bisa dibilang didominasi oleh dua mode lansiran pabrikan Jepang tadi. Melihat potensi segmen yang belum banyak diisi oleh pabrikan pemain lama, akhirnya Hyundai Palisade resmi diluncurkan di Indonesia pada Desember 2020 lalu.

Awalnya, Palisade ditujukan kepada pasar Amerika Serikat yang memang tipikalnya doyan SUV tiga baris berdimensi besar dan bertampang ‘extra’. Seperti tradisinya, Hyundai mengembangkan Palisade disertai kembarannya dari Kia, yaitu Telluride. Menggunakan platform, range varian mesin, dan teknologi seragam, Palisade dan Telluride hanya dipisahkan oleh bahasa desain masing-masing pabrikan.

Hyundai Palisade

Untuk pasar Indonesia, Palisade ditawarkan dalam 3 varian. Masing-masing dipasarkan dengan banderol (OTR Jakarta) termurah (Prime) Rp 777 juta, lalu varian tengah Signature Rp 888 juta dan varian termahal Signature AWD Rp 1,078 miliar. Datangnya Palisade ke Indonesia bisa memberikan alternatif SUV keluarga untuk berkendara dengan nyaman, jika Toyota Land Cruiser dirasa terlalu mahal. Nama lain yang bisa dianggap sebagai pesaing adalah Mazda CX-9, BMW X7, Mercedes-Benz GLS, Lexus LX570, dan Audi Q7.

PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) belum lama ini mengajak kami untuk merasakan Palisade dalam sebuah perjalanan test drive. Pada 29 Januari 2021 lalu, kami ikut dalam rangkain media test drive Hyundai Palisade, yang digelar dengan rute Jakarta – Bogor – Jakarta dalam sehari. HMID mengajak untuk merasakan performa dan kenyamanan Palisade yang turut didukung oleh fitur-fitur modern nan canggih.

Berhubung kondisi di Jakarta dan Indonesia yang belum reda dari pandemi, test drive dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan ketat. Tidak banyak peserta dari awak media yang ikut dalam acara ini, disediakan 5 unit Palisade, masing-masing mobil diisi oleh hanya dua orang. Singkat cerita, perjalanan diawali dari kawasan Senayan, Jakarta, di Jumat pagi yang mendung.

Beruntung karena Jakarta masih dalam masa PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat), jadinya lalu lintas pusat kota yang biasanya padat dalam kondisi normal, justru sangat lancar. Meski Palisade dirancang untuk memanjakan penumpang, saya pilih untuk menyetir di awal test drive ini. Kebetulan juga saya lebih suka menyetir di pagi dan siang hari, energi fisik masih prima.

Baca juga: Kelebihan SUV Hyundai Palisade, Senjata Lawan Pesaingnya

Hyundai Palisade

Mode Berkendara

Tidak lama perjalanan dilakukan sambil merasakan lalu lintas dalam kota yang cukup lengang, karena dari Jalan Sudirman kami diarahkan untuk masuk ke Tol Dalam Kota ke arah timur. Dengan kondisi lalu lintas yang relatif sama, perjalanan di tol bisa dilakukan dengan kecepatan cruising dan konstan. Oh iya, saya dan satu rekan semobil mendapatkan unit Palisade Signature, non-AWD.

Dari empat mode berkendara yang tersedia dalam sistem (Comfort, Eco, Sport, Smart), saya langsung pindahkan ke mode Smart. Saya ingin tahu secerdas apa sistem drivetrain memberikan pengendaraan yang optimal, setelah membaca gaya berkendara saya. Karena menggunakan tiga mode lainnya sudah terlalu biasa dan terprediksi. Dengan kombinasi tenaga 198 hp dan torsi 440 Nm, mesin empat silinder 2,2 liter CRDi merespons dengan karakter yang lembut saat diajak berakselerasi di tol.

