Oto
jakarta-selatan

5 Keunggulan BMW All New X1 Yang Patut Ditunggu

  • Mei 09, 2016
  • 4853 Dilihat

BMW All New X1, hadir sebagai sebuah penyempurnaan. Itulah frasa yang kami rasa tepat menggambarkannya. Bukan sebuah perubahan, bukan sebuah pembaruan, melainkan penyempurnaan X1 dalam mendapatkan trahnya sebagai sebuah SUV. Pasalnya, sejak kehadiran generasi pertamanya di tahun 2009, baru pada generasi kedua ini, X1, sukses menyandang nama SUV.


Oke, secara proporsi, mungkin diksi tepat untuk menyebutnya adalah Crossover. Tapi tetap saja, DNA SUV yang sejak generasi sebelumnya disebut ada, mungkin hanya tersirat. Sedangkan pada All New X1, proporsinya jelas membuatnya sebagai sebuah SUV.


Sebagai SUV dengan dimensi paling kompak di antara jajaran SUV BMW, X1 memegang peranan penting sebagai mobil entry level bagi mereka yang baru pertama kali memiliki SUV asal Jerman tersebut. Karenanya berbagai ubahan, dilakukan sebagai upaya untuk membuat X1 makin layak sebagai sebuah SUV, namun juga tetap terjangkau oleh berbagai kalangan masyarakat.


Setelah 730.00 unit terjual di seluruh dunia selama 6 tahun, BMW pun menyusun komposisi terbaik X1 di tahun 2015 lalu. Indonesia, akan segera mendapatkan unitnya, berikut kami sarikan beberapa hal menarik yang dapat Anda nantikan dari All New X1 yang akan meluncur 11 Mei 2016 di Tanah Air.


Fitur


Fitur X1 lebih komplit


Sebagai sebuah generasi anyar, pembaruan fitur tentu dibutuhkan untuk menyajikan komposisi kendaraan yang lebih modern. Lampu LED di seluruh sistem penerangan, Dynamic Damper Control, Head Up Display, dan Driving Assistant Plus adalah beberapa fitur yang dibawa X1 terbaru.


Driving assistant plus misalnya, sistem yang dimiliki X1 terintegrasi dengan pengaturan Active Cruise Control dengan fungsi stop and go. Bahkan sistem ini juga dapat memonitor kondisi lalu-lintas untuk membantu pengemudi agar lebih waspada ketika macet di jalan.


Sedangkan head up display teringrasi dengan sistem ConnectedDrive yang merupakan sistem konektivitas khas BMW yang memungkinkan pengguna memantau kecepatan, navigasi, dan perpindahan gigi pada kaca di atas dashboard. Sehingga pengguna dapat memantau informasi penting tanpa perlu mengalihkan pandangan dari jalan. Desain Lebih SUV


Desain X1 lebih kokoh


Desain adalah faktor yang menentukan kodrat sebuah mobil. X1 sejak awal sudah ditahbiskan sebagai Crossover atau SUV kompak. Namun, sosoknya pada generasi pertama yang tak terlalu gagah, juga cenderung rendah, malah membuatnya tampil sedikit seperti sebuah wagon.


Pada generasi ini, BMW sukses menghadirkan desain yang lebih gagah, lebih macho, lebih maskulin untuk mendeskripsikan proporsi X1 sebagai sebuah SUV. Hal ini kami apresiasi lantaran X1 hanya mengalami perubahan dimensi sedikit.


Panjangnya 4.439 mm, lebar 1.821 mm, dan tinggi 1.589 mm. Kenaikkan paling signifikan pun hanya pada tingginya yang naik 53 mm. ini tentu bukan angka yang besar, namun Anda bisa melihat sendiri komposisi bodinya, kekar bak sebuah SUV.


Kesan sporti dan agresif kental berkat aplikasi 3 bagian air intake di bumper depan. Sedangkan ciri khas BMW dengan kidney grill dipertahankan untuk menjaga karakternya. Sedangkan kontur kap mesin dibuat lebih berkarakter dengan moncong kap yang berbatas tepat dengan grill, berbeda dengan sebelumnya yang terpotong di bagian kap.


Dimensi Lapang


Dimensi X1 membesar


Dengan dimensi yang berubah ‘hanya sedikit’ tersebut. Ternyata para insinyur dan desainer sukses membuat kabin X1 lebih lapang. Knee room misalnya, untuk penumpang belakang disebut meluas sebanyak 37 mm.


