7 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Berkendara di Musim Hujan

7 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Berkendara di Musim Hujan

Musim hujan sudah tiba. Beberapa pekan terakhir curah hujan murah tinggi di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Jabodetabek. Kondisi jalan yang berbeda dibandingkan sata musim kemarau tentunya juga harus disikapi dengan cara berbeda. Jalanan licin akibat hujan atau potensi terbentuknya genangan air sehingga dapat mengakibatkan aquaplaning. Yang tidak kalah penting, jarak pandang pengemudi yang memburuk seiring kian derasnya hujan yang turun.

Tak ayal, Anda perlu menjaga kewaspadaan saat mengemudi di musim hujan. Tidak lupa pula untuk menjaga kondisi mobil supaya tetap bekerja dengan baik saat hujan turun. Sekedar mengingatkan, sebaiknya Anda menghindari beberapa kesalahan kecil yang berujung fatal. Apa saja hal yang sebaiknya dihindari atau boleh dibilang hal yang tidak boleh dilakukan?

1. Tidak Menjaga Kondisi Ban

Masih banyak yang beranggapan, selama ban masih bisa berputar maka itu artinya masih bisa digunakan. Padahal, ban merupakan komponen mobil yang sangat penting karena hanya ban yang melakukan kontak langsung dengan jalan. Oleh karena itu, pastikan kondisi ban dengan memeriksa tekanan angin yang seusai dengan rekomendasi pabrikan. Kemudian periksa kondisi telapak, alur, dan dinding ban dari potensi aus dan rusak. Segera ganti bila ditemukan masalah pada ban mobil.

2. Tidak Memeriksa Komponen Mobil

Selain ban, masih ada komponen mobil lain yang wajib diperiksa seperti lampu dan wiper, termasuk cairan pembersih kaca. Lampu depan yang tidak berfungsi dengan baik justru mengganggu pandangan saat mengemudi. Lampu senja, sein, dan rem yang mati membuat pengguna jalan lain tidak bisa memantau manuver yang Anda lakukan. Akibatnya tentu saja bisa fatal. Demikian juga wiper yang berfungsi menyapu air di kaca mobil Anda. Pastikan kondisinya masih baik dan karetnya tidak getas.

Baca juga: 3 Tips Berkendara Aman dan Nyaman Ketika Hujan

tips mengemudi

3. Tidak Mengukur Kemampuan Mobil

Mengemudi mobil di jalan basah akibat hujan tidak bisa disamakan dengan mengemudi di jalan kering. Segera kurangi kecepatan mobil ketika Anda melalui kawasan yang sedang turun hujan. Kendaraan yang melaju tidak terlalu kencang membuat Anda memiliki kontrol lebih baik di tengah kondisi jalan yang sulit dipantau. Selain itu jaga jarak dengan kendaraan lain. Hal ini dapat memberi jarak dan waktu yang cukup bagi kita untuk bereaksi terhadap manuver pengendara lain yang mendadak. Jarak yang cukup juga dapat memberikan waktu dalam menghindari genangan air yang dapat menyebabkan mobil melayang di atas air (aquaplanning). Pun ditambah menurunnya kondisi ban dan rem akibat harus bekerja di jalan licin yang membuat jarak pengereman kian jauh dan mobil sulit dikendalikan.

4. Tidak Menjaga Perilaku Berkendara

Saat hujan turun, kinerja komponen penting seperti rem dan ban akan menurun drastis. Jangan terpancing emosi dengan melakukan manuver berbahaya seperti memacu mobil atau pindah jalur tiba-tiba. Apalagi bila kondisi jalan macet. Kesabaran Anda akan diuji supaya tetap tenang dan tidak melakukan tindakan yang merugikan banyak pihak.

5. Tidak Waspada Melewati Genangan Air

Jaga kewaspadaan dan kurangi kecepatan ketika melalui genangan air. Perhatikan baik-baik dengan mengamati mobil yang ada di depan dan tidak melakukan pengereman mendadak yang bisa membuat mobil hilang kendali. Cukup angkat kaki dari pedal gas dan jaga jarak aman dengan kendaraan lain di depan. Yang pasti, jangan bermain ponsel atau kegiatan yang mendistraksi fokus juga dapat menjaga kewaspadaan.

Baca juga: Lakukan 7 Hal ini Agar Aman Melewati Genangan Air Saat Musim Hujan

tips mengemudi

6. Menyalakan Lampu Hazard

Lampu hazard hanya dipakai saat berhenti di kondisi darurat. Misal saat berhenti di bahu jalan tol untuk mengganti ban yang bocor. Cukup nyalakan lampu senja atau fog lamp waktu hujan turun. Atau jika pandangan terbatas bisa dibantu lampu utama. Lampu hazard justru mengganggu pandangan dan membuat bingung pengguna jalan lain jika digunakan tidak semestinya.

7. Tidak Rutin Servis Berkala

Sederhana saja, servis berkala memastikan seluruh komponen mobil dapat berfungsi optimal, temasuk saat hujan turun. Selain itu, spare parts yang sudah waktunya diganti karena usia pakai, aus atau rusak akan diganti dengan yang baru untuk menjaga kinerja mobil..

Spesial untuk Anda yang ingin melakukan penggantian komponen mobil, Auto2000 menawarkan promo khusus yang diberi nama Promo PERKASA. Ada harga khusus untuk perbaikan dan penggantian kopling, aki, dan shock absorber berupa diskon jasa sebesar 30% dan diskon parts sebesar 15%. Masa berlaku Promo PERKASA (Perbaikan Kopling, Aki, dan Shock Absorber) hingga 31 Desember 2020.

“Hindari beberapa hal yang bisa membuat AutoFamily mengalami kesulitan saat hujan demi keselamatan berkendara di jalan. Urusan Toyota lebih mudah, segera lakukan servis berkala di bengkel Auto2000 atau memanggil layanan THS – Auto2000 Home Service. Jangan lupa untuk booking service via Auto2000 Digiroom untuk memanfaatkan ragam benefit yang disajikan,” kata Ricky Martawijaya, Aftersales Division Head Auto2000, Rabu (25/11/2020). (Raju)

Baca juga: Siapkan Kendaraan Hadapi Musim Hujan, Periksa Bagian Ini

GIIAS 2021

Anda mungkin juga tertarik

  • Yang Akan Datang

Video Mobil Terbaru di Oto

Oto
Tonton Video Mobil