Oto
jakarta-selatan

BMW M2 Competition, Lebih Kencang Karena Hambatan Regulasi

  • 26 Nov, 2018
  • 767 Kali Dilihat

Demi membuat lingkungan hidup lebih bersih, regulator di Eropa menerapkan standar emisi baru. Itulah yang membuat produsen mobil harus menyesuaikan produknya. Tidak jarang, ini jadi mimpi buruk bagi mereka yang punya produk performa tinggi. BMW M Division salah satunya.



 


Mereka harus putar otak untuk memenuhi regulasi emisi Eropa Worldwide Harmonized Light Vehicle Test Procedure (WLTP) yang berlaku mulai tahun ini. Salah satu andalannya, BMW M2 Competition, dipastikan tidak bisa mengikuti peraturan ini. Mesin N55 bertenaga 375 ps yang terpasang di coupe itu, muncul pertama kali 2009.


Untuk sebuah mesin, sesungguhnya umurnya masih balita dan canggih, tapi sudah harus didesain ulang. Belum lagi mobilnya, juga baru (debut dunia pada 2015). Tentunya BMW harus keluar modal besar kalau merombak dari awal.


Solusinya, mereka melirik BMW M4 dan mesin S55 yang ada di balik moncongnya. Sama-sama enam silinder dengan tenaga yang lebih besar, dan lebih dulu dikembangkan untuk bisa memenuhi regulasi WLTP. Jadi, daripada harus keluar modal ekstra untuk mengembangkan dua mesin, N55 ditinggalkan. Syaratnya, tenaga tidak boleh sama seperti M4 dan M3. Wajar, karena M2 berada di bawah kedua mobil itu. Yang kedua, bagaimana caranya supaya handlingnya tidak terganggu.


Insinyur M Division mengecilkan tenaga dari 450 menjadi 415 ps, perbedaan tenaga yang cukup bisa diterima oleh para pemilik M4/M3, sekaligus mereka yang ingin punya M2. Fitur yang diusung mesin tidak beda. Mulai dari konfigurasi enam silinder segaris dengan TwinScroll Turbocharger, kruk as yang lebih ringan dibanding N55, intercooler yang lebih mumpuni (dipadukan dengan lubang udara yang lebih besar di depan mobil) dan punya dua fuel pump.


Karena mesin ini lebih bertenaga, agar karakter khas M2 yang lincah tidak hilang, di bagian depan dipasanglah strut bar yang juga diambil dari M4/M3. Fitur Dynamic Steering Control dan Active M Differential di belakang turut disesuaikan. Selain itu, peranti penghenti laju juga diganti dengan cakram rem yang lebih besar dengan kaliper enam piston untuk depan dan empat piston untuk belakang.


Hasilnya, mobil ini banyak menuai pujian dari media-media internasional. Pengendaliannya di beragam kondisi jalanan diacungi jempol, melakukan manuver drift kini lebih mudah karena fitur M Differential yang lebih fleksibel. Fitur ini bisa mengunci gardan belakang dengan tingkat nol hingga 100 persen, tergantung situasi saat dikendarai. Dan tentunya, lontaran tenaganya juga lebih instan. Meski diakui juga, mesin yang lebih bertenaga membutuhkan lebih banyak BBM alias lebih boros. Yang penting emisinya sudah sesuai regulasi.


BMW Indonesia sudah memperkenalkan mobil ini hari Sabtu lalu di Jakarta. “Kehadiran All-new BMW M2 Competition, pertegas komitmen BMW Indonesia untuk terus mempertajam portofolio BMW M dan melanjutkan kesuksesan luar biasa dari BMW M2 Coupé dan BMW 1M Coupé. Kendaraan buas ini representasikan nilai sporty dan kenikmatan berkendara yang tak tertandingi – sebuah model BMW M yang sesungguhnya,” ujar Ramesh Divyanathan, President Director BMW Group Indonesia dalam siaran persnya.


Namun pembeli baru bisa menikmatinya Januari 2019 nanti. Harganya pun dipatok mengikuti regulasi finansial tahun depan. Makanya saat diperkenalkan tidak disebutkan berapa. Sebagai informasi, BMW M2 Coupe sebelumnya, dilepas dengan harga Rp 1,6 milyar (OTR Jakarta). (Ddn/Van)


Baca Juga: BMW M2 CSL Batal Diluncurkan?

Galeri

kali dibagikan

Promo Populer di Jakarta Selatan

Video BMW M2 Competition

Lihat video terbaru BMW M2 Competition untuk mengetahui interior, eksterior, performa, dan lainnya.

Mobil Pilihan

  • Populer
  • Yang Akan Datang
  • Komparasi