Beli Gesits G1 di IIMS Motobike Hybrid Show Ada Diskon Rp 750 Ribu

Beli Gesits G1 di IIMS Motobike Hybrid Show Ada Diskon Rp 750 Ribu

Gesits menjadi salah satu tenant di IIMS Motobike Hybrid Show 2020, bersama dua motor niremisi lainnya. Berbagai promosi menarik tentu menjadi paket pameran yang dihelat 4-13 Desember. Selama acara berlangsung, konsumen bakal mendapat potongan harga sekaligus kini bisa kostumisasi warna sesuai selera.

Dari harga Rp 27,5 juta OTR Jakarta, sang tenaga penjual mengatakan diskonnya rata di Rp 750 ribu. Artinya cukup membayar G1 senilai Rp 26,75 juta, termasuk surat-surat. Alias siap jalan. Delivery pun sudah bisa dilakukan beberapa hari setelah SPK. Berikut mendapat garansi baterai tiga tahun serta jaminan komponen kelistrikan setahun. Sebagai informasi, pajaknya hanya berkisar Rp 80 ribu setahun alias sangat-sangat ekonomis.

Booth Gesits tak cuma menawarkan harga promosi. Ada yang beda dari display biasanya, yakin G1 berkemas kuning dan bercat bunglon. Kita tahu warna standarnya hanya merah, putih dan hitam. Ternyata Anda kini bisa kostumisasi warna sesuai selera, dengan menambah dana.

Ya, untuk unit bercat metalik atau solid biasa seperti yang kuning, tambahannya mulai Rp 1,5 juta. Dan jika berniat mengemas dalam finishing bunglon, sedikit lebih mahal yakni RP 2,5 juta. Tentunya tampilan Gesits jadi makin ekspresif. Tidak monoton seperti pilihan standar pabrik. Lantas jangan khawatir, angka tambahan segitu sudah termasuk pengurusan data warna kendaraan dalam legalitas, jadi cukup bayar dan bawa pulang.

Gesits

Nah, G1 dijual dalam satu paket baterai. Ketika konsumen merasa butuh punya cadangan – entah demi memperpanjang jarak tempuh – atau sekadar berjaga-jaga kalau rusak, bisa membeli satu paket lagi. Harganya memang lumayan, Rp 7,5 juta. Tapi hanya itu yang menjadi komponen krusial, mengingat tak banyak butuh perawatan serta penggantian part selama pemakaian.

Misalnya, servis 1.000 km pertama atau satu bulan cukup melakukan pengecekan ke bengkel resmi. Semacam mengencangkan baut-baut dan pelumasan bagian penggerak. Tak ada penggantian apapun. Baru di 2.000 km, buku panduan menyarankan kembali melakukan pengecekan, jika perlu ganti sabuk penggerak. Sebetulnya perihal belt yang benar-benar wajib ganti ada di 13.000 km atau setahun. Bulan kedua tadi hanya sekadar memastikan atau kalau motor benar-benar disiksa jauh melampaui jarak tempuh.

Di interval setahun pula, front pulley wajib dicek mekanik. Sama, kalau perlu diganti pada momen ini, baiknya sekalian disegarkan. Tapi masih berupa anjuran, sesuai kondisi. Tidak wajib. Begitupun terus hingga mengulang interval serupa. Tak banyak yang perlu diganti. Diler resmi dan bengkelnya sendiri kini ada di MTH Square di Cawang, serta Jl Haji Nawi untuk konsumen DKI Jakarta.

Baca juga: Motor Listrik Anyar United Bike Meluncur Akhir Pekan, Harga Rp 24,5 Juta

lelang motor jokowi

Spesifikasi Gesits G1

Gesits G1, generasi pertama motor patungan BUMN ini sebetulnya sudah layak dikatakan roda dua harian. Spesifikasinya cukup menunjang. Baterai 5 kWh menjadi sumber tenaga, yang lantas mengisi daya generator serta menerjemahkannya ke roda belakang, lewat tarikan belt. Ya, agak berbeda dengan roda dua EV lain, Gesits meletakkan motor listrik di tengah, bukan menyatu dengan roda. Dari situ torsi puncak sebesar 30 Nm bisa muncul sejak awal momentum. Sementara dalam hitungan daya kuda, tercatat tenaga maksimal 6,7 Hp.

