Duo Skuter Listrik Kompak Paling Menarik di IIMS Hybrid 2021

Duo Skuter Listrik Kompak Paling Menarik di IIMS Hybrid 2021

Langkah demi langkah pesta otomotif tahunan, pabrikan terlihat makin serius mengarah ke kendaraan niremisi. Tak hanya atiran dari pemerintah dari juga gerakan para pemegang merek. Dari tadinya sekadar memamerkan teknologi. Hingga kini mulai jamak menjualnya ke pasar. Dan diterjemahkan dalam wujud paling sederhana dulu: skutik kompak. Setidaknya, kami merangkum dua spesies motor listrik paling menarik di IIMS Hybrid 2021, berikut kandidatnya.

Benelli Dong

Benelli Dong

Benelli yang kita kenal melulu memamerkan soal karakteristik suara mesin dua silinder nan gahar. Atau memasarkan naked sport empat piston brutal dengan harga ekonomis, tanpa disangka akhir pekan kemarin membawa spesies unik. Di samping jadi momen peluncuran skuter konvensional bernama Panarea 125, sesosok “kapsul” mungil tanpa mesin bakar turut dilepas ke pasar.

Namanya unik, Dong. Tentu seeksentrik wujudnya yang memang menyerupai kapsul. Seakan ia hadir dari masa depan. Kalau Anda perhatikan, dari depan ke belakang bodinya tak punya pahatan tajam. Benar-benar bulat. Bahkan hingga ke lengan penyangga dibentuk serba melengkung. Dari kejauhan pun, pasti sudah mencolok terlihat. Apalagi dengan warna biru muda cerahnya.

Dong tampil begitu futuristis-minimalis. Sampai-sampai, kalau lampu utama tidak dinyalakan mungkin Anda tak sadar di mana letaknya. Sebab dalam mika berwarna hitam. Menyatu dengan kelir batok wadah instrumen digitalnya. Baru ketika dihidupkan, cahaya LED di tepian membentuk siluet kotak. Menyala indah bersama riting yang juga dioda di sisi stang.

Ukurannya juga tak seberapa. Total dimensi memiliki panjang 1.670 mm, lebar 670 mm, serta tinggi 1.025 mm. Kompak. Dalam keadaan belum dipasang baterai, bahkan bobotnya cuma 74 kg. Sangat enteng. Maka dari itu pula, ia tidak bisa digunakan berboncengan. Hanya mengakomodir satu pengendara dewasa. Meski kelihatannya lebar dan panjang jok masih cukup.

Motor penggerak Dong menggunakan dinamo listrik 1.200 Watt dengan kapasitas satu baterai. Spesifikasinya 18.650 Li-Ion-BMS 60V/26Ah. Perbekalan itu diklaim mampu menempuh jarak sampai 60 km sekali isi penuh. Alias cukup relevan dengan penggunaan dalam kota. Tidak berlebihan maupun kekurangan. Meski jika dikaitkan dengan orang berkomutasi, rasanya kemampuan itu belum cukup terakomodir.

Yang cukup unik, ban donatnya menempel pada suspensi depan dengan sistem aircraft landing gear. Rancangan semacam ini menyerupai shock absorber digunakan produk aviasi. Kemudian pelek imutnya memakai bahan aluminium nan kuat dan ringan. Dan paling lucu, ia mampu mengeluarkan suara layaknya skutik biasa. Mengikuti irama putaran throttle.

Untuk meminang motor satu ini, memang tak seekonomis yang kita kira terhadap produk Benelli. Tapi toh masih dalam batas toleransi alias tidak begitu mahal, Rp 36,8 juta. Sementara pilihan warna lainnya ada putih, kuning dan hitam. Jika memesan di sini, konsumen mendapatkan unitnya di bulan depan.

Baca juga: IIMS Hybrid 2021: Pilihan Motor Listrik, Dijual Mulai Dari Rp 11 Jutaan

NIU Gova 03

NIU GOVA 03

Perihal skuter listrik, setahun belakangan ini kami cukup terkagum dengan NIU. Eksekusi terhadap penampilannya matang. Tidak terlihat asal-asalan, malah cenderung apik. Kesan premiumnya melekat dan memiliki nuansa Eropa. Namun, seri-seri sebelumnya tampak memiliki harga kurang bersahabat. Dan sekarang, hal itu sudah dijawab lugas. Sosok bernama GOVA 03 dijadikan entry level, dengan harga Rp 23,8 juta OTR Jakarta.

Penampilannya tak kalah cantik. Memang berbeda sama sekali dengan muka NQ Series. Tapi Masih terbilang proporsional. Apalagi tampangnya dihias lampu persegi dengan tepian hitam trim. Seakan cukup tangguh diajak jalan sehari-hari. Penerangannya sendiri juga tentu sudah full dioda, dengan siluet sinar dramatis. Bagian belakang, memang tidak secantik NQ series. Tapi paling tidak tekuknya masih mudah diterima selera siapapun.

Lebih penting lagi – walaupun harganya terbilang ekonomis – kemampuan GOVA tidak sembarangan. Kalau melihat data kertas sudah cukup memenuhi kriteria. Baterai lithium 60 V 40 Ah serta motor elektrik 2000 W mampu melaju sampai kecepatan 60 kpj. Dan sanggup bertahan di kisaran 70-80 km dari daya sekali isi. Yang memakan waktu 6,5 jam. Cukup bukan?

Soal ukurannya juga cukup kompak. Total panjang 1.735 mm, lebar 1.045 mm, dan tinggi 700 mm. Itu semua hanya menghasilkan bobot total 87 kg. Sepantaran Honda Genio. Sementara spesifikasi kaki-kakinya pakai spring air damping depan belakang, serta ban 10 inci profil 3.00. Dan deselerasi dijaga dua cakram. Gova muncul dalam kelir merah, silver, serta putih.

Pilih Mana?

Secara konseptual, Benelli Dong memang begitu menarik. Bentuknya brutal sekaligus unik. Ikonik saat dilihat di jalan dan begitu berkarakter. Tanpa dilihat lebih jauh pun bisa jadi orang sudah tahu ia skuter niremisi. Sebab desain futuristik dengan gaya kapsul yang diusung. Namun, kalau bicara harga dan kemampuan tampaknya Gova masih lebih baik. Dan masuk akal untuk dibeli. Meskipun, tampangnya tidak benar-benar berkarakter seperti milik Benelli Dong. (Hlm/Raju)

Baca juga: IIMS Hybrid 2021: Utomocorp Pamerkan Skuter Listrik NIU, Dijual Mulai 23 jutaan