Mengenal Teknologi BYD DM, Solusi Transisi yang Masuk Akal untuk Pasar Indonesia
Menjembatani celah antara efisiensi EV murni dan kepraktisan mesin konvensional, menjanjikan jarak tempuh tinggi tanpa drama charging.
Masa transisi menuju era elektrifikasi di Indonesia semakin menarik untuk diperhatikan. Berdasarkan data kuartal pertama tahun 2026, pangsa pasar kendaraan listrik murni (EV) sudah menyentuh angka 16 persen. Naik cukup signifikan dari 13 persen pada tahun 2025. Namun di sisi lain, mobil bermesin konvensional atau Internal Combustion Engine (ICE) nyatanya masih mendominasi kue otomotif tanah air dengan angka sekitar 75 persen. Mengapa? Fleksibilitas perjalanan jarak jauh dan kesiapan infrastruktur pengisian daya yang belum merata di luar kota-kota besar masih menjadi pertimbangan utama konsumen.
KEY TAKEAWAYS
Apa perbedaan mendasar sistem BYD DM dibanding teknologi hybrid konvensional?
Teknologi hybrid konvensional mengandalkan mesin bensin sebagai penggerak utama, sedangkan BYD DM membalik logika tersebut dengan menjadikan motor listrik sebagai penggerak dominan (Electric-First). Mesin bensin lebih sering berfungsi selaku generator pembantuApa perbedaan kegunaan antara varian DM-i, DM-p, dan DMO?
Varian DM-i difokuskan untuk efisiensi bahan bakar maksimal, DM-p dikembangkan untuk performa tinggi dan akselerasi bertenaga, sementara DMO dirancang khusus menghadapi medan berat atau off-roadDi sinilah celah yang coba dijembatani oleh BYD melalui teknologi DM (Dual Mode) mereka. Sebuah inovasi yang tidak sekadar ikut-ikutan tren hybrid, melainkan menawarkan pendekatan teknik yang cukup radikal dan fungsional.
BYD Bukan Pemain Kemarin Sore
DM merupakan singkatan dari Dual Mode. Sebuah sistem yang mengombinasikan karakteristik EV dan Hybrid dengan pendekatan kerja berbasis listrik (electric-based). Jadi, alih-alih membuat mobil hybrid konvensional yang mesin bensinnya bekerja keras sepanjang waktu, BYD membalik logikanya: motor listrik menjadi penggerak utama, sedangkan mesin bensin bertugas sebagai pendukung.
Foto: OTO/SetionoTeknologi ini sebenarnya bukan barang baru yang instan diciptakan oleh BYD. Mereka sudah memperkenalkannya pertama kali pada tahun 2008 silam lewat model BYD F3 DM. Artinya, sudah lebih dari 20 tahun perusahaan raksasa ini melakukan riset, pengembangan, dan evaluasi berkelanjutan di sektor elektrifikasi. Pada tahun 2026 ini, teknologi tersebut telah berevolusi hingga generasi terbaru yang dinamakan DM 5.0. Diklaim membawa efisiensi jauh lebih tinggi dibanding generasi-generasi pendahulunya.
Filosofi "Electric-First" dan Cara Kerjanya
Filosofi utama dari sistem BYD DM adalah "Electric-First". Secara mekanikal, arsitektur penggeraknya didesain agar motor listrik memikul beban utama untuk memutar roda. Intinya, motor listrik jadi penggerak paling dominan. Sehingga memberikan akselerasi instan, halus, dan senyap layaknya mobil listrik murni. Baterai berkapasitas besar ditanamkan agar dalam penggunaan harian rasanya benar-benar seperti mengendarai EV.
Foto: BYDSecara teknis, sistem manajemen energinya yang cerdas membagi pengoperasian ke dalam tiga mode penggerak utama:
- Mode EV: Roda sepenuhnya digerakkan oleh motor listrik (100%), sementara mesin bensin mati atau berada dalam kondisi siaga. Mode ini sangat cocok untuk komuter harian di dalam kota yang padat, menghasilkan nol emisi dan tanpa mengonsumsi bahan bakar setetes pun.
