jakarta-selatan
kali dibagikan

Komparasi BMW M2 VS Mercedes-Benz CLA 45 AMG

  • 12 Mei, 2016
  • 5190 Kali Dilihat

Mungkin tak sedikit dari eksekutif muda jaman sekarang, yang memiliki mimpi masa kecil, untuk mengendarai mobil sports. Membayangkan mobil melaju cepat di lintasan tertutup, raungan knalpot dengan suara yang menggugah adrenalin, dan kaki di atas pedal gas yang siap menghantarkan perintah untuk menghembuskan tenaga besar adalah hal-hal yang ingin dirasakan setiap laki-laki.


Tapi ketika kendaraan tersebut menjadi terbatas mobilitasnya di dalam kota karena dimensi, tentu keinginan menebus sebuah mobil sports bisa saja urung. Apalagi ketika konsumsi bahan bakarnya tak bisa diandalkan sebagai moda transportasi sehari-hari, tentu menggelontorkan uang lebih dari Rp 1 milliar menjadi perlu berpikir kembali.


BMW mencoba menghadirkan solusi itu lewat All New M2 Coupe. Divisi M Performance di BMW M GMBH meracik kendaraan berbodi kompak, pun dengan mesin kompak, namun menyimpan potensi tenaga besar, dengan pengendalian khas M-Series BMW. BMW Group Indonesia pun yakin akan minat masyarakat, khususnya kaum muda yang aktif dan dinamis, hingga akhirnya merilis M2 Coupe untuk pasar Tanah Air.


Pihak BMW Group Indonesia, menyebut bahwa mobil ini ‘one of the kind.’ Oke, kami sepakat. Mobil berbentuk Coupe (sedan 2 pintu), dengan bodi kompak, dan bertenaga besar, memang hanya BMW All New M2. Namun kami sedikit tertarik ingin mengomparasinya dengan merek besar asal Jerman lainnya yang memiliki produk sebanding, Mercedes-Benz dengan model CLA 45 AMG.


Bodi CLA 45 memang bukan Coupe, ia adalah sebuah sedan. Ia memiliki 4 pintu, namun stylingnya, menggunakan garis desain Coupe dengan atap yang merebah di bagian belakang, dan bodi, yang juga lebih kompak dari sedan Mercedes-Benz paling ringkas, C-Class.


Secara spesifikasi mesin dan dimensi, keduanya pun mirip, apalagi harganya juga tak jauh berbeda. Tertarik akan komparasinya, kami menarik dua model ini untuk dibandingkan.


Desain


Manuver drift M2


M2 hadir dengan dimensi yang kompak, 4.468 x 1.984 x 1.410 mm (P x L x T) di atas wheelbase 2.693. Meski kompak, namun hanya sekilas, Anda sudah bisa mengenali bahwa ia adalah sebuah BMW, apalagi dengan motif kekar dan agresif pada desainnya, jelas terlihat bahwa spesies ini merupakan racikan BMW M. Desain dipenuhi aksen tajam melengkapi berbagai atribut aerodinamika yang dinamis.


Apron depannya rendah dengan intake udara yang sangar besar. Sisi samping fender tampil kekar dengan garis otot yang dipertegas insang pada bagian fender sebagai ciri khas M. Kakinya disematkan pelek aluminium 19 inci pun mencirikan M-Series. Di bagian buritan, dua pasang knalpot terbungkus dengan gagah yang menandakan siap menghembuskan performa besar.


INterior M2


Namun yang membuatnya sangat khas sebagai sebuah sportscar tentu saja pintu dengan jumlah dua buah. Namun, kesan agresif justru meluntur ketika pintu dibuka dan melihat jok yang tak berformat semi bucket dengan headrest menyatu layaknya M3. Untungnya, banyak ornamen karbon bertebaran di dashboard, dan center console yang mencirikan mobil sport. Oh ya, tak lupa, logo M pun banyak disematkan di bagian eksterior dan interior.


CLA 45 memiliki siluet coupe


Mercedes-Benz menyajikan CLA 45 AMG sebagai sebuah sedan kompak berperforma tinggi. Jika M2 hadir dengan sosok yang sangat agresif, CLA 45 AMG masih mengizinkan kesan elegan. Bentuk bodinya memang nyeleneh jika dibanding dengan model sedan Mercedes-Benz lainnya. Bahkan jika orang yang belum awam dengan tipe ini melihatnya dari samping, mungkin perlu melihat logo bintang besar di depan, baru bisa menyadari bahwa ini adalah sebuah Mercedes-Benz. Mengambil basis A-Class, CLA 45 AMG disajikan dengan komposisi yang lebih tangguh.


