jakarta-selatan

Road Test Toyota Camry 2.5 V 2019: Rajanya Sedan? (Part-1)

  • 25 Apr, 2019
  • 851 Kali Dilihat

Sejak melahirkan Toyota Crown sekitar 64 tahun silam, pembuat mobil asal Jepang ini seperti keranjingan menggunakan kata mahkota sebagai nama produknya. Tradisi ini dipelihara oleh keturunannya, Toyota Corona (1957) dan Corolla (1966), yang keduanya berurutan memiliki makna dari bahasa Latin, mahkota dan daun mahkota. Masih banyak lagi, ada Toyota Tiara (1960), Toyota Scepter (1991) hingga Toyota Atara (2011) juga berarti mahkota dalam bahasa Yahudi.



Toyota Camry tak kecuali. Pertama kali dikenalkan pada 1982, secara etimologi Camry merupakan transkipsi fonetik dari bahasa Jepang Kanmuri (かんむり) yang berarti mahkota. Pendekatan komunikasi produk ini memiliki makna dalam. Toyota ingin Camry menjadi raja jalanan.


Secara global Camry memasuki generasi ke delapan. Sejarah panjang berhasil membuktikan ambisinya sebagai penguasa sedan dunia. Di Amerika Serikat, predikat mobil terlaris bukan hal baru bagi Camry. Bahkan di dunia, ia menjadi mobil terlaris kedua Toyota setelah Corolla. Bukan hal yang mudah untuk menjadi pemilik takhta dan bahkan mewariskannya dari generasi ke generasi.



Di Indonesia pun demikian. Citranya sebagai salah satu simbol kesuksesan, sukses mengantar Camry menjadi kendaraan terlaris di kelasnya. Camry dikisahkan sebagai kereta kencana para pejabat dan borjuis. Sayang, kebanyakan dari mereka malas dan lebih suka disopiri sambil duduk manis di kursi belakang. Kepalang tanggung, lantaran itu sekalian saja Camry diresmikan sebagai salah satu armada taksi premium (Silver Bird). Bukan bermaksud nyinyir. Sebaliknya, Camry dipercaya nyaman, irit, tidak ‘rewel’ dan biaya perawatan tidak bikin kantong pemilik perusahaan taksi kering.


Terbayang sudah, betapa berat beban yang harus dipikul para insinyur Toyota saat merancang generasi barunya. Mobil yang lingkar kemudinya sempat ada di genggaman saya selama beberapa hari. Lantas mampu tidak Camry baru membuai saya menjadi seorang raja?


Eksterior



Berdiri di atas rancang bangun Toyota New Global Architecture (TNGA), Camry berbagi basis platform yang sama dengan crossover compact C-HR dan Prius Hybrid Liftback. Akibatnya, paras Camry ikutan atraktif seperti kedua mobil itu. Di atas platform global ini, rencananya, seluruh lini produk Toyota berdiri. Memberikan kesegaran pada bahasa desain, serta wajah lebih menggairahkan dibanding produk Toyota sebelumnya yang terkesan kurang menyulut emosi.


Soal desain memang tergantung. Silakan nilai sendiri wujud baru Camry. Setidaknya, menurut kami, bentuk ini lebih tegas dengan pendekatan bergaya Eropa yang mengangkat derajatnya. Aura agresif dan sporty lebih kental memancar, ketimbang unsur elegan yang melekat pada dirinya sejak lama. Lihat saja hidung mancung dengan grille yang tipis. Tapi bumper depan menganga lebar dengan banyak lubang udara khas mobil sport, yang membutuhkan banyak udara untuk mendinginkan mesin.


Garis bahu di samping disambut seksinya pahatan pinggul. Ditambah garis jendela di pillar-C yang menukik mirip sentuhan khas Hofmeister kink pada BMW. Menyampaikan pesan, Camry sekarang lebih berotot dan tak manis lagi seperti dulu. Apalagi di bagian belakangnya, terdapat diffuser dengan dua knalpot yang menyembul di tiap tepi. Semua itu disepuh fitur eksterior modern, lampu depan LED proyektor dan lampu belakang LED.


Interior



Pesan sporty dipertahankan hingga masuk ke dalam kabin. Tema bernada hitam membuktikan itu. Center fascia pun didesain driver oriented atau agak sedikit serong menghadap pengemudi. Tujuannya, memberikan kemudahan bagi pengemudi untuk mengoperasikan seluruh instrumen di dashboard, tanpa mengganggu konsentrasi saat berkendara. Platform TNGA juga diklaim memungkinkan Toyota memasang kaca depan lebih besar, menempatkan dashboard lebih rendah, serta pillar-A yang tipis.


Bidang pandang yang luas ini, dibutuhkan untuk menurunkan posisi berkendara lebih rendah dari sebelumnya, menghasilkan low center of gravity. Maksudnya, memberikan pengalaman berkendara yang lebih intuitif bagi pengemudi dan kenyamanan bagi penumpangnya di belakang. Kenyamanan ditunjang lagi oleh kesenyapan kabin yang patut diacungi jempol. Suara hambatan angin saat melaju kencang maupun artikulasi roda yang bertapak cukup lebar mampu diredam dengan tak mengecewakan.



Material kabin khas sedan mewah seharga lebih dari setengah miliar rupiah. Bahan kulit berkualitas membungkus interior, mulai dari jok, lingkar kemudi, door trim, dashboard hingga ke kenop tuas transmisi. Ornamen panel kayu di konsol tengah dan dashboard memberi sentuhan kemewahan nan klasik. Suasana yang nyaman nyaman ini didukung ruang kabin yang luas. Dimensi panjang 4.885 mm, lebar 1.840 mm, tinggi 1.445 mm dan jarak sumbu roda 2.825 mm membuktikan itu.


Bagasinya pun cukup besar, sekitar 425 liter barang ditelan. Uniknya, ada lubang dari kursi baris kedua saat sandaran tangan diturunkan, yang bisa digunakan tangan untuk merogoh barang ke dalam bagasi. (RS/Odi)


Baca Juga: Road Test Toyota Camry 2.5 V 2019: Rajanya Sedan? (Part-2)

Galeri

  • Tampak Depan Bawah Toyota Camry
  • Tampak depan medium Toyota Camry
  • Tampak belakang tengah Camry
  • Dashboard Camry
  • Setir Toyota Camry
  • Tuas transmisi Camry
  • tampak airbag Toyota Camry
  • layar sentuh Camry
Toyota Camry
Rp616,15 - Rp649,45 Juta
Lihat Promo
kali dibagikan

Harga dan Promo Varian Camry

  • 2.5 G | Rp616,15 Juta (OTR)
    DP (mulai dari) Rp125,4 Juta
    Angsuran Rp14,18 Juta
    Tenor 60 Months
    Lihat Promo
  • 2.5 V | Rp649,45 Juta (OTR)
    DP (mulai dari) Rp132,09 Juta
    Angsuran Rp14,93 Juta
    Tenor 60 Months
    Lihat Promo

Video Toyota Camry

Lihat video terbaru Toyota Camry untuk mengetahui interior, eksterior, performa, dan lainnya.

Mobil Toyota Pilihan

  • Populer
  • Yang Akan Datang
  • Komparasi