jakarta-selatan
kali dibagikan

Von Dutch, Apparel Biker Asal Amerika, Hadir di Indonesia

  • 30 Sep, 2019
  • 435 Kali Dilihat

Von Dutch, resmi membuka flagship store pertamanya di Otokafe, Ubud, Gianyar, Bali pada Minggu (29/9). Merek apparel legendaris asal Amerika Serikat itu, masuk Indonesia lewat PT Macroy Busana Sentosa (MBS). Selain di Bali, merek ini juga kembali tersedia di berbagai gerai perbelanjaan yang ada di Indonesia, antara lain; Metro Department Store Jakarta, Sogo Department Store Jakarta, Surabaya, Solo, Bandung, Makassar dan Medan.



Sebenarnya merek yang terkenal dengan logo ‘flying eye’ itu, sudah ada di Indonesia sejak lama. Namun penyebarannya sporadis. Sebelum ada flagship store, apparel Von Dutch dijajakan ke berbagai tempat. Sempat masuk ke toko retail perbelanjaan, toko apparel, hingga membuka booth saat pameran custom di berbagai daerah. Sayangnya, itu tidak bertahan lama dan akhirnya tenggelam. Sejak dipegang oleh MBS pada 2017, Von Dutch kembali ranah aslinya, otomotif dan kustom kulture.


Menurut Mac Clinton Tjahjadi, Creative Manager PT MBS, memilih Bali sebagai lokasi flagship store pertama karena memiliki nilai budaya yang kuat. Selain itu, Bali merupakan tujuan pariwisata utama di Indonesia. “Melalui pembukaan flagship store pertama ini, kami berharap bisa mempermudah pecinta custom culture untuk mendapatkan produk Von Dutch. Selain itu, semoga kita tetap konsisten mendukung perkembangan custom culture, khususnya Bali dan di Indonesia pada umumnya," katanya.


Von Dutch yang kental dengan budaya custom culture, kini berkembang menjadi sebuah lifestyle di dunia fashion. Beberapa selebriti dunia yang pernah mengenakan produk ini antara lain; Paris Hilton, Pharrell Williams, Johnny Knoxville, Ashton Kutcher dan sederet artis internasional lainnya. Beberapa apparel yang ditawarkan ada kaos, jaket, topi, sepatu hingga helm.


Sejak 2017, Von Dutch berkomitmen untuk turut serta menjadi bagian dalam pergerakan custom culture di Indonesia. Bisa dilihat dari beberapa event yang bertemakan custom culture, ia selalu ambil bagian, seperti Suryanation Motorland dan Kustomfest. Dari situlah ia menjadi lebih cepat dikenal oleh semua kalangan, baik di dunia custom roda dua maupun roda empat.


Untuk diketahui, nama “Von Dutch” merupakan nama lain dari Kenny Howard (1929-1992). Ialah seorang seniman dan juga pinstriper pada masa awal pergerakan custom culture di AS 1950-an. Sosok yang memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan custom culture di negeri Paman Sam. Hingga hari ini, karya-karyanya yang berhubungan dengan dunia otomotif masih menjadi acuan bagi banyak seniman custom culture dunia.


Nama Von Dutch akhirnya dibuat menjadi merek apparel dengan target market pecinta budaya custom. Setelah kematiannya pada 1992, anak-anak dari Kenny Howard menjual merek Von Dutch kepada Michael Cassel dan Robert Vaughn. Saat ini merek Von Dutch memiliki lisensi di Amerika Serikat, Eropa, Thailand, Malaysia, Singapura, Cina, Filipina dan Brasil. (Bgx/Van)


Baca Juga: Honda ADV150 Siap Ramaikan Tokyo Motor Show

Galeri

Promo Populer di Jakarta Selatan

Video Motor Terbaru di Oto
  • Kymco Like 150i | Test Ride | Gaya...
    • 31 Okt, 2019
    •  
  • Aprilia Shiver 2019 | First Ride | Naked...
    • 23 Okt, 2019
    •  
  • Yamaha MT 25 2019 | First Impression |...
    • 05 Okt, 2019
    •  
  • Vespa GTS Super Tech | First Impression |...
    • 26 Sep, 2019
    •  
  • Honda ADV 150 | Test Ride | Nanjak...
    • 07 Sep, 2019
    •  
  • Honda Genio | Bike Review | Ini kelebihan...
    • 30 Agt, 2019
    •  

Motor Populer

  • Populer
  • Terbaru
  • Yang Akan Datang
  • Komparasi