Karakter desain sporty khas AMG secara jelas terlihat dari bentuknya yang tangguh, dinamis dan memikat, termasuk tampilan depan yang terpancar pada twin-blade dan grille radiator berwarna titanium grey. Di bagian buritan juga ia tetap memiliki ciri khas agresif milik AMG dengan sistem exhaust AMG sport dengan dua knalpot kembar krom-trim


interior CLA45


Di sisi kabin, instrumen cluster sporty didominasi warna hitam dengan jahitan warna perak atau merah serta desain serat karbon yang dilengkapi tampilan speedometer menarik. Kokpit lebih sporti dibanding M2. Dengan jok semi bucket AMG berbahan artico lengkap dengan jahitan kontras berwarna merah khas AMG yang sangat ergonomis dan sporti. Ini menyajikan kondisi ideal untuk berkendara yang sesungguhnya. Bahkan untuk menguatkan kesan beda dengan CLA non AMG, seatbelt pun menggunakan material berwarna merah.


Performa


Mesin M2


6 lawan 4 di kelas 2,0 L itulah singkatnya pertarungan kedua mesin ini. BMW All New M2 menggunakan mesin 2,0 liter TwinPower Turbo dengan konfigurasi mesin 6-silinder segaris. Berkat racikan divisi M, mesin ini mampu menghasilkan tenaga hingga 370 dk. Torsinya ? Bagi kami untuk mobil sekecil ini, sangatlah besar. Yakni mencapai 500 Nm. Figur tersebut dimungkinkan keluar berkat aplikasi teknologi overboost turbo yang bisa menaikan torsi dari 465 Nm ke 500 Nm.


Tenaga ‘buas’ tersebut disalurkan ke roda belakang melalui transmisi M Double Clutch Transmission (M DCT), yakni transmisi kopling ganda racikan khusus divisi M. Alhasil, jangan heran jika ia bisa ‘berlari’ ke kecepatan 100 km/jam dari kondisi diam dalam tempo 4,3 detik saja (klaim).


Sebagai sebuah Coupe kompak, BMW pun menawarkan efisiensi pada monster kecil ini. Menurut klaim pabrikan, efisiensinya bisa mencapai 12,7 km/liter (rute kombinasi). Tingkat kehematan ini dimungkinkan tercipta berkat mesin yang dilengkapi teknologi efficient dynamics yaitu auto start/stop, regenerative brake, serta reduksi bobot besar-besaran pada konstruksinya. Cara insinyur AMG untuk mengurangi bobotnya adalah dengan penggunaan bahan lighweight aluminium pada AS roda depan dan belakang hingga suspensi dengan konstruksi khusus.


Sebagai sebuah kendaraan berlabel M, BMW pun memungkinkan penggunanya untuk melakukan drifting lewat fitur pengendaraannya. Dengan fitur ini, batasan toleransi stabilitas DSC diperluas untuk memberikan slip yang lebih lebar dan memungkinkan terjadinya daya dorong. Oversteer dan understeer pun dimungkinkan terjadi dengan tetap dipandu oleh DSC yang aktif memantau keselamatan.


MEsin CLA45


Mercedes-Benz, menyematkan mesin dengan kapasitas yang sama dengan M2, 2.0 liter. Namun bedanya mesin ini berkonfigurasi 4-silinder segaris. Di kelas mesin 4-silinder, mesin racikan Affalterbach ini adalah mesin dengan tenaga paling besar yang pernah diciptakan untuk mobil masal. Produksi tenaga dari empat silinder dengan turbochargernya mencapai 360 dk.


Oke, angka tenaga ini mungkin masih kalah dari M2, namun ingat, Anda bisa mendapatkan keunikan yakni tenaga terbesar dari jumlah silinder yang hanya 4. Keuntungan dari jumlah silinder yang lebih sedikit, tentu adalah efisiensi. Prinsip efisiensi, semakin sedikit komponen bergerak, maka semakin ringan kerja mesin. Hal ini terbukti dari klaim konsumsi bahan bakar di rute kombinasinya yang mencapai 14,4 km/liter (rute kombinasi).


Untuk mencapai kecepatan 100 km/jam, akselerasinya memang tak sebaik M2. Mercedes-Benz mengklaim untuk mencapai mode pengetesan itu, CLA 45 AMG membutuhkan waktu 4,6 detik. Artinya lebih lambat 0,3 detik dari M2. Meski tak disebut memiliki fitur untuk menggali performa driftingnya, CLA 45 AMG menawarkan pengendalian yang lebih presisi dengan sistem penggerak all wheel drive, 4Matic. Oh ya, untuk menyalurkan tenaga ke empat rodanya, transmisi AMG speedshift DCT 7-speed disematkan. Girboks ini menjanjikan perpindahan gigi yang presisi dan cekatan khas mobil sport Mercy.


