jakarta-selatan
kali dibagikan

Volkswagen Tiguan Allspace Rakitan Lokal Sapa Konsumen, Akankah Kejayaan VW Kembali?

  • 03 Okt, 2019
  • 692 Kali Dilihat

Keberadaan Tiguan Allspace, dianggap spesial sebagai tanda kembalinya VW rakitan lokal. APM, bahkan membuat seremoni penyerahan SUV ini kepada lima pembeli pertama. Harapan ke depannya, cara produksi ini bisa diterapkan pada model lainnya, demi mengembalikan masa kejayaan VW di Indonesia.



PT Garuda Mataram Motor secara simbolis menyerahkan VW Tiguan Allspace ke lima pembeli pertama. Kehadirannya dibuat se-spesial ini, sebab statusnya kini sudah Medium Knocked Down (MKD). Langkah ini dilakukan agar Volkswagen bisa tampil semakin kompetitif di Tanah Air. Statusnya sebagai barang rakitan lokal, memangkas pembebanan pajak dan berimbas pada banderol harga ritelnya.


Bukan tanpa alasan PT GMM memilih Tiguan Allspace untuk dirakit dalam negeri. Seperti penjelasan Chief Operation Officer PT GMM Jonas Chendana, "Simple sih sebenarnya, kan SUV. Pasar otomotif ini kan semua lagi shifting ke SUV. Coba perhatiin deh yang lagi berkembang.” Selain karena SUV, ia menuturkan, mobil ini juga memiliki konfigurasi 7 penumpang. Konfigurasi tempat duduk ini selalu menjadi bahan pertimbangan konsumen Indonesia.


Mengingat kembali sejarahnya, dulu VW pernah berjaya di Indonesia. Kiprahnya dimulai pada 1950 an ketika VW diimpor PT Piola. Popularitasnya semakin tinggi sampai era 70an, ditunjang oleh Beetle dan Combi. Beetle dan Passat pernah diproduksi secara CKD, setelah status agen tunggal dan importir Volkswagen diambil alih PT GMM. Bahkan VW Safari menjadi kendaraan operasional camat di seluruh Indonesia. Namun, pada 1977 VW harus absen karena permasalahan kebijakan pajak.


VW pun kembali pada 1997 dan masih eksis hingga kini. Beberapa tahun ke belakang, PT GMM pernah memproduksi mobil secara Semi Knocked Down (SKD). Namun, itu dianggap belum menambah daya saing di Indonesia. Hal ini diakui oleh Presdir PT GMM Andrew Nasuri, "(saat itu) SKD ini masih tetap belum bisa se-kompetitif yang diharapkan karena kami perlu proses perakitan yang lebih lengkap di Indonesia.”


Keberadaan pabrik perakitan, diharapkan sanggup mengangkat kembali kejayaan VW. Tiguan Allspace diproduksi di fasilitas berkapasitas 6.000 unit per tahun, melalui anak perusahaan Indomobil: PT National Assemblers. Semua komponen dikirim terurai dari Meksiko untuk disusun kembali di Cikampek. Tak menutup kemungkinan bakal ada model lain yang dihasilkan di pabrik ini.


Sisi kompetitif Tiguan Allspace terbantu dengan perakitan lokal. Dijelaskan oleh Jonas Chendana, sebelum Tiguan Allspace ini dijual, pendahulunya yang berkonfigurasi 5 bangku bisa dibanderol hingga Rp 700 juta. Sekarang harganya bisa di bawah Rp 600 juta. Prinsipal juga berjanji memperhatikan serta membantu Volkswagen di Indonesia dapat terus berkembang. (Krm/Odi)



Baca Juga: SUV Rp 600 Jutaan, Pilih VW Tiguan Allspace Atau Hyundai Grand Santa Fe CRDi?

Promo Populer di Jakarta Selatan

Video Volkswagen Tiguan Allspace

Lihat video terbaru Volkswagen Tiguan Allspace untuk mengetahui interior, eksterior, performa, dan lainnya.

Mobil Volkswagen Pilihan

  • Populer
  • Komparasi