• Wishlist

Pertarungan Fitur dan Performa, VW Tiguan Allspace vs Peugeot 5008 Allure Plus

Pertarungan Fitur dan Performa, VW Tiguan Allspace vs Peugeot 5008 Allure Plus

Pertarungan SUV cukup ketat. Pabrikan terus menghadirkan produk di segmen yang terus tumbuh ini. Bahkan memperkuat dengan menambah jumlah kapasitas penumpang menjadi tujuh. Tak terkecuali merek Eropa yang menyiapkan model premium berbanderol lebih dari setengah miliar. Ada dua yang menarik untuk dibandingkan, Volkswagen Tiguan Allspace seharga Rp 605 juta (OTR DKI Jakarta) dan Peugeot 5008 Allure Plus senilai Rp 745 juta. Punya selisih cukup jauh, apakah mobil keluaran Prancis lebih unggul?

Desain

tiguan vs 5008

Peugeot 5008 Allure Plus tampak lebih bongsor, walau dimensi keduanya beda tipis. Mungkin karena faktor desain. Hidungnya tak mancung, dengan sudut hampir 90 derajat bila dilihat dari samping. Sektor belakang juga begitu. Pilar D cuma dimiringkan sedikit. Tentu hal ini akan berpengaruh pada kelapangan di dalam.

Nuansa mewah berpadu tangguh terpancar kuat. Wajah dihiasi grille berbingkai meliuk yang dikombinasikan lubang berkisi-kisi di bawah. Ini masih diperkuat front lips yang menegaskan kesan SUV. Sementara sektor penerangannya unik. Rumah lampu seperti tertusuk bodi yang mencuat tajam di tengah. Daytime running light berbaris di atas, seolah menjadi alis tebal.

Baca Juga: Komparasi Peugeot 3008 Allure Plus Lawan Mercedes-Benz GLA 200

Tampang modern disuguhkan buritan. Stoplamp dengan tiga segmen lampu LED dijajarkan menyamping. Mesra bersama garnish hitam tempat menempelnya logo Peugeot. Bumper bersiluet lembut yang diperkuat knalpot ganda, terbungkus garnish perak berbentuk oval. Visual disempurnakan pelek alloy 18 inci two-tone bermotif elegan. Di atap terpampang panoramic roof yang meningkatkan visual menjadi lebih elegan.

Aura sporty makin tersaji pada Tiguan Allspace. Lebih streamline. Grille besar dengan garis horizontal menghubungkan perangkat pencahayaan tegas mengotak. Daytime running light mengalir di bawah layaknya eyeliner. Cukup atraktif. Bokong menyimpan lampu kombinasi bercorak dinamis, seperti membentuk huruf T dan terhubung ke pintu bagasi. Di bawah terpasang diffuser kromium, yang ditemani saluran pembuangan gas ganda dan terbungkus garnish mengilap bersudut tajam.

Sisi terasa ramping, berkat aksen memanjang dari pintu depan sampai bodi belakang. Side skirt dipenuhi lekukan, memperjelas karakter sporty. Ini masih disandingkan pelek berukuran sama. Sama halnya dengan 5008, model asal Jerman ini turut dipasangkan panoramic roof.

Performa

test drive vw tiguan

Jantung mekanis bermain di level kubikasi berbeda. Namun, keluaran tenaga bersaing. Tiguan menggendong 1,4 liter TSI disokong turbocharger, menghasilkan 152 PS di rentang 5.000 sampai 6.000 rpm. Torsi mencapai 250 Nm, keluar sejak 1.500 hingga 3.500 rpm. Respons performanya pun bisa diatur. Cuma ada dua pilihan, Normal dan Sport.

Sementara 5008 punya ruang silinder lebih besar, 1,6 liter. Tenaga ekstra sebesar 167 PS menyembur di 6.000 rpm. Sayang momen puntir lebih kecil sedikit, 240 Nm di 1.400 rpm. Namun, kemampuan jelajahnya lebih andal di segala medan. Karena ada Advanced Grip Control, yang terdiri dari lima mode: Normal, ESP off, Snow, Mud dan Sand. Klaimnya mobil ini dapat sedikit menyaingi penggerak 4x4.

Penyaluran tenaga, Tiguan mempercayakan Dual Clutch Gearbox (DSG) 6-speed. Sedangkan 5008 menganut EAT6 (Efficient Automatic Transmission 6) dengan jumlah speed sama. Keduanya menawarkan pengalaman berkendara yang nyaman. Namun DSG menyediakan perpindahan gigi cepat, terutama saat kecepatan tinggi. Meski memang, Peugeot membenamkan teknologi Quickshift untuk EAT6, guna mengantisipasi kekurangan.

Interior

peugeot 5008 interior

Gaya modern yang dikombinasikan konsep tradisional disuguhkan Tiguan. Tombol-tombol tersusun rapi di sekitar pemindah gigi berbentuk tuas konvensional. Rem tangan dibuat praktis berupa tombol yang mudah dioperasikan satu jari. Kemudian sistem pendingin kabin pakai model kenop putar, dan sudah berteknologi 3 Zone Climatronic. Di atas terpajang layar sentuh 8 inci yang berkonektivitas mumpuni. Paling menarik adalah panel instrumen yang full digital berukuran 12,3 inci. Dapat menampilkan display navigasi dan tekanan ban, sehingga memudahkan pengemudi.

Kursi berbalut kulit bisa diatur mudah posisinya berkat iPower dengan fungsi memori. Pengaturan lampu utama tersedia di pojok dasbor. Tak ketinggalan power outlet disediakan bahkan hingga baris paling belakang. Memastikan gadget seluruh penumpang terjaga baterainya. Bicara fungsionalitas, kapasitas bagasi normal sebesar 230 liter. Tentu bisa dibesarkan dengan melipat jok baris kedua dan ketiga. Menghasilkan 1.775 liter.

