Alasan Mitsubishi Dahulukan Peluncuran Xforce HEV, Bukan Xpander Hybrid di Indonesia
Mitsubishi kini memprioritaskan SUV hybrid (Xforce HEV) sebagai ujung tombak pasar ASEAN, termasuk Indonesia
Peluncuran Mitsubishi Xforce HEV di Tanah Air memunculkan satu pertanyaan besar. Mengapa Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) lebih dulu membawa SUV hybrid ini, bukan Xpander HEV yang justru telah lebih dulu dipasarkan di Thailand? Ada perubahan strategi global mereka. Kini menjadikan SUV sebagai tulang punggung pengembangan model di kawasan Asia Tenggara.
KEY TAKEAWAYS
Mengapa Mitsubishi meluncurkan Xforce HEV lebih dulu dibanding Xpander HEV?
Karena strategi global Mitsubishi kini memprioritaskan pengembangan SUV untuk pasar ASEAN. Xforce dipilih sebagai model pertama yang mendapat teknologi hybrid agar daya saingnya meningkat setelah dua tahun dipasarkan.Berapa target penjualan Mitsubishi Xforce HEV di Indonesia?
MMKSI menargetkan total penjualan Xforce ICE dan HEV mencapai sekitar 1.000 unit per bulan. Selain itu, Mitsubishi juga membidik sekitar 1.000 SPK Xforce selama penyelenggaraan GIIAS 2026.Atsushi Kurita, Presiden Direktur PT MMKSI menjelaskan. Arah ini sudah diumumkan Mitsubishi Motors melalui mid-term business plan pada Februari lalu. Di dalam strategi itu. Perusahaan menempatkan SUV sebagai produk utama yang akan diperkuat di kawasan Asia Tenggara. "Mitsubishi Motors sudah mengumumkan mid-term plan sekitar Februari lalu. Filosofinya adalah memperkuat produk di ASEAN sebagai produk SUV. Karena itu, bagi Mitsubishi Motors secara global, produk terbaik yang ditawarkan untuk pasar ASEAN adalah SUV hybrid dan model ICE," ujar Kurita.
SUV Hybrid Dinilai Paling Sesuai Kebutuhan Pasar ASEAN
Foto: OTOMenurut dia, strategi tersebut tidak hanya berlaku di Indonesia. Thailand maupun Filipina juga menjadi pasar prioritas untuk pengembangan lini hybrid Mitsubishi. Kurita mengatakan setiap kawasan memiliki karakter pasar berbeda. Di Eropa misalnya, Mitsubishi memanfaatkan sinergi bersama aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi untuk menawarkan beberapa model berbeda.
Namun di ASEAN, pendekatannya tidak sama. Mitsubishi melihat konsumen kawasan ini masih membutuhkan kendaraan bermesin pembakaran internal (ICE). Yakni dengan teknologi elektrifikasi (hybrid). Segmen SUV pun dinilai menjadi yang paling berkembang dalam beberapa tahun terakhir. "Untuk konsumen ASEAN, khususnya Indonesia, solusi yang kami lihat saat ini adalah SUV hybrid dan ICE. Tentu di negara lain bersama aliansi Mitsubishi Motors bisa memperkenalkan model berbeda. Tetapi untuk ASEAN, fokus kami memang hybrid dan ICE," jelas dia.
Xforce Dianggap Masih Punya Potensi Besar
Dengan kata lain, Xforce HEV bukan sekadar pelengkap lini produk. Mobil ini menjadi bagian dari strategi regional Mitsubishi untuk memperkuat posisi mereka di segmen SUV elektrifikasi. Alasan lain mengapa Mitsubishi memilih Xforce lebih dahulu juga berkaitan dengan perjalanan model ini di market nasional. Ia mengakui Mitsubishi ingin meningkatkan daya saing Xforce setelah dua tahun dipasarkan sejak 2023. Kehadiran sistem hybrid diharapkan menjadi penyempurna sekaligus menjawab berbagai masukan konsumen.
"Kenapa bukan Xpander? Karena setelah dua tahun meluncurkan Xforce pada 2023, kami ingin lebih serius mengembangkan Xforce agar semakin diterima masyarakat. Sesuai harapan yang disuarakan konsumen. Karena itu kami memulai dari Xforce hybrid terlebih dahulu," ungkap Kurita, di Kota Kasablanka.
Target Penjualan Naik Dua Kali Lipat
Foto: OTOJadi, strategi ini sekaligus menjadi upaya Mitsubishi memperkuat posisi Xforce di tengah persaingan SUV kompak 5-seater yang semakin ketat. Kedatangan trim hybrid juga diharapkan mampu mengerek penjualan Xforce secara signifikan. Sebelum mendapatkan teknologi elektrifikasi, penjualan Xforce ICE berada di bawah 500 unit per bulan. Setelah Xforce HEV resmi bergabung. MMKSI menaikkan target menjadi sekitar 1.000 unit setiap bulan dengan menggabungkan kontribusi varian bensin dan hybrid.
Optimisme itu juga dibawa menuju GIIAS 2026. Mitsubishi memasang target meraih sekitar 1.000 surat pemesanan kendaraan (SPK) untuk Xforce HEV selama pameran berlangsung. Hal ini menunjukkan peran penting model anyar dalam strategi bisnis mereka di Indonesia. Bisa memperluas pilihan kendaraan elektrifikasi. Termasuk menjadi model yang diharapkan mampu meningkatkan volume penjualan. Dan memperkuat citra merek Tiga Berlian di segmen SUV kompak 5-seater. (ALX)
Baca Juga:
Mitsubishi Xforce HEV Resmi Meluncur di Indonesia, Pakai Hybrid Generasi Baru
Kupas Detail All New Kia Seltos Motion, Tipe Tengah yang Paling Rasional?
Kia Ungkap Alasan All New Seltos Pakai Mesin 1.5 N.A dan Transmisi IVT, Bukan Turbo DCT
Jual mobil anda dengan harga terbaik
Pembeli asli yang terverifikasi
-
Jelajahi Mitsubishi XForce
Cerita Terkait Mitsubishi XForce
- Berita
- Artikel feature
- Review Redaksi
Model Mobil Mitsubishi
Jangan lewatkan
Promo Mitsubishi XForce, DP & Cicilan
IIMS 2026
Tren & Pembaruan Terbaru
- Terbaru
- Populer
Anda mungkin juga tertarik
- Berita
- Artikel feature
Mobil Unggulan Mitsubishi
- Yang Akan Datang
- Populer
Video Mobil Mitsubishi XForce Terbaru di Oto
Bandingkan & Rekomendasi
Mitsubishi XForce
Rp 390 - 445 Juta
Harga XForce
|
|
|
|
|
|
Jenis Bahan Bakar
Bensin
|
Bensin
|
Bensin
|
Bensin
|
Bensin
|
|
Mesin
1499
|
1497
|
1462
|
1496
|
1498
|
|
Tenaga
104
|
119
|
101
|
103
|
148
|
|
Torsi
141 Nm
|
145 Nm
|
130 Nm
|
136 Nm
|
220 Nm
|
|
Ground Clearance
222 mm
|
-
|
210 mm
|
-
|
-
|
|
Tempat Duduk
5
|
7
|
4
|
7
|
7
|
|
Jenis Transmisi
-
|
Manual
|
Manual
|
Manual
|
CVT
|
|
|
Tren SUV
- Terbaru
- Yang Akan Datang
- Populer
Artikel Mobil Mitsubishi XForce dari Carvaganza
Artikel Mobil Mitsubishi XForce dari Zigwheels
- Motovaganza
- Review