Lima Poin Ekspektasi Penerus Tongkat Estafet Honda BR-V

Lima Poin Ekspektasi Penerus Tongkat Estafet Honda BR-V

Tampak sudah saatnya Honda BR-V laksanakan pergantian generasi setelah melanglang buana di lansekap LSUV sekitar 5 tahun lebih. Calon suksesor paling potensial bahkan telah dipamerkan dan siap mengambil tongkat estafet dari model eksis DG1. Siapa lagi kalau bukan konsep N7X yang tengah sibuk memperkenalkan diri di beberapa kota.

Dari penampilan konsep boleh dibilang ia terlihat cukup menawan. Tapi jelas bukan itu saja, besar kemungkinan turut diboyongnya berbagai keunggulan guna memenangkan kompetisi panas LSUV tiga baris. Tak sabar menanti kedatangannya? Simak dulu lima poin yang dapat kita ekspektasikan dari sang penerus.

Realisasi Desain Tak Melenceng Jauh dari Konsep

N7X memang disebut pabrikan sebagai konsep. Namun secara visual, boleh jadi tak banyak ubahan tertuang dalam proses merealisasikan versi produksi. Rancangan awal sudah tergolong matang dengan berbagai sentuhan bahasa desain mutakhir Honda untuk market regional - yep, ia dikembangkan oleh tim Honda R&D Asia Pacific Co.,Ltd. Ada sepercik nuansa berkesinambungan dari Brio dan City Hatchback seperti di wajah dan terutama pada pahatan jendela berikut permainan lampu.

Honda N7X 2021

Belum lagi detail desain dalam N7X tidak seoptimis purwarupa yang terlalu visioner dan cenderung bicara khayalan. Ia justru terlihat sangat pantas berada di masa kini dan menyandang status sebagai mobil produksi massal. Tidak terlalu eksentrik atau nyeleneh. Pun berdasarkan informasi yang kami dapat, aman untuk disebut kalau konsep N7X dan wujud penerus BR-V akan terlihat cukup identik – besar harapan Honda mempertahankan kuda-kuda menawan versi konsep.

Baca juga: Honda Kini Jual City Hatchback e:HEV, Harga Mendekati HR-V 1.8L Prestige

Interior sang penerus bisa diekspektasikan membawa salam dari Amaze. Dasbornya mirip. Indikasi ini didapat dari video world premiere N7X unggahan Hondaisme di YouTube. Satu sisi mungkin terasa canggung mengingat Amaze adalah sedan paling kecil dan murah bergaya nyentrik. Seakan kurang berkelas bila mengambil aransemen dasbor dari situ. Tapi tunggu dulu, kalau dilihat lagi, komposisi ini sebetulnya memiliki kemiripan dengan bahasa desain dalam CR-V.

Bawa Perbekalan Fitur Berkendara Sesuai Zaman

Agar dapat memikat banyak hati, tentu BR-V harus berani memposisikan diri sebagai pilihan paling segar. Seminimalnya standar fitur masa kini yang sudah lazim diusung para rival diharapkan meramaikan daftar spesifikasi. Sebut saja teknologi penerangan LED hingga ke kemudahan akses smart entry. Remote Start Engine lalu bisa menjadi gimik menarik guna menegaskan diferensiasi sekaligus menyiratkan kecanggihan baru.

Honda BR-V interior

Mengintip kabin, BR-V mengadopsi layar monitor floating untuk menyajikan hiburan dalam perjalanan. Kemampuannya sendiri diharapkan seperti kita temukan pada City Hatchback. Kompatibel dengan berbagai format media seperti AM/FM radio, MP3/WMA, Bluetooth, hingga fungsi integrasi smartphone Android Auto atau Apple CarPlay.

Di lain sisi, AC dengan pengaturan suhu kabin otomatis mungkin akan meramaikan – atau minimal membawa panel digital untuk trim tertentu. Fitur Cruise Control juga boleh jadi eksis agar mengungkit nilai jual sebab sementara ini peranti penahan laju konstan baru dimiliki Mitsubishi Xpander Cross di kelasnya. Well, anggap saja tambahan ini baru sebatas bumbu prediksi. Kendati begitu, persenjataan BR-V diyakini tidak terbatas dalam bentuk pemanja atau pemberi kenyamanan. Sila simak poin bahasan berikutnya.

Gendong Peranti Canggih demi Menunjang Keselamatan Berkendara

Kedatangan berbagai model SUV teranyar seakan membentuk tren fitur baru. Adalah asisten berkendara aktif. Bertugas memberikan peringatan hingga tindakan preventif secara otomatis atas dasar pemantauan objek di sekitar oleh radar atau kamera. Suksesor Honda BR-V terindikasi kuat mengikuti arus tersebut. Kabar gembira mengetahui berbagai model gres bantu meningkatkan keselamatan dalam berjalan raya – meski ironisnya ABS atau airbag saja belum diatur sebagai komponen wajib.