Fitur


Fitur CLA45


Keduanya merupakan varian tertinggi di modelnya. Fitur adalah parameter yang wajib diperhatikan untuk menyajikan diferensiasi dengan varian standar. Mercedes-Benz sebagai pabrikan mobil mewah memberikan panoramic roof berukuran sangat besar. Fitur ini tak dimiliki BMW M2.


Moda berkendara tentu disajikan kedua merek. Mercedes-Benz membaginya ke dalam 3 pilihan. “C –Controlled Efficiency), “S – Sport” and “M – Manual.” Ketiga mode ini memungkinkan pengemudi memilih beragam respon pengendalian dan karakter mengemudi yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi.


Dashboard M2


BMW menyajikan mode berkendara juga dalam tiga pilihan, Comfort, Sport dan Sport+. Tapi bedanya, pada mode Sport+, fitur MDM atau M Dynamic Mode yang memberikan pengemudi kesempatan untuk melakukan drifting dengan aman. Cakram dengan diameter besar (380 mm depan, 370 mm belakang) pun disematkan pada tiap roda M2 untuk memastikan mobil memiliki kemampuan mencengkram roda yang baik.


Kedua kendaraan ini tak memiliki fitur parking assist seperti Mercedes-Benz E-Class, namun CLA 45 AMG sudah dilengkapi empat kamera pada keempat sisi kendaraan sehingga dapat memudahkan pemantauan kendaraan saat parkir maupun bermanuver.


Yang unggul lagi dari BMW M2 adalah fitur konektivitas BMW ConnectedDrive. Via fitur ini, berbagai perangkat bisa dikoneksikan bahkan goPro sekalipun bisa dikendalikan dengan interface yang aman bagi pengemudi via kontroler headunit.


Kesimpulan


Harga yang dilabeli pada kedua mobil ini memiliki diferensiasi yang menurut kami cukup signifikan. All New M2 dijual dengan harga Rp 1,349 milliar (off the road), sementara CLA 45 AMG dilabeli Rp 1,149 milliar (off the road). Selisih harga tersebut tentu cukup berarti.


Dengan harga lebih murah, Anda mendapatkan sebuah sedan mewah dengan kemampuan bak mobil sport. Tampilan mewah khas Mercedes-Benz dengan desain yang unik khas CLA terkemas dengan baik. Meski akselerasinya tak sebaik M2, namun efisiensinya justru lebih unggul.


Sebaliknya BMW M2 yang harga off the roadnya lebih mahal Rp 200 juta, menyajikan mesin yang lebih bertenaga dan pengendalian hebat khas BMW. Pilihan moda berkendara yang lebih luas juga menawarkan pengendaraan yang lebih agresif.


Namun kami kembalikan pada kompetisi sejatinya, aura sport siapa yang lebih kental. Karena baik divisi M ataupun AMG, keduanya sudah dikodratkan untuk mengindikasikan sebuah mobil performa tinggi. Atas dasar itu, kamipun lebih setuju untuk menjadikan BMW M2 sebagai penyaji kendaraan sport yang lebih unggul. Bodi khas mobil sport dengan desain dan lekuk agresif, mesin buas dan lebih bertenaga, serta potensi bermanuver yang lebih, adalah parameter yang menjadikannya lebih unggul.


Baca Juga: Accord vs Camry, mana yang lebih unggul?


Komparasi M2 Competition vs CLA-Class

BMW M2 Competition
Rp 1,84 - Rp 1,92 Milyar
  • Tempat Duduk
  • Mesin
  • Tenaga
VS
Mercedes Benz CLA-Class
Rp 935 Juta
  • Tempat Duduk
  • Mesin
  • Tenaga
M2 Competition vs CLA-Class

Promo Populer di Jakarta Selatan

Video Mobil Terbaru di Oto
  • Mercedes Benz C180 | First Impression | Sedan...
    • 20 Jan, 2020
    •  
  • Mitsubishi Xpander Cross vs Honda BR V |...
    • 16 Jan, 2020
    •  
  • New Suzuki Baleno | First Impression | Apa...
    • 20 Des, 2019
    •  
  • Toyota Supra GR Sport | First Drive |...
    • 13 Des, 2019
    •  
  • Toyota Sienta 2019 | Jakarta Coffee Paradise |...
    • 04 Des, 2019
    •  
  • Mazda 2 & Mazda CX 5 2019 |...
    • 25 Nov, 2019
    •  

Mobil Populer

  • Populer
  • Komparasi