jakarta-selatan

Road Test Toyota Camry 2.5 V 2019: Rajanya Sedan? (Part-2)

  • 08 Mei, 2019
  • 1426 Kali Dilihat

Memiliki desain eksterior yang berbeda konsep dari sebelumnya, Toyota Camry terlihat lebih sporty. Begitupun interior. Camry generasi terbaru punya kabin bertema gelap dengan orientasi instrumen menghadap pengemudi. Lantas bagaimana performanya? Apakah juga sesuai wujudnya saat ini, lebih asyik dikemudikan?


Performa & Pengendaraan



Sempat kami sebutkan di artikel sebelumnya (Part-1), Camry di Indonesia banyak digunakan para pejabat dan borjuis yang lebih senang duduk manis di kursi belakang. Tak sedikit institusi, yang menjadikan Camry sebagai kendaraan operasional para petingginya. Tentu saja, Camry itu disediakan dengan jasa pengemudi. Sedikit banyak alasannya lantaran desain mobil ini yang terlampau elegan alias kurang sporty.


Generasi baru ini ingin mengubah stigma. Jujur saja, tak pernah ada keraguan pada diri saya untuk mengemudikannya. Maksudnya, sama sekali tak terbersit di pikiran disangka sopir oleh orang lain saat saya duduk di depan kemudi. Lantas apakah penampilannya sesuai dengan kepribadiannya di jalan raya?


Keraguan sempat datang saat melihat spesifikasi mesin. Camry masih memanfaatkan mesin 2AR-FE berkapasitas 2,5 liter yang dibawa dari Camry lama. Praktis tak ada peningkatan performa signifikan yang diharapkan. Lantas perhatian beralih pada rasa berkendara. Ingat, Camry mobil kedua setelah C-HR yang datang ke Indonesia dengan platform Toyota New Global Architecture (TNGA).



Apa sih TNGA dan apa kelebihannya? Toyota telah menemukan formula fundamental struktur rangka kendaraaan. Arsitektur rangka yang didesain seluruhnya untuk menyajikan kesenangan mengemudi secara maksimal. Resep jitunya, low center of gravity, body rigidity, pengendalian yang akurat, suspensi belakang double wishbone dan bidang pandang sempurna.


Begitu Anda duduk di depan lingkar kemudi, semua itu langsung dapat dirasakan. Pertama bidang pandang yang sempurna. Padahal posisi duduk diposisikan sangat rendah. Posisi berkendaranya sangat sporty, dengan kaki yang hampir selonjor ke depan. Ternyata struktur rangka didesain agar mampu menempatkan dashboard sangat rendah. Sasis yang kokoh, juga memungkinkan Camry punya pillar-A yang tipis. Semua ini meminimalkan blind spot.


Lantas mesin dihidupkan, geser tuas transmisi ke posisi ‘D’ dan angkat pedal rem. Saat mobil menggelinding, tak perlu lama untuk merasakan semua efek positif di lingkar kemudi. Karena pergerakan bodi terasa begitu kaku, dengan feedback positif dari roda yang dapat dirasakan baik di genggaman tangan bahkan hingga ke alas duduk.



Desain bodi yang mengalir dengan banyak sentuhan aerodinamis, membuat mobil bak mencengkeram aspal dan menjaga stabilitas saat dipacu melesat di kecepatan tinggi. Pergerakan bodi mobil, pun jadi sangat menurut input pada lingkar kemudi. Sungguh tak sulit mengemudikan mobil yang berdimensi panjang hampir 5 meter ini, padahal ia memakai penggerak roda depan.


Performa Camry menunjukkan kadar sporty yang lebih tinggi dari sebelumnya. Siapa sangka tenaga penggerak menghasilkan tenaga 183 PS pada 6.000 rpm dengan torsi puncak 234 Nm pada 4.100 rpm. Tak banyak berubah dari sebelumnya. Hebatnya, semua itu tak mengurangi tingkat kenyamananan khas Camry sedikitpun.



Kualitas bantingan suspensi Camry sekarang adalah kompromi terbaik. Saat menikung di kecepatan tinggi, bukannya tak ada gejala body roll sama sekali. Tetapi suspensi double wishbone dan racikan peredaman suspensi depan, sukses menjaga kesimbangan antara kenyamanan dan kesenangan mengemudi. Jangan bayangkan bantingan suspensi keras sampai bikin sakit pinggang khas mobil sport sungguhan. Camry masih tetap menjaga tradisi kenyamanan untuk penumpangnya.


