BMW 5 Series Punya Anggota Baru 545e xDrive, Model PHEV Paling Kencang

BMW 5 Series Punya Anggota Baru 545e xDrive, Model PHEV Paling Kencang

Ambisi elektrifikasi BMW kian terbukti oleh datangnya berbagai model baru. Kini giliran puncak dari BMW 5 Series G30 PHEV datang meramaikan. Mengusung nama 545e xDrive, ia bakal menduduki strata di atas varian 530e dan 530e xDrive lewat performa tinggi dan baterai besar.

Segala hal elektris tidak boleh dipandang sebelah mata soal performa. Apalagi 545e xDrive merupakan top-of-the line dari keluarga PHEV G30. Enjin 3,0 liter enam silinder TwinPower Turbo sendiri sanggup menghasilkan output hingga 286 hp. Berstatus plug-in hybrid, satu motor bertenaga 109 hp ikut mempersenjatai dengan sumber baterai lithium-ion 400V di balik jok belakang.

Dengan demikian, total output sistem jadi berlimpah. Catatkan angka tenaga 394 hp dibarengi lontaran torsi 600 Nm. Seluruhnya terdistribusi ke empat roda melalui kombinasi girboks Steptronic 8 percepatan dan sistem penggerak xDrive. Sontak bisa dinobatkan sebagai PHEV terkencang milik pabrikan asal Munich. Butuh waktu 4,7 detik bagi sang saloon untuk mencapai 100 kpj. Dibejek habis, velositas bakal tertahan di 250 kpj.

545e xDrive

Tak hanya simpan kehebatan dinamisme berlari, kemampuan elektris pun menyuguhkan efisiensi tinggi. Diklaim tempuhan jarak dalam mode EV hingga 54-47 km. Sebagai informasi, saat tak mengeluarkan emisi ia tetap sanggup melaju hingga 140 kpj. Di samping itu, perpaduan motor listrik dan Internal Combustion Engine membuatnya cuma perlu menenggak 2,4-2,1 liter bensin per 100 km (41,6-47,6 kmpl).

Ada berbagai upaya membantu pengemudi dalam urusan manajemen energi. Misal dalam mode berkendara, Hybrid menjadi opsi default. Atau, bisa juga diubah agar Electric menjadi standar. Nah, dalam mode Hybrid, mesin konvensional hanya bakal melontarkan kekuatan di kecepatan tinggi atau dalam kondisi beban berat. Pintar, otak powertrain terhubung sistem navigasi sehingga mampu menyesuaikan irama dansa dua pemacu tergantung profil rutem topografi, dan berbagai situasi berkendara lain.

Baca juga: Misteri Wajah BMW M3 Terkuak, Adopsi Grille Besar Seperti M4

Efisiensi bisa ditingkatkan lagi lewat mode Hybrid Eco Pro, tekan dua kali tombol Hybrid untuk mengaktifkan. Fungsi coasting berkontribusi atas pengurangan ekstra konsumsi bahan bakar. Juga sinergi navigasi dan rangkaian sensor mengoptimalkan efektifitas regenerative braking.

545e xDrive

Canggih memang, memainkan sistem navigasi guna melakukan penghematan ekstra. Sebuah inovasi menarik, ditambah lagi fungsi BMW eDrive Zone. Secara otomatis otak powertrain akan memindahkan ke mode full listrik ketika memasuki zona khusus rendah emisi dan area dalam kota. Hal ini membuat pemakaian PHEV semakin menarik lantaran dipadu program loyalitas BMW Points. Contoh di Jerman, semakin sering berkendara niremisi berarti mendulang semakin banyak poin. Lantas nantinya dihadiahi paket pengisian bebas biaya ketika sudah terkumpul.

Perangkat navigasi turut memberikan informasi terkait bantuan pengoperasian PHEV. Di samping SPBU, software bakal menampilkan titik pengisian baterai. Termasuk di dalamnya ramalan seberapa sibuk stasiun pengisian serta restoran dan café terdekat.

Pelengkap BMW 5 Series LCI

Keberadaan 545e xDrive merupakan pelengkap line-up setelah 5er LCI resmi meluncur sekitar Mei lalu. Ya, BMW tak ketinggalan memanaskan pertarungan sedan eksekutif setelah Mercedes Benz E-Class facelift duluan meluncur. Revisi meliputi beberapa titik ubahan eksterior sampai penyempurnaan teknologi berkendara. Komprehensif kalau boleh dibilang.

BMW 545e xDrive interior

Dari segi penampilan, parasnya berubah signifikan namun tidak melenceng jauh dari versi sebelum. Guratan headlamp ramping dengan grille sedikit mengembang. Kendati begitu, tetap terlihat apik karena perubahan dimensi masih terlihat wajar, Pun di buritan ikut mendapat revisi minimalis.

Teknologi asistensi berkendara kian lengkap karena kini BMW menawarkan paket fitur opsional Driving Assistant Professional. Sistem ini menambahkan kemampuan otonom bagi sang sedan eksekutif. Ia dapat melakukan tindakan korektif mandiri jika mobil keluar jalur atau mendeteksi potensi celaka akibat efek blindspot. Pengereman otomatis tak perlu ditanya. Lebih canggih lagi, ada Evasion Assistant agar menghindari bahaya sundulan dari belakang pada kecepatan tertentu. (Krm/Tom)

Sumber: Netcarshow, Autocar UK

Baca juga: BMW iNext Versi Produksi Mulai Buka-Bukaan, Tidak Seradikal Konsep

Jelajahi BMW 5 Series Sedan

Model Mobil BMW

  • BMW 4 Series Coupe
    BMW 4 Series Coupe
  • BMW X1
    BMW X1
  • BMW 4 Series Convertible
    BMW 4 Series Convertible
  • BMW X6 2020
    BMW X6 2020
  • BMW X5 M
    BMW X5 M
  • BMW 7 Series Sedan
    BMW 7 Series Sedan
  • BMW M2 Competition
    BMW M2 Competition
  • BMW 6 Series GT
    BMW 6 Series GT
  • BMW i8 Roadster
    BMW i8 Roadster
  • BMW X3
    BMW X3
  • BMW X7
    BMW X7
  • BMW 5 Series Sedan
    BMW 5 Series Sedan
  • BMW i3S
    BMW i3S
  • BMW 8 Series Coupe
    BMW 8 Series Coupe
  • BMW 8 Series Gran Coupe
    BMW 8 Series Gran Coupe
  • BMW M1
    BMW M1
  • BMW M2 Gran Coupe
    BMW M2 Gran Coupe
  • BMW M4 Coupe
    BMW M4 Coupe
  • BMW X4
    BMW X4
  • BMW 3 Series Sedan
    BMW 3 Series Sedan
  • BMW X2
    BMW X2
  • BMW 3 Series Touring
    BMW 3 Series Touring
  • BMW X3 M
    BMW X3 M
  • BMW X4 M
    BMW X4 M
  • BMW i8 Coupe
    BMW i8 Coupe
  • BMW X5
    BMW X5
  • BMW Z4
    BMW Z4
Mobil BMW

Coronavirus

Anda mungkin juga tertarik

  • Yang Akan Datang

Video Mobil BMW 5 Series Sedan Terbaru di Oto

Oto
Tonton Video Mobil BMW 5 Series Sedan

Bandingkan & Rekomendasi

Tren Sedan

  • Yang Akan Datang