jakarta-selatan
kali dibagikan

New Honda City E CVT: Bersolek Demi Tetap Eksis

  • 26 Apr, 2017
  • 7016 Kali Dilihat

Hampir dua dekade, pasar sedan kompak tidak mengalami kemajuan berarti. Sempat booming, namun sejak merebaknya segmen low MPV, compact hatchback dan crossover, sedan kecil kembali menurun dan sepi peminat. Faktor kondisi geografis dan infrastruktur, membuat banyak konsumen beralih menggunakan mobil dengan ground clearance lebih tinggi. Dan juga, mobil jenis sedan terkenal dengan pajak lebih tinggi, bahkan dibanding hatchback yang tanpa bokong sekalipun.


Hanya ada dua pemain besar yang menguasai pasar kecil ini. Toyota, paling perkasa dengan jagoannya Vios. Penjualannya tetap tinggi karena mengisi kebutuhan di pasar fleet melalui Toyota Limo-nya. Sementara Honda, punya City yang selalu berada di bawah bayang-bayang Vios. Suzuki? Punya Ciaz sebagai penerus Baleno yang dulu laris. Namun penjualannya ternyata sangatlah menyedihkan.


New City bertambah fitur



Mari membahas small sedan Honda City yang masih kerabat erat Honda Jazz. Generasi terakhir, yang merupakan generasi keenam dengan kode GM6 terlahir sejak 2014. Bulan lalu, PT Honda Prospect Motor (HPM) menyegarkan tampilan eksterior, interior serta menambahkan fitur-fitur baru untuk menguatkan daya gedor melawan sang penguasa, Toyota Vios.



Desain


Desain eksterior hampir tidak banyak berubah saat City GM2 beregenerasi ke GM6. Desainer Honda mempertahankan pola sama dengan menambahkan garis-garis tegas, sehingga masih banyak kemiripan. Tetap dengan nuansa sport melalui sudut tajam meruncing, terlihat licin untuk menembus hambatan angin.


Wajah baru City


Perubahan cukup mencolok pada versi facelift, ada pada desain bumper serta headlamp full LED lengkap dengan Daytime Running Light (DRL) LED. Bentuk lampu sedikit diubah di bagian ujung untuk membentuk sudut baru. Fungsinya, mengakomodir grille lebih besar di bawah garnish krom yang lebih kecil dari sebelumnya. Rumah fog lamp menjadi lebih kecil sebagai imbas airdam yang diperlebar.


City tampak belakang



Postur rendah menghasilkan posisi duduk low slung yang begitu pas. Jika melihat data dimensi, City memiliki panjang 4.442 mm, lebar 1.694 mm dan tinggi 1.477 mm. Jauh lebih gemuk daripada City 3A2 yang dipasarkan pada 1996.



Interior dan Fitur


Tak sulit menemukan posisi mengemudi terbaik di kokpit New Honda City. Jok dapat diatur ketinggiannya dan model semi-bucket begitu nyaman untuk punggung. Lingkar kemudi memiliki pengaturan tilt dan telescopic yang memudahkan jangkauan tangan. Posisi mengemudi low slung dan rendah tidak seperti rivalnya, Toyota Vios, yang membosankan. Duduk di belakang kemudi City, langsung terpancar keasyikan mengemudi.


desain interior City


Tidak ada persoalan sama sekali dari ergonomi berbagai fungsi di dasbor. Namun perhatian tertuju pada kualitas materialnya yang terkesan murah dari pemakaian plastik tipis dan keras. Untung saja tertolong tombol pengaturan AC keren a la monitor layar sentuh digital. Membuat suasana interior lebih futuristis dan mewah. Yang berbeda di model facelift, ada pada garnish berwarna gun metal yang menghiasi sekeliling panel utama.



Head unit monitor berukuran 8-inci model mengambang, terlihat cukup mengganggu. Seolah terlalu dipaksakan untuk memakai monitor berukuran besar, padahal tempat tersedia tidak memungkinkan. Memiliki fitur tergolong komplet untuk memutar berbagai format hingga koneksi Bluetooth. Head unit ini juga dapat terhubung smartphone iOS maupun Android, walaupun membutuhkan sambungan kabel.


head unit City


Satu yang kurang, mobil ini belum dilengkapi kamera mundur sebagai standar, bahkan sensor parkir pun tak ada. Tapi New City memiliki fitur-fitur patut dibanggakan yang tidak dimiliki lawan seterunya. Sebutlah cruise control, paddle shift, Vehicle Stability Assist (VSA) dan Hill Start Assist (HSA), semua itu membuat sedan kecil ini memiliki value for money tinggi.



