Bagaimana Meningkatkan Visibilitas Mengemudi Saat Hujan, Cek 3 Hal Ini

Bagaimana Meningkatkan Visibilitas Mengemudi Saat Hujan, Cek 3 Hal Ini

Mengemudi saat hujan turun butuh ekstra perhatian dan fokus. Hujan yang turun dengan deras, atau ada kabut turun, akan sangat mengganggu. Konsentrasi harus dijaga saat berkendara meski guyuran air hujan. Kaca depan yang terkena air hujan, jelas membatasi pandangan Anda saat mengemudi. Padahal pandangan yang jelas dan luas ke arah depan adalah hal penting saat mengendarai mobil.

Lalu, bagaimana mengatasinya? Secara umum, mengemudi di kondisi ini adalah hidupkan headlight, aktifkan wiper mobil, jaga jarak dengan kendaraan lain.

1. Gunakan Wiper

Secara umum ada wiper. Yap, tuas dengan bagian karet ini tugasnya adalah menyapu air yang ada di kaca depan. Aktifkan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi hujan. Biasanya kendaraan dilengkapi pengaturan kecepatan low, medium dan high. Tapi coba perhatikan, air yang disapu oleh wiper tak selalu langsung terhapus bersih bukan? Tentunya sisa air ini masih akan mengganggu pandangan, terlebih ketika malam hari.

Hal itu bisa terjadi karena kondisi wiper mobil Anda. Perhatikan bagian karetnya apakah masih baik atau sudah aus. Kalau aus, karet wiper juga akan menimbulkan suara berisik mendecit atau berderik atau suara aneh lainnya. Memang tidak selalu mengindikasikan ‘pisaunya’ perlu diganti, tapi bisa jadi perlu diganti. Terkadang, bilah wiper juga suka melompat-lompat. Kalau sudah begini langsung saja ganti.

Keausan bisa juga menyebabkan karet wiper splitting. Artinya, satu permukaan menyentuh kaca, permukaan lainnya tidak. Biasanya, yang bagian bawah yang tak menyentuh karena suka terekspos bahan kimia atau lainnya. Jadi kerja bilah tidak seimbang. Jadi, selalu perhatikan kondisi wiper Anda dan rajin-rajinlah membersihkannya.

Baca juga: Yuk Mengenal Lebih Jauh Jenis-Jenis Wiper Mobil

wiper

2. Hidupkan Lampu

Jika Anda berkendaraa saat hujan atau malam hari, penggunaan headlight alias lampu utama akan meningkatkan pengelihatan Anda. Mobil keluaran lama bisa dengan lampu besar, sedangkan mobil-mobil keluaran baru bisa ditambahkan dengan menggunakan foglamp. Menghidupkan lampu saat hujan, meski siang hari, bukanlah tindakan yang buruk. Hal itu justru akan membuat pengendara lain tahu keberadaa Anda.

Nah, dengan kondisi ini, menjaga kebersihan lampu depan Anda tentu sangat penting. Lampu yang tertutup debu bahkan kotoran akan mengurangi kemampuan sinar pada lampu. Rutin melakukan pembersihan bisa dengan air atau cuci menggunakan sabun. Pastikan kaca atau mika headlamp bersih. Bagi Anda yang rajin mencuci mobil, bagian ini tentunya takkan pernah dilewatkan.

Car headlight

3. Langkah Preventif

Kadangkala wiper tidak mampu terlalu membersihkan kaca mobil Anda. Seperti disinggung di atas kemungkinan pertama adalah kondisi wiper itu sendiri. Kemudian kondisi kaca mobil Anda yang kotor tentunya membuat wiper tidak bekerja maksimal. Biasakan secara rutin mencuci mobil dan kaca mobil Anda.

Langkah preventif lain adalah mencampur air wiper dengan cairan khusus bisa menjadi salah satu solusi supaya kaca tetap bening. Menggunakan cairan anti-hujan (rain repellent) juga bisa meminimalkan dampak itu. Obat-obatan kimia ini akan membuat kaca layaknya daun talas. Air akan dengan mudahnya tergelincir ke bawah sehingga kinerja dari wiper tidak terlalu berat.

Pandangan ke depan dari sisi pengendara dan penumpang depan juga menjadi lebih jernih dari air. Bukan itu saja, dengan aplikasi obat ini, air yang menabrak kaca akan menjadi bulir-bulir berbentuk bulat. Mudah disapu oleh wiper bahkan terpaan angin sekalipun. Produk car care seperti ini cukup banyak ditemui di pasaran dengan beragam merek. Sebut saja No Touch Rain Shield, Glass Science Rain Clear New Gel Formula, RainX 2 in 1 dan lainnya.

Baca juga: Siapkan Kendaraan Hadapi Musim Hujan, Periksa Bagian Ini

rain repellent

Penggunaannya cukup simpel dan praktis. Tinggal semprot di permukaan kaca depan (windscreen) dan simpel. Hanya saja, pastikan permukaan kaca sudah bersih. Efeknya, bisa terasa saat cairan ini diaplikasikan pada saat hujan mendera. Sehingga tepat penggunaannya, saat musim penghujan seperti sekarang yang melanda di sebagian kota di Indonesia.

“Rain repellent, tidak sekadar membersihkan namun juga memberikan efek guyuran hujan emoh menempel bak air di daun talas. Sebaiknya, permukaan kaca dalam kondisi bersih untuk optimal semprotan rain repellent,” ujar Samsudin, selaku National Technical Advisor dari Astra Peugeot.

Ada fakta unik saat kami menguji performa rain repellent ini. Pastikan prosedur aplikasi rain repellent secara benar. Beberapa saat sebelum turun hujan, menjadi saat terbaik mengaplikasi rain repellent. "Optimalisasi penggunaan rain repellent saat hujan dan membantu visibilitas Anda berkendara. Cairan ini mampu menekan dampak keterbatasan visibilitas Anda saat menyetir," kata Samsudin.

Terakhir, beberapa hal yang harus diperhatikan. Saat di jalan, jauhi kendaraan besar seperti truk atau bus. Cipratan air yang dihasilkan truk atau busa juga besar, yang akan mengganggu Anda. Kalaupun harus berada di belakang mereka, jaga jarak aman. Kemudian mengemudilah dengan perlahan, jaga kecepatan mobil Anda. Mengemudi dengan lebih lambat akan memberikan Anda waktu lebih banyak melihat ke depan dan mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan. (Raju)

Baca juga: 7 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Berkendara di Musim Hujan

GIIAS 2021

Anda mungkin juga tertarik

  • Yang Akan Datang

Video Mobil Terbaru di Oto

Oto
Tonton Video Mobil