Laju Palisade dalam kecepatan yang konservatif terasa tenang dan berwibawa, dengan ayunan suspensi yang kokoh dan lembut membuat kabin tidak banyak berguncang. Peredaman kabin yang setingkat di atas Santa Fe juga memberikan nuansa premium saat berkendara, bisa disejajarkan kiranya dengan BMW X5. Apalagi dengan respons kemudi yang cepat namun tenang, membuat feeling berkendaranya terkesan dewasa.

Hyundai Palisade dashboard

Kesan lapang untuk peripheral vision saya di kursi kemudi datang dari layout dashboard berwarna terang, disertai layar infotainment besar yang memanjang. Sudah tersedianya layanan Apple CarPlay tentu memudahkan akses informasi dan hiburan dari gadget iPhone, bahkan dengan koneksi wireless. Apalagi saat melihat tombol transmisi shift-by-wire yang menggantikan tuas konvensional, membuat kabin Palisade berada di kelas yang berbeda.

Di tengah perjalanan di jalan tol, saat masuk ke ruas Jagorawi lalu lintas menjadi lebih lancar. Penasaran dengan performanya, saya pindahkan mode berkendara ke Sport. Ya memang perilaku mesin menjadi lebih galak untuk berakselerasi, dan transmisi pun lebih cekatan saat berpindah gigi. Kita juga bisa manfaatkan paddle shifter kalau mau lebih menikmati esensi performanya. Tapi karena sistem tidak mengubah karakter suspensinya, jadi kenyamanan penumpang saat Palisade dipacu kencang tidak terkompromi.

Saya semakin menikmati nyamannya laju Palisade sepanjang jalan tol. Tapi belum sampai Bogor, kami diarahkan keluar tol ke bilangan Gunung Putri untuk kegiatan berkuda sesaat alias equestrian. Setidaknya kami bisa sedikit merasakan sepotong gaya hidup miliarder yang kiranya akan menjadi pembeli SUV bongsor ini.

Baca juga: Nilai Jual Hyundai Palisade yang Ditawarkan untuk Konsumen Indonesia

Hyundai Palisade jok

Nyaman dan Praktis

Jalan menuju area berkuda Anantya Riding Club melalui jalan yang cukup sempit dan berlubang. Sepertinya sengaja untuk membuktikan kenyamanan dan kepraktisan Palisade di lingkungan luar kota. Ya, kalau mau dibilang, kondisi jalan off road minor seperti ini tidak ada apa-apanya untuk Palisade, bahkan untuk city car sekalipun. Tapi setidaknya bisa menjawab seandainya ada yang meragukan Palisade.

Setelah berkuda dan rehat sejenak, perjalanan kami berlanjut ke arah Bogor kembali. Kebetulan hujan mulai turun saat perjalanan etape kedua ini. Meski lalu lintas di jalan tol masih lancar, saya pilih melaju santai untuk merasakan kembali kenyamanan yang ditawarkan rival dari Mazda CX-9 ini. Apalagi dengan kondisi hujan, semakin menuntut konsentrasi lebih untuk mengemudi.

Hujan semakin deras seiring kami mendekat ke arah Bogor. Dan dalam kondisi ini, saya bisa mengapresiasi sekali lagi insulasi kabin Palisade, yang membuat suara terpaan air hujan tidak terlalu terdengar ke dalam kabin. Padahal dengan kecepatan di atas 60 km/jam, biasanya paduan terpaan angin dan air hujan sudah bisa mengganggu ketenangan penumpang dalam perjalanan.

Hyundai Palisade

Keluar di Gerbang Tol Ciawi, kami tidak menuju arah Puncak, melainkan ke arah Pullman Hotel, tidak jauh dari exit tol. Menuju hotel tempat makan siang disajikan rute yang menanjak dan agak berliku. Di sini saya bisa bermain sedikit dengan torsi mesin Palisade yang tidak sulit untuk dikerahkan, dengan tinggal sedikit tekan pedal gas. Selebihnya, cukup mainkan putaran setir untuk mengajaknya bermanuver di rangkaian tikungan yang menanjak.