- Mode HEV Series: Ketika daya baterai turun di bawah batas State of Charge (SOC) yang ditentukan, mesin bensin akan aktif secara otomatis. Menariknya, mesin bensin di sini tidak memutar roda, melainkan bekerja sebagai generator untuk mengisi daya baterai. Roda tetap digerakkan oleh motor listrik. Mode ini bekerja sangat ideal pada kondisi kecepatan rendah hingga menengah.
- Mode HEV Parallel: Saat pengemudi membutuhkan performa penuh—misalnya saat bermanuver menyalip di jalan tol—roda akan digerakkan oleh kombinasi motor listrik dan mesin bensin secara bersamaan demi tenaga yang responsif. Menariknya, pada kecepatan tinggi dengan kondisi baterai rendah, roda dapat sepenuhnya digerakkan oleh mesin bensin saja untuk menjaga efisiensi konsumsi bahan bakar yang optimal.
Tiga Varian untuk Kebutuhan Berbeda
BYD memahami bahwa kebutuhan setiap pengemudi tidak bisa disamaratakan. Oleh karena itu, teknologi DM dipecah ke dalam tiga varian dengan karakteristik yang spesifik:
- DM-i: Varian yang fokus penuh ke efisiensi berkendara, dirancang untuk menekan konsumsi bahan bakar serendah mungkin untuk operasional sehari-hari.
- DM-p: Menitikberatkan performa, menyajikan kedinamisan berkendara tinggi dan akselerasi yang bertenaga.
- DMO: Khusus model off-road, dirancang khusus untuk kebutuhan medan berat dengan tingkat keandalan tinggi di berbagai kondisi ekstrem.
Efisiensi Radikal yang Masuk Akal di Indonesia
Jika berbicara mengenai angka spesifikasi, generasi DM 5.0 memadukan mesin bensin 1.5L efisien bertenaga 72 kW dan torsi 125 Nm. Lalu dikawinkan dengan motor EHS 5.0 berkekuatan hingga 15.000 rpm. Hebatnya, efisiensi termal dari mesin bensinnya mampu mencapai 46,06%, salah satu yang tertinggi di dunia saat ini.
Foto: BYDDampaknya langsung terasa pada efisiensi konsumsi bahan bakar yang diklaim mampu menyentuh angka luar biasa, mencapai 65 km/liter. Total jarak tempuh kombinasi (baterai + bensin) diklaim tembus 1.800 km.
Berkaitan dengan kondisi mobilitas di Indonesia, tentu sangat relevan. Anda bisa menikmati murahnya biaya operasional ala mobil listrik, sekaligus memiliki fleksibilitas untuk menempuh perjalanan antarkota jarak jauh. Tentunya tanpa sering antre di SPBU atau rasa cemas mencari charging station. (ODI)
Baca Juga:
Bedah Teknologi BYD Yangwang U9: Hypercar Listrik Tercepat dengan e4 Platform
BYD Memperkenalkan M6 DM di Indonesia, Mengusung Teknologi Super Irit
Jual mobil anda dengan harga terbaik
Pembeli asli yang terverifikasi
-
Jelajahi BYD M6 DM
Cerita Terkait BYD M6 DM
- Berita
Model Mobil BYD
Jangan lewatkan
IIMS 2026
Tren & Pembaruan Terbaru
- Terbaru
- Populer
Anda mungkin juga tertarik
- Berita
- Artikel feature
Mobil Unggulan BYD
- Terbaru
- Yang Akan Datang
- Populer
Bandingkan & Rekomendasi
BYD M6 DM
Tulis Review
|
|
Jenis Bahan Bakar
Bensin
|
|
Mesin
1498
|
|
Tenaga
160
|
|
Torsi
210 Nm
|
|
Tempat Duduk
7
|
|
Jenis Transmisi
Dedicated Hybrid Transmission
|
|
|
Tren MPV
- Terbaru
- Yang Akan Datang
- Populer
Artikel Mobil BYD M6 DM dari Carvaganza
Artikel Mobil BYD M6 DM dari Zigwheels
- Motovaganza