Honda N7X Concept design

Informasi ini diketahui melalui kode varian termahal HBRVDG315LPREHSCVT di data Samsat PKB. Sandi “PRE” mengacu pada tipe Prestige sementara “HS” dapat diartikan sebagai Honda Sensing. Mungkin serdadunya tidak selengkap di Accord atau CR-V namun diyakini tetap dapat meningkatkan keselamatan berkendara. Untuk itu, minimal wajib ada Collision Mitigation Braking System (CMBS) dan Road Departure Mitigation (RDM).

CMBS sendiri bertugas untuk memprediksi terjadinya sundul depan. Bantu meminimalisir risiko celaka atau tingkat keparahan cedera. Fitur akan memberikan peringatan audio-visual agar pengemudi segera mengambil langkah pencegahan. Namun bila respons dinilai kurang, secara otomatis sistem siap meningkatkan efek pengereman hingga melakukan emergency braking saat dibutuhkan.

Lain cerita untuk RDM. Sistem mengandalkan kamera monocular untuk mendeteksi marka pembatas jalan. Berusaha mencegah mobil berpindah keluar jalur tanpa intensi pengemudi. Tak hanya memberikan peringatan, ia sanggup sedikit mengoreksi arah guna mengembalikan posisi ke jalur semula.

Selebihnya, fitur elementer saat ini pasti tak ditanggalkan. Sebut saja peranti pengereman ABS+EBD, sabuk pengaman tiga titik untuk seluruh penumpang, dan dual SRS Airbag sebagai standar di seluruh varian. Akan impresif ketika mereka berani tetapkan standar lebih tinggi. Misal siapkan Vehicle Stability Assist (VSA) dan Hill Start Assist (HSA) jadi perangkat mendasar tanpa pandang bulu. Juga penambahan jumlah airbag di varian tertinggi bisa menambah nilai. Kita nantikan saja seberapa berani Honda dalam mengedepankan keselamatan di jajaran produk mereka.

Honda N7X Concept

Enjin Empat Silinder 1.500 cc Bertenaga

Keunggulan BR-V sebagai pemain LSUV bermesin empat silinder 1.500 cc naturally aspirated terletak di kekuatan memacu. Ketimbang kontestan bermesin serupa, ia siapkan potensi lebih. Besar harapan keunggulan ini dipertahankan melalui pemanfaatan aransemen mesin L-Series dari City Hatchback.

Peningkatan tenaga jadi tajuk utama sebab terpasang dua as sebagai koreografer dansa 16 klep. Yep, mengandalkan mesin empat silinder 1.500 cc DOHC 16 katup komplet i-VTEC. Ekstraksi tentu akan sedikit lebih plong dari komposisi mesin SOHC milik BR-V lama. Sanggup mengail tenaga sampai 121 PS dengan torsi 145 Nm yang tercapai di putaran lebih rendah. Semua lantas tersalur ke roda depan via transmisi otomatis CVT.

Hadir Dalam Lima Varian Rasa

Kisi-kisi kehadiran BR-V terbaru sudah dapat dilihat melalui data di Samsat PKB. Tertera lima daftar NJKB untuk model gres berkode DG3. Diartikan ia akan mengaspal dalam lima rasa berbeda mulai dari S bertransmisi manual, Tipe E MT atau CVT, dan puncaknya Prestige CVT dengan atau tanpa Honda Sensing. Nilainya sendiri dimulai dari serendah Rp 180 juta hingga sampai Rp 217 juta. Berdasarkan acuan ini, diekspektasikan varian tertinggi dapat menembus batas Rp 300 juta.

Belum ada kepastian kapan versi produksi bakal resmi dikenalkan di sini. Diramalkan ia lakoni debut dunia pada gelaran GIIAS 2021 yang rencananya dihelat Agustus mendatang. Itu pun jika kondisi pandemi tertangani dan berangsur membaik. (Krm/Tom)

Baca juga: Roadshow Mobil Konsep Honda N7X Tiba di Surabaya, Sedot Perhatian

Jelajahi Honda BRV 2021

Model Mobil Honda

  • Honda Brio
    Honda Brio
  • Honda BRV 2021
    Honda BRV 2021
  • Honda HRV
    Honda HRV
  • Honda CRV
    Honda CRV
  • Honda Civic
    Honda Civic
  • Honda Mobilio
    Honda Mobilio
  • Honda Civic Type R
    Honda Civic Type R
  • Honda City
    Honda City
  • Honda City Hatchback
    Honda City Hatchback
  • Honda Odyssey
    Honda Odyssey
  • Honda Civic Hatchback RS
    Honda Civic Hatchback RS
  • Honda Accord
    Honda Accord
Mobil Honda

Jangan lewatkan

Coronavirus

Anda mungkin juga tertarik

  • Yang Akan Datang

Video Mobil Honda BRV 2021 Terbaru di Oto

Oto
Tonton Video Mobil Honda BRV 2021

Bandingkan & Rekomendasi

Tren SUV

  • Yang Akan Datang