Tak hanya itu, sisi kepraktisan X1 juga meningkat berkat perubahan dimensi bodinya. Pada X1 yang akan meluncur esok, bagasinya bisa mengangkut hingga 505 liter, atau 85 liter lebih banyak daripada X1 generasi pertama. Bahkan ketika jok kedua dilipat dan ruang belakang X1 difungsikan sebagai bagasi seluruhnya, maka ruang dengan kapasitas 1.550 liter tersedia.


Tak hanya sisi kepraktisan dan kelapangan ruang kabin saja. Ubahan dimensi juga berpengaruh pada kenyamanan pengemudi ketika berkendara. Posisi duduk pengemudi naik 36 mm sehingga visibilitas dan kesan berkendara SUV yang tinggi kian terasa.


Mesin 3 silinder


Ada pilihan mesin BMW 3 silinder


Dua tahun lalu, BMW Group menghadirkan sebuah inovasi mesin kompak, namun bertenaga. Yakni unit 3 silinder 1.5 liter dengan TwinPower Turbo yang disematkan pada New MINI Cooper. Penggunaan mesin inipun sukses menjadikan varian MINI lebih menjangkau banyak kalangan karena harga jualnya lebih terjangkau berkat memangkas kapasitas mesin dan jumlah komponen yang digunakan.


Kesuksesan BMW Group pada MINI, diteruskan pada mobil model lain yakni 2-Series (Active Tourer dan Gran Tourer). Nah, kali ini, BMW Group menggunakan kebijakan yang sama untuk X1. Seperti disebut di website BMW.com, mesin 3-silinder untuk X1 tersedia dalam dua jenis bahan bakar.


Mesin 1.5 liter bensin 3-silinder memiliki daya 136 PS, atau lebih besar 20 PS dibanding versi dieselnya yang hanya 116 PS. Tentunya efisiensi mesin diesel X1 pun lebih baik dibanding varian bensinnya. BMW mengklaim tingkat kehematan bahan bakar X1 bermesin 1.5 liter diesel mencapai 25,6 km/liter. Sedangkan versi mesin 1.5 liter bensinnya 19,6 km/liter.


Jika strategi menggunakan mesin ini digunakan oleh BMW Indonesia, maka nomenklatur X1 dengan diksi sDrive 18i yang sebelumnya menggunakan mesin 2.0 liter akan diemban oleh mesin 1.5 liter, sementara mesin diesel 1.5 liternya akan hadir dengan nama varian sDrive 16d. Prediksi kamipun, X1 dengan mesin 3-silinder ini akan menjadi X1 termurah jika ia nantinya dipasangkan dengan penggerak roda depan. Dengan format inipun, X1 menjadi lebih andal untuk diajak berefisiensi di tengah hiruk pikuk kota.


Penggerak Depan


X1 kini berpenggerak depan


Kami menyaksikan sendiri, bagaimana reaksi para fanatik BMW ketika sebuah BMW hadir dengan penggerak roda depan pertama kalinya dalam satu abad BMW ketika peluncuran 2 Series Active Tourer di Tanah Air. Ketakutan akan hilangnya fun to drive dan pengendalian khas BMW dengan sistem gerak roda belakang membayangi semua fans BMW.


Tapi ternyata kekhawatiran itu tak terbukti. Oke, memang beda rasa mobil berpenggerak depan dan belakang. Namun, BMW berhasil mereduksi itu dengan rancangan sasis dan bodi sedemikian rupa serta karakter pengendalian dan suspensi sehingga mobil BMW berpenggerak roda depan tetaplah asyik dengan karakter khas BMW.


Resep inilah yang sepertinya ingin dicoba lagi pada All New X1. Penggerak empat roda xDrive tentunya tetap tersedia, pun dengan penggerak roda belakang yang menjadi varian standar, namun X1 berpenggerak roda depan, adalah pilihan bagi mereka yang membutuhkan sosok SUV untuk penggunaan dalam kota.


X1 generasi kedua menggunakan teknologi sasis yang baru untuk membangkun secara sistematis berbagai posisi penggerak sesuai kebutuhan pasar. Jadi meski dengan mesin transversal yang dipasang melintang, sistem penggerak roda depan ataupun penggerak seluruh roda tetap dapat menyajikan keasyikan berkendara dalam berbagai kebutuhan.


Baca Juga:  BMW X1 Tampil Dengan Penggerak Roda Depan


Sumber : bmw.com Foto : Netcarshow

Shares

Mobil Pilihan

  • Populer
  • Terbaru
  • Yang Akan Datang
  • Komparasi
Pilih kota untuk memulai pencarian
Atau pilih dari daftar kota populer