Transmisi otomatis 6-speed sequential turut menyumbang kenyamanan. Bayangkan saja, dalam mode berkendara normal dari posisi diam, Camry memilihkan gigi ke empat untuk Anda melaju tenang. Tak ada kekhawatiran Camry menerkam mobil di depannya saat situasi stop and go di kemacetan. Tapi penyaluran daya yang moderat itu dapat berubah seketika jika pedal gas di kick down tiba-tiba. Apalagi posisi gigi dapat dipindah secara manual lewat tuas transmisi di mode sport.


Fitur



Untuk ukuran sedan seharga lebih dari setengah miliar rupiah, fitur yang ditawarkan Camry terbilang biasa saja. Bahkan, mungkin SUV (Sport Utility Vehicle) asal Cina seharga setengahnya, ada yang punya fitur lebih canggih dan lebih banyak dibanding Camry. Tapi bukan berarti fiturnya minimalis atau boleh dibilang tidak mengecewakan.


Misalnya sistem multimedia layar sentuh terintegrasi berukuran 9-inci, yang dapat dioperasikan lewat pengaturan di lingkar kemudi. Di dalamnya terdapat fitur navigasi satelit (GPS) dan dapat terhubung dengan smartphone. Bahkan tersedia tatakan ponsel pintar tersembunyi di dalam konsol tengah, yang dapat mengisi ulang daya baterai secara nirkabel. Fitur ini belum banyak ditemui di pasar mobil asal Jepang di Indonesia. Termasuk sunroof dan tirai jendela belakang yang dapat naik-turun secara elektronis.



Demikian pula dengan fitur keselamatan yang dimilikinya. Sebagai standar di setiap varian tersemat 7 airbags, rem ABS+EBD+BA, Vehicle Stability Control, Hill Assist Control, kursi ISOFIX + Tether, hingga sensor dan kamera parkir. Meski sayang, kamera mundurnya kurang sempurna. Selain karena bidang pandang yang kurang optimal, juga belum dilengkapi infrared sehingga kurang jelas di malam hari.


Kesimpulan


Semua itu bisa ditebus dengan harga Rp 646.650.000, untuk tipe V yang kami uji. Harga ini masih lebih murah dari kompetitornya, Honda Accord. Sayangnya, banyak fitur milik versi hybrid yang dihilangkan di model non hybrid ini, seperti Head Up Display, Rear Seat Control, Audio JBL, Rear Cross Traffic-Alert, Blind Spot Monitor dan lainnya. Kalau Anda menginginkan itu semua, anda harus menebus Camry hybrid yang jauh lebih mahal seharga Rp 806.600.000. Jujur ini sangat mengecewakan.


Terakhir, berapa efisiensi berkendaranya? Konsumsi BBM mungkin bukan prioritas utama pemilik Camry. Jadi catatan sekitar 7,5 kpl di dalam kota dan 12 kpl di tol seharusnya tak jadi masalah. Lagipula, catatan ini masih masuk akal untuk sedan yang mampu melesat dari posisi diam hingga 100 kpj dalam tempo 9,7 detik dan terus menembus hingga kecepatan maksimum 210 kpj. (RS/Odi)


Baca Juga: Road Test Toyota Camry 2.5 V 2019: Rajanya Sedan? (Part-1)

Galeri

  • Tampak Depan Bawah Toyota Camry
  • Tampak depan medium Toyota Camry
  • Tampak belakang tengah Camry
  • Dashboard Camry
  • Setir Toyota Camry
  • Tuas transmisi Camry
  • tampak airbag Toyota Camry
  • layar sentuh Camry
Toyota Camry
Rp 616,15 - Rp 649,45 Juta
Lihat Promo
kali dibagikan

Harga dan Promo Varian Camry

  • 2.5 G | Rp 616,15 Juta (OTR)
    DP (mulai dari) Rp 90,13 Juta
    Angsuran Rp 13,2 Juta
    Tenor 60 Months
    Lihat Promo
  • 2.5 V | Rp 649,45 Juta (OTR)
    DP (mulai dari) Rp 95,69 Juta
    Angsuran Rp 13,81 Juta
    Tenor 60 Months
    Lihat Promo

Video Toyota Camry

Lihat video terbaru Toyota Camry untuk mengetahui interior, eksterior, performa, dan lainnya.

Mobil Toyota Pilihan

  • Populer
  • Yang Akan Datang
  • Komparasi