Insentif EV Segera Berlaku, Periklindo Ingin Kendaraan Komersial dan Transportasi Publik Jadi Prioritas
Pemerintah siapkan insentif EV mulai Juni 2026, mencakup mobil dan motor listrik, dengan fokus pada baterai nikel domestik dan kendaraan komersial
Kepastian mengenai masa depan ekosistem kendaraan listrik (EV) di Indonesia semakin benderang. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menargetkan insentif kendaraan listrik mulai diterapkan pada Juni 2026. Kebijakan ini menjadi bagian strategis dari upaya pemerintah dalam mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM) serta memperkuat ketahanan energi nasional.
KEY TAKEAWAYS
Kapan insentif kendaraan listrik mulai diterapkan di Indonesia?
Pemerintah menargetkan insentif mobil dan motor listrik mulai berlaku pada Juni 2026 untuk mendukung pengembangan ekosistem EV nasional.Mengapa kendaraan niaga listrik didorong masuk skema subsidi EV?
Karena bus, truk, dan armada logistik menjadi pengguna solar terbesar serta penyumbang emisi tinggi sehingga peralihannya dinilai lebih berdampak.Purbaya menyatakan bahwa saat ini pemerintah tengah menyiapkan alokasi anggaran guna mendukung implementasi insentif tersebut, yang mencakup kategori mobil maupun sepeda motor listrik. Kabar ini disambut positif oleh Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo), Moeldoko. Menurutnya, stimulus tersebut merupakan kepastian yang telah lama dinanti untuk memberikan harapan baru bagi produsen serta konsumen di tanah air.
Foto: PEVSNamun, Moeldoko menekankan agar cakupan subsidi tidak terbatas pada mobil penumpang saja. Sektor kendaraan komersial seperti bus, truk, dan armada logistik dinilai perlu masuk ke dalam skema ini. Sebagai pengguna solar subsidi terbesar sekaligus penyumbang emisi gas buang (CO2) yang masif, peralihan kendaraan niaga ke teknologi baterai dianggap akan memberikan dampak lingkungan yang signifikan.
"Kendaraan operasional bermesin besar mengeluarkan emisi paling pekat. Jika sektor ini beralih ke listrik, penghematan beban subsidi energi negara akan terasa jauh lebih besar," ungkap Moeldoko.
Selain aspek niaga, Moeldoko menyarankan agar prioritas subsidi motor listrik diarahkan pada korporasi transportasi seperti Gojek. Hal ini bertujuan agar manfaat ekonomi langsung dirasakan oleh pekerja produktif, bukan sekadar habis dikonsumsi oleh pembeli individu dari kalangan mampu. Periklindo juga mengharapkan regulasi ini memiliki rencana jangka panjang, setidaknya berlaku minimum tiga tahun sebelum dievaluasi, agar dunia usaha dapat melakukan perencanaan matang.
Foto: OTOTerkait spesifikasi teknis, kendaraan dengan baterai berbahan baku nikel domestik diproyeksikan mendapat insentif lebih tinggi. Langkah tersebut sejalan dengan program hilirisasi sumber daya alam yang dijalankan pemerintah. Di sisi lain, tekanan geopolitik global yang membuat harga solar melambung kini mulai mendorong para pengusaha angkutan melirik armada setrum demi menekan biaya perawatan.
Optimisme pasar pun terlihat dari data pertumbuhan yang impresif. Penjualan kendaraan elektrifikasi pada 2024 yang berada di angka 43 ribu unit melonjak drastis menjadi 104 ribu unit pada 2025. Dengan adanya kepastian insentif pada Juni 2026 mendatang, Periklindo memprediksi angka penjualan akan mencetak rekor baru yang lebih tinggi.
Guna mendukung lonjakan populasi kendaraan listrik tersebut, Moeldoko juga mendesak percepatan pemerataan infrastruktur. Pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) untuk kebutuhan niaga harus diperluas hingga ke luar Pulau Jawa, sehingga ekosistem transportasi bersih dapat tercipta secara menyeluruh di seluruh pelosok negeri. (BGX/ODI)
Baca juga:
PEVS 2026 Digelar 29 Oktober–1 November, Angkat Tema Mobilitas Bersih Masa Depan
iCAR V23 Punya 20 Titik Modular, Bodi Bisa Dimodifikasi Sesuai Gaya Pengguna
XPENG VLA 2.0, Standar Baru Swakemudi Penantang FSD Milik Tesla
Jual mobil anda dengan harga terbaik
Pembeli asli yang terverifikasi
IIMS 2026
Tren & Pembaruan Terbaru
- Terbaru
- Populer
Anda mungkin juga tertarik
- Berita
- Artikel feature
Mobil Pilihan
- Terbaru
- Yang Akan Datang
- Populer
Video Mobil Terbaru di Oto
Artikel Mobil dari Carvaganza
Artikel Mobil dari Zigwheels
- Motovaganza
- Tips
- Review
- Artikel Feature