Lakukan ini Agar Ban Awet Saat Terparkir Lama

Lakukan ini Agar Ban Awet Saat Terparkir Lama

Kondisi tak kondusif akibat COVID-19 menyebabkan mobilitas masyarakat terbatas. Pemerintah telah mengimbau agar tetap di rumah. Hal ini turut memengaruhi mobil, yang terpaksa terparkir lama. Ban pun menjadi salah satu komponen paling terdampak. Kualitas dapat menurun, sehingga perlu perhatian khusus. Berikut tips menjaga karet bundar tetap optimal saat terparkir lama, oleh Jonathan Benson dari Tyrereviews asal Inggris.

Periksa dan bersihkan

Lantaran banyak waktu di rumah, coba inspeksi kondisi ban secara menyeluruh. Perhatikan bagian yang mengalami kerusakan. Biasanya pada alur tapak terselip benda asing, seperti batu. Bersihkan. Periksa pula tingkat keausan dengan melihat indikator berupa garis melintang di dalam ceruk. Bila tingginya sudah setara, ada baiknya segera mengganti baru. Setelah itu, cuci dan semir dengan bahan bebas pelarut. Aplikasikan pada dinding. Selain menjaga penampilan, tindakan ini dapat melindunginya dari sinar matahari. Karena semir bertindak sebagai tabir surya.

Bersihkan ban

Angkat mobil

Trik ini membuat ban tak menyentuh permukaan tanah langsung. Semua beban mobil tak lagi bertumpu padanya. Sehingga permukaan rata sebelah atau flat spot dapat terhindar. Ya, ban akan berubah bentuk ketika diberikan tekanan di tempat sama secara terus-menerus. Anda bisa memanfaatkan pengangkat hidrolis seperti punya jasa pencuci mobil. Jika tak punya, bisa memakai jackstand, tapi jumlahnya harus empat buah, guna memastikan keamanan. Kalau tak punya, beralihlah ke tips selanjutnya.

Maksimalkan tekanan udara

Bila mengangkat mobil tak mungkin, naikkan tekanan udara hingga tingkat maksimum. Batas tertinggi bisa di lihat di tabel informasi tertera di dinding ban. Tujuannya memberikan dukungan lebih, agar tak berubah bentuk. Pasalnya, seiring waktu tekanan di dalam berkurang dan berpotensi habis. Jangan lupa untuk mengembalikan ke tekanan semula ketika akan mengendarai kembali. Trik paling mudah adalah meninggalkan pesan di dalam mobil, biar tak lupa. Berkendara dengan ban dengan tekanan berlebihan sangat membahayakan, selain pengendalian jadi sulit; tapak bisa aus tak rata, terutama di bagian tengah.

Baca juga: Langkah Persiapan Mobil Sebelum Hibernasi Selama Karantina Wilayah

Putar ban

Setelah mengisi udara penuh, selanjutnya memutar sedikit. Caranya majukan mobil beberapa sentimeter, untuk menghindari terjadinya flat spot. Tak perlu menyalakan mobil, cukup dorong. Fungsinya mencegah baterai atau aki cepat habis. Lakukan ini setiap seminggu sekali.

Cek tekanan angin ban

Parkir di tempat teduh

Memarkir di tempat yang terpapar matahari langsung sangat tak dianjurkan. Dikatakan Jonathan, ban tidak menyukai sinar ultraviolet (UV). Ia akan mendegradasi kualitasnya, bahkan berisiko membuat getas. Tempatkan mobil di lokasi teduh, atau tutup dengan selubung yang banyak dijual di toko otomotif.

Pasang bantalan ban

Anda mungkin harus merogoh kocek lebih untuk membelinya. Aksesori aftermarket ini dirancang untuk memperpanjang usia, mencegah flat spot dan mengurangi potensi retak pada dinding ban. Rupanya berupa bantalan, biasa terbuat dari plastik dengan cekungan yang pas bentuk roda. Ini dapat menyebarkan tekanan dari beban mobil ke banyak titik di permukaan ban. (Hfd/Tom)

Sumber: Tyre Reviews YouTube, Motor1

Baca juga: Ganti Oli Mesin Motor Sendiri Ketika PSBB, Begini Tahapannya

GIIAS 2021

Anda mungkin juga tertarik

  • Yang Akan Datang

Video Mobil Terbaru di Oto

Oto
Tonton Video Mobil