Tak Hanya Mobil Eropa, Suku Cadang ZF Tersedia Untuk Mobil Asia
Manufaktur suku cadang ZF Aftermarket, memperluas cakupan produk dan bisnisnya di Indonesia. Saat ini portofolio komponen dengan kualitas setara Original Equipment (OE), tersedia untuk merek mobil Asia. Tak hanya sektor otomotif, bisnis off-highway pun dicaplok. Optimis menjadi penggagas untuk teknologi "Next Generation Mobility".
Bagi para pehobi mobil Eropa, jenama seperti Lemforder atau Sachs, mungkin tidak asing didengar. Keduanya merupakan komponen lansiran ZF Aftermarket. Secara spesifik, Lemforder menyediakan perangkat kemudi dan sasis. Sementara Sachs punya beragam produk roda gila, kopling, torque converter, sistem aktuasi, peredam kejut dan pegas. Selain itu, ada pula merek Boge dan TRW. Nah, para bawahan ZF ini, turut menjual produk untuk mobil Asia seperti Honda, Toyota, Hyundai dan lain-lain.
Walau terkenal dengan mobil Eropa, standar diklaim sesuai spesifikasi pabrikan. Seperti dijelaskan Head of Sales Independent Aftermarket ZF Aftermarket Indonesia, Sonny Tandy, "Kami memiliki hampir 3.000 referensi untuk 100 model teratas kendaraan buatan Asia. Untuk produk Asian Range ini, sudah mengikuti serangkaian uji kualitas di laboratorium pengujian kami di Singapura, yang dilengkapi peralatan terbaru dari Jerman."
Sonny juga menjelaskan beberapa mobil yang dilengkapi produk ZF semenjak lahir. Contoh stabilizer link pada Honda Civic Turbo, tie rod serta ball joint Innova di Thailand. Itu menggunakan produk Lemforder. Lalu, seluruh line up Hyundai disokong shockbreaker orisinal Sachs. Soal transmisi, CRV Turbo di Thailand memanfaatkan unit ZF. Maka dari itu, mereka dapat memastikan kesesuaian suku cadang dengan komponen bawaan.
Demi meningkatkan sisi kompetitif - khususnya spare part jenama Asia - ZF miliki rencana untuk melokalisasi produksi. "Soal apakah ada factory di Indonesia, mau tidak mau. Tinggal tunggu waktu. Strategi jangka panjangnya kami harus membentuk factory di Indonesia," tutur Sonny. Dengan dibangunnya fasilitas produksi, diharapkan bakal memberikan keuntungan dari segi biaya dan regulasi.
Untuk saat ini, pasar aftermarket masih menjadi fokus utama. Managing Director ZF Aftermarket Indonesia, Donny Kurniawan, berkomentar, "Kami melanjutkan fokus kami di Indonesia karena negara ini memiliki potensi yang baik untuk industri otomotif. Sebagai bagian dari ZF Group, kami selalu berada di depan dalam perkembangan, memungkinkan kami untuk memberikan produk dan layanan yang membantu pelanggan mengatasi tantangan, memaksimalkan peluang dan tetap menguntungkan di masa depan."
Di masa datang, ZF diklaim siap memenuhi kebutuhan era elektrifikasi. "Indonesia menyusul (memasuki era elektrifikasi), jadi kalau kita udah ke arah situ, kami sudah siap," pungkas Sonny. Dukungan mobilitas non-otomotif juga tengah mereka lakoni meliputi kereta api, perkapalan, alat berat, bahkan mesin pertanian. ZF Aftermarket mengembangkan dan memproduksi transmisi dan gandar untuk mesin pertanian dan konstruksi. Sistem propulsi kelautan, teknologi penerbangan, sistem penanganan material dan rel. Mereka punya itu. (Krm/Tom)
Baca Juga: Spesifikasi Lengkap MG ZS, Pesaing Honda HR-V yang Diprediksi Masuk Indonesia Awal 2020
Jual mobil anda dengan harga terbaik
Pembeli asli yang terverifikasi
GIIAS 2025
Tren & Pembaruan Terbaru
- Terbaru
- Populer
Anda mungkin juga tertarik
- Berita
- Artikel feature
Mobil Pilihan
- Terbaru
- Yang Akan Datang
- Populer
Video Mobil Terbaru di Oto
Artikel Mobil dari Carvaganza
Artikel Mobil dari Zigwheels
- Motovaganza
- Tips
- Review
- Artikel Feature