Torsi memang jadi titik unggul, tapi kecepatan puncak tak seimpresif mesin bensin. Klaimnya, ia bakal mentok di 70 kpj. Soal jarak tempuh, satu baterai sanggup memberi energi sejauh 50 km. Untungnya terdapat dua slot baterai di balik jok, sehingga proses pertukaran saat habis begitu mudah. Masing-masing memiliki kemampuan sama, juga memerlukan waktu empat jam sampai penuh.

Menariknya lagi, Gesits sudah pakai ride-by-wire. Yang tentu memungkinkan motor diset dalam beberapa mode berkendara. Mulai dari Eco, Urban, serta Sport. Tak perlu repot lagi mengatur putaran throttle, demi mengirit konsumsi daya. Komputasi elektronik bakal menerjemahkan tenaga sesuai mode yang dipilih.

Rancang bangunnya sendiri tak berbeda jauh dengan skutik umum. Ditopang struktur tulang belakang, serta didukung fork teleskopik pada bagian depan. Namun peredam belakang memang agak unik. Titik suspensi tunggal justru dipasang di tengah, seperti motor sport. Berikut bisa diatur tingkatan preload-nya. Beda sekali dengan spesies sejenis, yang kerap memasang shock tunggal di salah satu sisi belakang saja, tanpa pengaturan.

Baca juga: IIMS Motobike Hybrid Show 2020 Dibuka di MotoVillage, Obat Rindu Para Bikers

Gesits

Urusan dimensi tak beda jauh dengan skutik 150 cc. Panjangnya 1.947 mm, lebar 674 mm dan tinggi 1.135 mm. Sementara sumbu roda berjarak 1,290 mm. Tak ada yang perlu dikhawatirkan. Besarannya tidak terlampau besar maupun kecil. Relevan untuk keseharian. Berat kosong pun cuma 94,8 kg, ringan.

Kami tak begitu heran, saat Anda menyatakan sosoknya mirip satu skutik laris dari Jepang. Tapi perlu diakui juga, ia memiliki identitas. Semisal desain fasad, benar-benar modern, dengan tekukan tajam dan detail alur yang mereka buat sendiri. Lampu split LED-nya juga menerjemahkan cahaya dari proyektor, bukan reflektor biasa. Dipermanis DRL dan sein yang jadi satu kesatuan di atas headlight tadi.

Tampak samping juga tak ada kurangnya. Apik seperti produk skutik Jepang di pasaran. Lucunya, terdapat kisi-kisi angin di singgungan cover dek hitam dan panel warna bodi. Yang ternyata berguna untuk mendinginkan controller di balik jok.

Lantas di belakang, kami kira menjadi punch line dari desain Gesits. Penempatan stoplamp tak lumrah. Dua mika terpisah mengalir hingga ke panel samping. Berani tapi sekaligus harmonis dengan bentuk bodi. Tampak atraktif sekaligus futuristis. Senada dengan jargon niremisi yang mereka jual.

Kelengkapan fitur pun tak kalah modern. Semua informasi dan indikator dirangkum dalam layar digital berwarna. Kecepatan, odometer, suhu ruang kontrol elektrik, petunjuk baterai dan waktu, terpampang di situ. Ditambah lagi data soal jarak tempuh dari sisa daya, serta konektivitas gawai. Sinkronisasi ini memerlukan aplikasi lagi, yang nantinya bisa menampilkan navigasi. Canggih. (Krm/Raju)

Baca juga: Suzuki Siapkan Motor Listrik, Spyshot Burgman Elektrik Tertangkap Kamera

GIIAS 2021

Anda mungkin juga tertarik

  • Yang Akan Datang

Video Motor Terbaru di Oto

Oto
Tonton Video Motor