Menilik 5008 Allure Plus, suasananya jauh lebih modern. Panel instrument juga berukuran 12,3 inci dan punya fungsi serupa. Tapi layar sentuh 8 inci yang berkonektivitas tinggi ditempatkan berbeda. Seperti bertengger di dasbor. Pengaturan AC menggunakan tombol, mirip seperti perangkat pada pesawat tempur atau kapal selam. Sayang Peugeot membenamkan fitur dual zone saja. Bagian paling mencuri perhatian adalah konsol tengah. Tak banyak tombol, dan tuas transmisi memiliki siluet lembut. Posisi tangan juga tak tegak lurus seperti Tiguan ketika mengoperasikannya. Lebih kepada mengungkit dan menekan. Masalah daya angkut barang lebih andal. Saat semua kursi berdiri tegak sandarannya, kapasitas tersedia cuma 166 liter. Namun, volume menjadi jauh lebih besar dari Tiguan begitu dilipat, yakni 2.150 liter.

Fitur

VW tiguan interior

Dibanderol cukup mahal, fitur haruslah lengkap. Tiguan yang lebih murah Rp 140 juta dipasangkan penerangan LED yang ditunjang Dynamic Light Assist. Yang menarik, lampu kabut disokong pemanas, sehingga terhindar dari pembentukan embun yang menghalangi pendar. Pemantul imaji belakang yang berada di sisi bodi dapat dilipat dan diatur secara elektrik. Saat hujan, tak perlu repot mengoperasikan tuas wiper, karena sudah otomatis karena diperkuat sensor.

Fitur KESSY atau keyless memudahkan pengguna mengakses atau mengunci mobil. Pastinya ini dikombinasikan Start/Stop button untuk menyalakan-mematikan mesin. Kepraktisan turut ditawarkan di buritan. Membuka pintu bagasi tak repot. Cukup ayunkan kaki ke bawah bokongnya, langsung terbuka.

Rasa sama juga disodorkan saat mengemudi. Cruise control system membuat Tiguan Allspace tetap melaju, walau pedal akselerasi tak ditekan. Perihal keselamatan dan keamanan, tak perlu khawatir. Kestabilan manuver dipastikan Electronic Stabilization Program (ESP). Mau parkir juga tidak sulit, ada asisten pintar. Kemudi pun berputar otomatis, tinggal memindah tuas transmisi ke D dan R. Pengemudi juga bisa memantau kondisi sekitar lewat kamera 360 derajat.

Untuk sistem pengereman didukung Anti-lock Braking System (ABS), Electronic Brake Distribution (EBD, Electronic Diff Lock (EDL) dan Engine Drag Torque Control (EDTC). Ada pula Intelligent Crash Response System (ICRS), perangkat pintar yang akan membuka semua kunci, menyalakan hazard dan mematikan pompa bensin, ketika mengalami kecelakaan. Ini masih dilindungi kantung udara depan, samping dan tirai hingga ke belakang. Sayang, keseruan berkendara harus berkurang, lantaran absennya paddle shift.

Lantas bagaimana dengan 5008 Allure Plus? Teknologi LED juga bisa ditemukan padanya, bahkan menyeluruh. Penerangan utama dijejali fungsi Follow Me Home dan sensor otomatis. Fitur otonom juga meliputi wiper yang ketambahan Magic Wash. Lubang semprotan air ditempatkan di penyapu jendela. Pemanas pun dijejalkan, tapi bukan pada foglamp, melainkan spion yang dapat melipat otomatis. Menariknya, pemantul gambar ini bisa mengatur dirinya sendiri ketika tengah parkir mundur. Sementara di belakang, pintu bagasi dapat dibuka secara motorized. Tapi tidak ada sensor kaki seperti Tiguan Allspace.

Electronic Brake Distribution (EBD) sudah pasti ada, ditemani Anti-lock Braking System (ABS), Emergency Brake Assist (EBA), Hill Assist Descent Control (HADC) dan Peugeot Hill Start Assist. Pengendalian dimantapkan Electronic Stability Program (ESP), Anti-Skid Regulation (ASR) dan Dynamic Stability Control (DSC). Sayang proses parkir masih rumit, karena tidak otonom. Kamera pendukung juga menampilkan imaji buritan saja dengan garis bantu dan sensor depan-belakang. Untuk keamanan, ada 6 airbag, Driver Attention Alert, Speed Limit Recognition hingga Adaptive Cruise Control.

Simpulan

review peugeot 3008

Berdasarkan jabaran di atas, Tiguan tampak unggul. Dengan banderol lebih terjangkau, fiturnya lengkap. Bahkan memudahkan pengemudi karena system otonomnya. Bicara desain memang kembali lagi ke selera. Namun, 5008 Allure Plus memiliki gaya yang unik dan berbeda. Berpotensi membuat orang di jalan menoleh lantaran penasaran. Selain itu, ruang kabin terasa lebih lapang berkat konstruksinya. Meski memang Anda harus mengeluarkan uang lebih untuk meminangnya. (Hfd/Odi)

Baca Juga: Pilihan Sedan Premium Rp 800 jutaan, Mercedes-Benz C200 Avantgarde atau BMW 320i Sport?

Komparasi Peugeot 5008 vs Volkswagen Tiguan Allspace

Bandingkan & Rekomendasi

    • Overview
    • Tentang Kami
    • Kontak Kami
    • Others
    • Kebijakan Privasi
    • S&K
    • Dapatkan di Google Play
    • Tersedia di App Store