jakarta-selatan

BMW X1 Terbaru Tampil Beda Dengan Penggerak Roda Depan

  • Mei 02, 2016
  • 910 Dilihat

2016 adalah tahun SUV. Itu adalah kalimat yang diucap oleh Presiden Direktur PT Mercedes-Benz Indonesia (MB Ina), Roelof Lamberts saat meluncurkan SUV, GLE di Indonesia di awal 2016. Sebagai market leader, nampaknya kalimat Roelof begitu berarti. Bahkan untuk competitor terdekatnya, BMW Indonesia.


Berbeda dengan MB Ina yang memilih mengeluarkan SUV berukuran besar untuk membuka tahun di 2016, BMW Group Indonesia memilih SUV berukuran kompak sebagai SUV pertama yang diluncurkan tahun ini: BMW X1.


Kami sudah mengonfirmasinya langsung ke pihak BMW Group Indonesia, Jodie O’ Tania selaku Corporate Communications Department BMW Indonesia memastikan X1 adalah SUV pertama mereka yang akan dirilis di Indonesia pada 2016. “Peluncuran X1, pasti tahun ini, tidak akan ada perubahan (waktu),” tegas Jodie.


X1 SUV


Kehadiran X1 di Indonesia memang sewajarnya ditunggu. Sebagai salah satu model BMW yang paling diminati masyarakat, pembaruan X1 untuk region Tanah Air terbilang terlambat. Peluncurannya, di dunia sudah dilakukan sejak Juni 2015, sedangkan beberapa negara sudah mulai menjual sejak Oktober. Sedangkan untuk 2015, BMW Group Indonesia malah hanya menambah varian X1.


Namun, sebagai entry level SUV di BMW, tentu saja kapanpun kehadirannya, sambutan dari masyarakat akan tetap tinggi. Mendengar kalimat pihak BMW Group Indonesia yang optimis untuk meluncurkan X1 tahun ini, kamipun tergugah untuk mengulik lebih dalam sosok SUV berbodi kompak ini. Secara garis besar, ada dua hal penting yang kami temukan memiliki perubahan signifikan pada X1, yakni pada desain, dan mesinnya. Modal-modal ini, kami rasa cukup untuk menjadikannya pesaing kuat bagi GLA-Class.


Desain


Desain X1 lebih tegas


Jika Anda melihatnya secara sepintas, maka tak nampak signifikan perubahan yang terdapat pada sosok X1. Garis desainnya seolah masih mencirikan sebuah X1. Namun, coba perhatikan perlahan. Tubuhnya lebih jangkung. Proporsinya pun tampak lebih mirip sebuah SUV kompak, ketimbang sebelumnya yang seperti crossover wagon. Metode ini kami apresiasi lantaran desain X1 generasi sebelumnya memang menarik bagi banyak kalangan. Karenanya mempertahankan visual secara umum bukanlah hal yang haram.


Tampilan eksteriornya jika ditelisik, ada ubahan pada bentuk kap yang lebih berlekuk. Kap juga menutup sempurna hingga batas grill, tidak seperti generasi sebelumnya yang seolah terpotong. Sedangkan bagian buritannya mencerminkan desain global BMW dengan LED yang membentang pada lampu belakang.


Ubahan proporsi tubuh dengan meningkatkan tingginya memang tak banyak, 53 mm menjadi 1.598 mm, lebarnya saat ini 1.821 mm dengan panjang 4.439 mm. Namun, dengan sedikit perubahan desain pilar A, ia nampak lebih gagah. Ubahan pada dimensi tentunya berimbas positif pada ruang kabin. Untuk penumpang kedua misalnya, legroomnya meningkat hingga 37 mm dalam kondisi standar. Bahkan, bagasinya pun meluas 85 liter menjadi 505 liter.


Mesin


Ragam pilihan mesin X1


Ini parameter unik yang kami tak ingin lewatkan dari X1. Prinsipal BMW menghadirkan enam mesin baru untuk digunakan oleh setiap negara sesuai pilihan masing-masing APM. Mesin 4-silinder berkapasitas 2.0 liter tersedia dengan jenis bahan bakar bensin dan diesel di mana semuanya menggunakan teknologi TwinPower Turbo. Bahkan ada pula mesin yang lebih efisien yakni unit 3-silinder bertenaga 116 dk (bensin) dan 136 dk (diesel). Teknologi mesin tiga silinder dengan turbo, yang sebelumnya sudah terbukti sukses membuat mobil berpenggerak roda depan seperti BMW Active Tourer dan Gran Tourer dapat mencipta efisiensi. Pilihan mesin ini akan menjadi entry level varian X1.


Namun, jika sosok SUV atau Crossover, atau SAV -terserah Anda menyebutnya apa- ini diberikan mesin penggerak roda depan, masihkah sanggup menembus medan yang lebih beragam? Kami sedikit berikan gambaran. X1 sebelumnya hadir di Indonesia dengan dua jenis penggerak, All Wheel Drive (AWD) atau semua roda, dan Rear Wheel Drive (RWD) penggerak roda belakang.


Penggerak roda depan baru saja digunakan BMW untuk pertama kalinya pada 2-Series Active dan Gran Tourer, dengan komposisi Hatchback dan MPV. Sedangkan untuk SUV, baru kali ini mereka mencoba menerapkannya. Pabrikan lain memang sudah menerapkannya sejak lama. Honda, semua SUV yang dijual di Indonesia menggunakan penggerak roda depan. CR-V, HR-V, BR-V, dan apakah mobil ini tak menjadi fun to drive? Anda bisa nilai sendiri.


Tentunya, penggerak empat roda dan roda belakang tetap dihadirkan oleh principal BMW. Namun, mesin mana yang dipilih untuk Indonesia oleh BMW? Hanya mereka yang tahu.


Baca Juga: Off Roader Tangguh Berwajah Klasik

Shares

Mobil Pilihan

  • Populer
  • Terbaru
  • Yang Akan Datang
  • Komparasi
Pilih kota untuk memulai pencarian
Atau pilih dari daftar kota populer