Setibanya di depan lobby hotel, rombongan Palisade berwarna hitam mencuri perhatian para pengunjung lainnya. Mungkin dikiranya SUV besar berwarna hitam semua seperti pasukan secret service yang mengawal orang penting. Setidaknya aura dari Palisade sudah terpancar.

Usai makan siang sambil menikmati pemandangan pegunungan disertai sedikit hujan, tim Hyundai mengajak kami lanjutkan agenda test drive. Etape berikutnya ini cukup menantang rutenya, menuju kawasan Bukit Sentul. Kami semua tidak berpindah dari Ciawi ke Sentul via jalur jalan tol, melainkan diarahkan ke jalan menuju Bukit Pelangi. Kalau pernah ke sana, pasti tahu bagaimana kondisi jalanannya, lumayan sempit dan berkelok.

Baca juga: Bedah Spesifikasi Varian Hyundai Palisade, Dari Fitur Sampai Performa

Hyundai Palisade

Handling

Menurut saya, inilah bagian terbaik dari seluruh rute perjalanan test drive bersama Palisade. Melintasi jalanan yang naik dan turun berturut-turut, disusul oleh rangkaian belokan mengalir, bahkan di antaranya beradius kecil, nyaris hairpin. Palisade tak kesulitan melewatinya. Ini cukup menghibur setelah berkendara di jalanan yang kondisinya normal, bahkan cenderung membosankan.

Di sini, saya tetap gunakan mode Smart, supaya sistem bisa memberikan rekomendasi karakter drivetrain yang paling optimal. Jujur, walaupun Palisade dimensinya terbilang besar, saya tidak khawatir memacunya meliuk di jalan sempit berliku, dengan lalu-lalang kendaraan lain dari arah berlawanan. Gampang untuk mengira-ngira dan posisikan mobil, mudah diprediksi, dan tanpa harus merasa khawatir.

Bukit Sentul menjadi pemberhentian terakhir rangakain test drive ini sebelum menuju Jakarta kembali. Sudah cukup puas merasakan karakter pengendalian Palisade, saya putuskan untuk pindah ke kursi penumpang mengakhiri perjalanan. Tentu saja, saya pilih duduk di kursi baris kedua, merasakan captain seat a la business class.

Hyundai Palisade

Akhir yang pas untuk perjalanan singkat ini. Dibandingkan MPV mewah yang ada selama ini, kursi baris kedua Palisade terasa memiliki ruang yang lebih lega. Apalagi dimensi joknya yang juga lebih besar, memberikan bidang area duduk yang lebih nyaman. Apalagi untuk yang tidak bisa lepas dari gadget, tersedia USB charger slot di balik setiap jok depan. Adanya fitur ventilated dan heated seat juga bisa semakin memanjakan kita selama perjalanan.

Sejenak selama menuju Jakarta kembali di jalan tol Jagorawi, saya rebahkan badan dan kepada ke jok sambil melihat langit dengan membuka cover panoramic roof. Syahdu sekali rasanya, apalagi sambil diiringi air hujan yang menimpa atap kaca Palisade. Seperti menjadi seorang eksekutif yang sedang diantar pulang usai beberapa meeting bersama rekanan seharian.

Ya bisa dibilang Palisade adalah cara Hyundai menawarkan nilai lebih sebuah kendaraan yang memiliki nilai kenyamanan, utilitas, kencanggihan dan kemewahan. Cukup cocok seandainya ingin dijadikan kendaraan para bos atau eksekutif yang ingin dimanjakan oleh kenyamanan dan kelengkapan fitur saat menjadi penumpang. Untuk membelinya saja, harga yang ditawarkan sudah menunjukkan statusnya yang setingkat lebih tinggi dari SUV bermesin diesel lainnya. (Why/Raju)

Baca juga: Empat Seleksi Model SUV/Crossover Sebagai Opsi dari Hyundai Palisade

Jelajahi Hyundai Palisade

Hyundai Palisade Rp 777 Juta - Rp 1,08 Milyar Cicilan : Rp 17,73 Juta

Bandingkan & Rekomendasi