jakarta-selatan
kali dibagikan

Wajah Klasik Jantung Elektrik, Inspirasi Custom Honda S90

  • 10 Okt, 2019
  • 1456 Kali Dilihat

Budaya elektrifikasi roda dua makin nyata. Tak hanya dilakukan pabrikan besar, bahkan builder amatir pun ikut meramaikan dunia custom motor niremisi. Seperti yang dilakukan Aaron Laniosz, yang meracik Honda S90 klasik bertenaga listrik. Berkat motor ini, dirinya memenangi kontes tahunan yang digelar Deus. Mengalahkan 200 kontestan lain dengan modal total sebesar USD$ 929 saja.


Honda S90 Elektrik


“Inilah motor yang saya bangun pertama kali, walaupun sejak kecil sudah menyukai kultur dan desain sepeda motor. Kala itu, saya membelinya hanya seharga USD$ 40. Kondisinya mengenaskan, karat di mana-mana. Dari rupanya, seakan tak ada harapan bisa berjalan lagi,” ucapnya.


Di dalam apartemen, Laniosz mengerjakan semua ini. Benar-benar di sebelah tempat tidur dan dapur kecilnya. Karena itu, tak banyak alat yang ia gunakan. Tidak ada pemotongan rangka, tidak ada pembubutan maupun pengelasan. Seluruh bagian ditelanjangi hingga tersisa rangka. Karat-karat disapu bersih. Lantas dua kaleng cat semprot hitam doff pun dibubuhkan, setelah diberi warna dasar. Rupa yang tadinya menyedihkan, mulai berubah menunjukkan tajinya.


Sampai di situ, mungkin masih biasa saja. Yang menarik, ia tak lagi ingin mempertahankan mesin bakar lamanya. Semua itu ditanggalkan, ditukar dengan sebuah baterai sepeda listrik berkapasitas 48V 17Ah. Teknologi yang kontradiktif dengan motor 60an.


"Ini bukan kapasitas yang sangat kuat, tetapi saya sudah menghitung pasti. Untuk kebutuhan pergi ke tempat kerja dan beberapa titik yang saya kunjungi sehari-hari, sudah cukup. Untungnya lagi, tidak ada biaya bensin, pengisian daya hanya menyita sedikit biaya listrik,” tambahnya. Apa yang dilakukan cukup bijak. Laniosz tidak membuat sesuatu yang berlebih dari kebutuhannya. Motor dibuat fungsional dan tepat guna.



"Senjata rahasianya printer 3D dan keterampilan saya mengoperasikan CAD. Sepuluh bagian penting di motor dibuat pada 3D Carbon Fiber Filament. Seperti pemasangan motor listrik, baterai, jok dan lampu depan. Google dan Youtube pun jadi platform untuk mempelajari keseluruhannya,” pungkasnya.


Fisiknya tak banyak diubah. Tangki “biji nangka” yang khas itu tetap dipasang. Hanya saja, jok ala café racer dipasang mempertajam karakter motor. Stang yang melekuk terbalik pun semakin memperkuat tema yang diusung. Lantas lampu, dimodernisasi isiannya dengan sumber pencahayaan LED proyektor. Tapi, sedikit terlihat kopong karena ruang mesin yang sudah tak terpakai. Sumber tenaga dipasang persis di bawah gear yang berdimensi ringkas.


Untuk tetap legal di jalan raya, ia mengakalinya dengan membatasi kemampuan laju hingga 20 mph (32 kpj). Karena lebih dari itu, motor diwajibkan memiliki surat-surat oleh Pemerintah California, Amerika Serikat. Hingga semuanya selesai, biaya yang dihabiskan benar-benar hemat. “Harganya lebih murah dari sebuah motor listrik yang dijual di pasaran. Saya hanya menghabiskan USD$ 929,97 (Rp 13 jutaan) dalam catatan yang sangat terperinci,” tutupnya. (Hlm/Van)


Sumber: Bike Exif


Baca Juga: Benelli Leoncino 800, Sang Singa Terbuas 

Galeri

Promo Populer di Jakarta Selatan

Video Motor Terbaru di Oto
  • Kymco Like 150i | Test Ride | Gaya...
    • 31 Okt, 2019
    •  
  • Aprilia Shiver 2019 | First Ride | Naked...
    • 23 Okt, 2019
    •  
  • Yamaha MT 25 2019 | First Impression |...
    • 05 Okt, 2019
    •  
  • Vespa GTS Super Tech | First Impression |...
    • 26 Sep, 2019
    •  
  • Honda ADV 150 | Test Ride | Nanjak...
    • 07 Sep, 2019
    •  
  • Honda Genio | Bike Review | Ini kelebihan...
    • 30 Agt, 2019
    •  

Motor Populer

  • Populer
  • Terbaru
  • Yang Akan Datang
  • Komparasi