Pereli Rifat Sungkar Kasih Tahu Cara Nyetir Mobil yang Bisa Irit Bahan Bakar
Rifat tekankan pentingnya kondisi mesin prima dan gunakan putaran rendah serta eco mode
Di tengah gejolak harga energi yang kian dinamis. Efisiensi bahan bakar bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan. Kunci irit BBM sejatinya tidak hanya terletak dari spesifikasi kendaraan. Tapi disiplin perawatan mesin serta bagaimana pengemudi memperlakukan pedal gas dan rem dalam setiap perjalanan. Pereli nasional Rifat Sungkar menekankan bahwa efisiensi adalah perpaduan antara kondisi teknis kendaraan dan karakter berkendara.
KEY TAKEAWAYS
Seperti apa berkendara hemat ala Rifat Sungkar?
Rifat masih memegang prinsip yang sama yaitu gunakan gigi setinggi mungkin dengan RPM serendah mungkin. Kebiasaan menahan gigi di posisi rendah dengan RPM tinggi justru membuat konsumsi BBM lebih boros.Bagaimana cara agar bisa lebih bijak saat berkendara?
Rifat membagikan sejumlah kiat sederhana yang bisa langsung diterapkan. Mulai dari menjaga performa mesin tetap prima hingga mengadopsi gaya mengemudi yang halus dan terukur.Ia membagikan sejumlah kiat sederhana yang bisa langsung diterapkan. Mulai dari menjaga performa mesin tetap prima hingga mengadopsi gaya mengemudi yang halus dan terukur. Bagaimana cara agar bisa lebih bijak saat berkendara? Berikut sejumlah tips penting dari Rifat Sungkar.
Pastikan Mesin dalam Kondisi Optimal
Foto: OTORifat mengatakan performa mesin itu sangat menentukan bagaimana konsumsi BBM, apakah boros atau tidak. Menurut dia, enjin sehat mampu bekerja lebih efisien dibandingkan yang sudah tidak optimal. “Paling menentukan adalah putaran mesin. Kalau mesin dalam kondisi capek, konsumsi bensin pasti berbeda,” kata dia.
Untuk menjaga performa mobil, peraih delapan kali juara Rally Nasional itu menyarankan pengendara agar menggunakan pelumas yang tepat. Kemudian melakukan servis injektor secara berkala. Memastikan fuel filter dalam kondisi bersih dan menjaga sistem pengapian, termasuk busi. Mobil modern itu walau sudah canggih tetap membutuhkan perawatan agar tetap berada di titik optimal.
Hindari Gaya Berkendara Agresif
Selain kondisi mesin, faktor terbesar kedua adalah perilaku pengemudi. Rifat menilai gaya berkendara agresif menjadi penyebab utama konsumsi BBM menjadi boros. Kalau cara nyetir nempel mobil depan, rem-gas terus, itu pasti boros. Ia sangat menganjurkan agar konsumsi BBM bisa lebih efisien dan hemat maka gaya berkendara secara halus dan mengalir (flowing). Apalagi saat menginjak pedal gas menjadi sangat diperlukan. “Lalu tetap menjaga jarak aman dan hindari gaya berkendara stop-and-go yang terlalu sering. Itu semua dapat membantu kita menghemat BBM secara signifikan,” sahutnya.
Jaga RPM Tetap Rendah
Kemudian Rifat juga membagikan tips prinsip sederhana lain untuk menghemat konsumsi BBM adalah menjaga putaran mesin (RPM) tetap rendah namun dengan kecepatan secara optimal. Ia mengatakan semakin tinggi tenaga, maka semakin besar energi digunakan. “Prinsipnya bukan gaspol. Tapi bagaimana kecepatan itu setinggi mungkin di RPM serendah mungkin,” lanjut dia.
Nah, untuk jenis mobil otomatis, Rifat mengatakan sistem gearbox umumnya sudah dirancang untuk mencari titik efisiensi terbaik. Sehingga konsumsi BBM sudah dirancang lebih stabil. Ia juga mengingatkan jika mobil memiliki mode berkendara ‘eco’ bisa dicoba untuk digunakan.
Gunakan Gigi Secara Tepat (Mobil Manual)
Lain lagi untuk kendaraan manual. Tapi Rifat masih memegang prinsip yang sama yaitu gunakan gigi setinggi mungkin dengan RPM serendah mungkin. Kebiasaan menahan gigi di posisi rendah dengan RPM tinggi justru membuat konsumsi BBM lebih boros. Kalau mau efisien, jangan pertahankan gigi rendah di RPM tinggi. Harus ada penyesuaian.
Ubah Mindset Berkendara
Foto: OTOBukan sekadar teknik, Rifat menekankan pentingnya perubahan pola pikir saat berkendara. Efisiensi energi dimaknai sebagai mengorbankan sedikit tenaga demi konsumsi bahan bakar lebih hemat. Dengan kombinasi perawatan kendaraan tepat dan gaya berkendara semakin bijak, efisiensi bahan bakar bukan hal sulit dicapai. Di tengah kondisi energi saat ini, langkah sederhana ini tidak hanya menghemat biaya. Namun dapat berkontribusi terhadap penggunaan energi secara berkelanjutan.
Yang terakhir, Rifat menambahkan kapasitas tangki BBM kendaraan pada dasarnya sudah dirancang sesuai kebutuhan mobilitas harian masyarakat. Untuk sepeda motor lazim memiliki tangki berkapasitas 3–7 liter. Sedangkan mobil berkisar 35–60 liter tergantung jenis. Dengan konsumsi rata-rata, motor hanya membutuhkan sekitar 0,5–1 liter per hari untuk jarak 20–30 km. Sementara mobil pribadi sekitar 3–5 liter per hari untuk jarak 30–50 km. Artinya, dalam penggunaan normal, satu kali pengisian penuh sebenarnya sudah cukup untuk beberapa hari. Sehingga tidak perlu melakukan pengisian berlebihan atau terlalu sering. “Ini semua bisa kita lakukan,” pungkasnya. (ALX)
Baca Juga:
Pastikan Keamanan Berkendara, Bridgestone Imbau Cek Ban Pascamudik Lebaran
Pentingnya Melakukan Pengecekan Kondisi Mobil Pascamudik Lebaran
Jual mobil anda dengan harga terbaik
Pembeli asli yang terverifikasi
IIMS 2026
Tren & Pembaruan Terbaru
- Terbaru
- Populer
Anda mungkin juga tertarik
- Berita
- Artikel feature
Mobil Pilihan
- Terbaru
- Yang Akan Datang
- Populer
Video Mobil Terbaru di Oto
Artikel Mobil dari Carvaganza
Artikel Mobil dari Zigwheels
- Motovaganza
- Tips
- Review
- Artikel Feature