Performa


Mesin masih setia dengan keluarga L15 yang pertama kali digunakan oleh Honda Jazz generasi pertama 2003 silam. Namun mengalami pembenahan sedikit demi sedikit dan tetap dipakai antarplatform sampai generasi terbaru Honda Jazz, City, HR-V, BR-V dan Mobilio. Terbaru memiliki kode L15Z, tetap berkapasitas 1,5-liter SOHC dan mengandalkan teknologi katup legendaris i-VTEC.


mesin L15 City


Tenaga dihasilkan merupakan yang terbesar di kelasnya, 120 PS dan torsi 145 Nm. Tipikal mesin Honda yang begitu senang berkitir di rpm tinggi, sehingga puncak tenaga dan torsi berlimpah di atas putaran 3.000 rpm. Deruan suara khas Honda begitu memancing adrenalin. Teknologi di mesin L-Series ini memang tidak se-sporty mesin VTEC Honda dulu seperti B-Series, D-Series atau K-Series. Karena pada intinya, L-Series lebih menonjol dari sisi konsumsi bakar. Namun karakter Honda tidaklah hilang pada mesin ini, karena tetap menjadi salah satu faktor yang menyenangkan dari Honda City.


Transmisi CVT City


Di City GM6 tidak seperti City GM2 yang menggunakan transmisi otomatis torque converter 5-percepatan. Melainkan beralih lagi menggunakan CVT seperti generasi GD8. Transmisi sabuk baja ini, memang mengurangi keasyikan berkendara ketimbang transmisi matik konvensional sekalipun. Karena tidak menghadirkan sensasi perpindahan gigi maupun entakan pengantaran tenaga dan torsi. Tapi CVT milik Honda terasa agresif dibanding CVT merek lain. Penyaluran tenaga efektif, sehingga tetap efisien terhadap konsumsi bahan bakar.



Pengendaraan & Pengendalian


Konstruksi suspensi MacPherson Strut di depan dan Torsion Beam di belakang, begitu mengasyikkan diajak ngebut dengan body roll minim, kestabilan bagus di kecepatan tinggi dan gesit di tikungan. Respons setir tajam dan akurat, meski sangat ringan dan minim feedback. Ya, cukup menyenangkan, asalkan tidak bertemu permukaan jalan tidak rata. Peredaman keras cukup menyiksa seluruh penghuni kabin.


Wajah depan City


Apa yang tampak hebat dari balik kemudi, belum tentu juga nikmat dari jok belakang. Mungkin ini yang terjadi jika Anda terlalu sering disopiri. Inti dari sebuah sedan adalah berdasarkan faktor kenyamanan, akomodasi dan kelengkapan. Bukan hanya untuk pengemudi, tapi juga untuk penumpang belakang.


Segala keunggulan yang dimiliki, tidak begitu berarti jika Anda seorang penumpang belakang. Kekerasan suspensi yang masuk dalam taraf membuat sakit pinggang ditambah getaran yang langsung terasa dari permukaan jalan, jok pengemudi City tetaplah posisi ternikmat. Jika Anda penikmat menyetir sendiri dan senang ngebut, City pantas menjadi pilihan.



Kesimpulan


Karakter Honda melekat di City. Sporty dan efisien, cocok bagi Anda yang senang mengemudi sendiri dan malas sering mampir ke pom bensin. Desain eksterior garang dan interior futuristis, selaras dengan posisi mengemudi seperti mobil sport.


Fitur City terlengkap di kelasnya


Berbicara pengendalian, Honda ahlinya. Mobil ini memang lebih enak saat dikendarai kencang di jalan tol maupun melibas jalanan berkelok. Kemudi akurat dengan respons cepat dengan minim body roll, mencerminkan jiwa Honda sebenarnya. Timbal baliknya, kenyamanan menjadi tumbal. Dengan setelan suspensi kaku menghasilkan bantingan keras saat melindas permukaan tidak rata dan mengurangi kenyamanan.


Dengan harga mencapai Rp 322 juta untuk tipe E CVT, bukanlah angka yang murah untuk menebus sebuah sedan kompak. Karena di kisaran harga sama, konsumen memiliki banyak pilihan mobil yang lebih cocok dengan kondisi jalan di Indonesia.


spec New City

  • Tampak Depan Bawah Honda City
  • Tampak samping City
  • Tampak Depan Honda City
  • Tampak Grille City
  • Fog lamp depan City
  • Lampu depan City
  • lampu belakang City
  • Honda City Drivers Side Mirror Front Angle
Honda City
Rp 337 - Rp 352,6 Juta
Lihat Promo

Harga dan Promo Varian City

  • E MT | Rp 337 Juta (OTR)
    DP (mulai dari) Rp 43 Juta
    Angsuran Rp 7 Juta
    Tenor 60 Months
    Lihat Promo
  • E CVT | Rp 353 Juta (OTR)
    DP (mulai dari) Rp 44 Juta
    Angsuran Rp 8 Juta
    Tenor 60 Months
    Lihat Promo

Video Honda City

Lihat video terbaru Honda City untuk mengetahui interior, eksterior, performa, dan lainnya.

Mobil Honda Pilihan

  • Populer
  • Yang Akan Datang
  • Komparasi