Honda All New CR-V Turbo Part II: Menggali Potensi

Honda All New CR-V Turbo Part II: Menggali Potensi
Gambar
Review Pengguna

Honda CR-V bertransformasi. Kini, generasi kelima yang lebih terlihat kokoh dan besar, dengan mesin dan platform baru. Pertanyaannya tentu, seperti apa sih sekarang rasanya? Itu wajar. Sebagai mobil yang banyak digemari, tentu setiap perubahan mengundang banyak tanya dan keraguan. Apalagi konsumen otomotif di Indonesia terbilang kritis.

Nah, saat Honda Prospect Motor mengajak kami yang juga penasaran untuk berkelana di seputar Jawa Timur menggunakan All New Honda CR-V Turbo, rasa penasaran itu terjawab. Mohon maaf, tulisan ini sangat teknis.

Performa

MEsin CR-V turbo

Mesin turbocharged. Serupa dengan Civic

Perlu diketahui, Honda mulai bergeser menggunakan mesin turbocharged untuk produk baru mereka. CR-V pun sama. Di balik moncongnya, ada mesin empat silinder berkapasitas 1,5 liter turbocharged yang mampu menghasilkan tenaga sebesar 190 PS pada putaran 5.600 rpm. Angka yang serupa CR-V 2.4 di generasi sebelumnya. Bukti Honda mampu meningkatkan tenaga meski kapasitas mesin dikecilkan hampir 1 liter.

Rasanya? Lupakan rasa mobil turbo yang agresif. Honda mampu memberikan mobil yang responsif, tanpa melupakan kenyamanan penumpangnya. Tidak ada bunyi siulan turbin, hanya ada suara mesin yang terdengar halus dari kabin.

Transmisi CVT

Transmisi model CVT memberikan perpindahan yang mulus

Hal yang mengganjal, kinerja CVT saat berada di posisi D. Respons khas CVT yang lambat membuat mobil ini terasa berat, terutama untuk akselerasi awal. Setelah jalan, semuanya terasa mulus. Tapi itulah karakter khas mobil dengan transmisi CVT. Perpindahannya supermulus, namun respons terhadap lontaran tenaga tidak sebaik transmisi otomatis biasa.

Untuk mengakalinya, geser tuas perseneling ke S. Transmisi lebih banyak menahan perpindahan gigi, sehingga putaran mesin sering berada di posisi tinggi agar torsi lebih cepat dicapai. Atau kalau mau terasa lebih sporty, manfaatkan paddle shifter di balik lingkar kemudi.

Paddle shift CR-V

Gerakkan paddle shifter untuk rasa yang lebih sporty

Soal fitur satu ini, jujur saja cukup memuaskan. Responsnya cepat dan mudah untuk digunakan. Kanan untuk menaikkan gigi, kiri untuk menurunkan. Namun saat setir diputar banyak untuk berbelok tajam, misalnya, Anda bisa kebingungan mana paddle shift untuk naik atau turun gigi. Solusinya, pindahkan gigi sebelum belok. Resikonya konsumsi BBM akan lebih boros.

Lantas, seperti apa konsumsi BBM yang dihasilkan? Setelah 200an km, angka konsumsi BBM paling rendah, 6,5 km/liter. Itupun setelah mobil diajak berkendara menanjak menuju penginapan di Bromo. Namun saat melaju dengan kecepatan yang relatif konstan di jalan luar kota, sempat menjejak 12 km/liter.

Pengendaraan & Pengendalian

CR-V di Bromo

Seperti disebutkan di artikel sebelumnya, CR-V Turbo memiliki karakter pengendalian yang jempolan. Pergerakan kemudinya mantap di berbagai tingkat percepatan. Ini menarik, karena CR-V Turbo dibekali power steering elektrik yang biasanya memberikan rasa ringan yang berlebihan, sehingga Anda merasa pergerakan setir terasa kosong. Namun pada mobil ini, saat parkir sekalipun, bobotnya tetap meyakinkan.

Saat melahap jalanan di seputar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) yang ‘ajaib’, pengemudi Honda CR-V Turbo bisa dengan percaya diri bermanuver. Kami katakan ajaib karena selain sempit, jalanan berlubang di beberapa tempat, lalu belokannya kadang sangat tajam. Kami menjalankan mobil cukup agresif di medan ini, dan mobil menurut saja. Meski sempat juga beberapa kali protes yang terdengar dari decitan ban serta indikator kendali traksi yang menyala di dashboard.

CR-V di Bromo

Suspensi depan menganut MacPherson, sebuah konfigurasi yang selalu dibawa CR-V dari generasi ke generasi. Sementara di belakang menggunakan multi-link. Suspensi belakang ini biasa digunakan mobil mewah. Kombinasi ini menghasilkan pengendaraan yang cukup nyaman. Peredamannya cukup baik, meski ada beberapa kali terdengar bunyi dari suspensi belakang saat melewati medan pasir Bromo.

Ban yang digunakan berukuran 235/60 dengan diameter velg 18 inci. Cukup tebal untuk bisa menjadi peredam kondisi jalan yang kasar. Secara keseluruhan, paket pengendalian dan pengendaraan menyenangkan. Rasanya memang sepadan dengan harga yang dibayarkan.

Kesimpulan

OK, mesinnya canggih, pengendaraannya menyenangkan. Meski kami tidak bisa berkomentar banyak soal konsumsi BBM karena kondisi pengujian yang menuntut performa, tapi kami bisa merekomendasikan mobil ini, kalau Anda memang sedang mencari SUV perkotaan.

CR-V 2017

Mobil ini menyenangkan secara teknis

Tapi jangan lupa, kami juga mencatat beberapa kekurangan di bagian fitur. Seperti absennya automatic headlight dan wiper. Penting? Untuk mobil seharga Rp 506 juta, jawabannya, iya. Demi meningkatkan value for money CR-V. Interior dengan tiga baris kursi dibekali dengan material yang cukup baik, meski di beberapa tempat bahan plastiknya terasa kasar. Di luar itu, kami akui Honda All new CR-V Turbo layak dimiliki.

Namun kalau Anda merasa CR-V turbo varian Prestige yang kami uji ini terlalu mahal, di bawahnya ada varian 1.5 Turbo yang dihargai Rp 466 juta.  Bedanya tidak ada lampu utama LED, tanpa dilengkapi tombol engine start-stop, dan lupakan sunroof. Di bawahnya lagi, ada varian bermesin 2.0 liter tanpa turbo. Harganya Rp 432 juta, dan hanya memiliki dua baris kursi.

Baca Juga: Honda Accord baru diluncurkan

Jelajahi Honda CRV

Honda CRV Rp 467,9 - Rp 543,7 Juta Cicilan : Rp 10,68 Juta

Bandingkan & Rekomendasi

      • Overview
      • Tentang Kami
      • Kontak Kami
      • Others
      • Kebijakan Privasi
      • S&K
      • Dapatkan di Google Play
      • Tersedia di App Store