The Spirit, Motor Masa Depan Beraliran Neo Board Tracker

The Spirit, Motor Masa Depan Beraliran Neo Board Tracker

Smoked Garage membangun motor beraliran Neo Board Tracker, terinspirasi dari kendaraan masa depan. Dijuluk “The Spirit” dan menjadi kuda besi custom paling radikal yang pernah ada selama satu dekade.

The Spirit

Tema futuristik disajikan oleh bengkel custom asal Bali. The Spirit dibangun dari basis Harley-Davidson Softail lansiran 2000. Mesin berkonfigurasi V-Twin dengan kemiringan 45 derajat itu, memiliki kapasitas 1.340cc. Sang builder memvisualisasikan sebagai kendaraan masa depan, namun secara bentuk bergaya klasik.

Desain pelek depan dan belakang ada rongga bulat di tengahnya. Sedikit nyeleneh! Tidak menyatu dengan suspensi atau arm. Jika dilihat, persis motor purwarupa di masa depan. Sebenarnya itu pemakaian cover saja, aslinya tetap ada penyangga yang menempel pada rumah teromol. Untuk menambah kesan futuristik, ringnya dibenamkan LED dengan warna merah. Kuda besi ini sebenarnya menggunakan rem cakram, yang dibenamkan di dalam teromol berongga itu. Berdiameter sekitar 20 inci, dengan dua di depan dan satu di belakang. Kaliper depan dibuat khusus.

“Inspirasi awal dari kendaraan masa depan. Tapi, secara umum motor ini mengambil tipe Boardtracker di era 1930an. Jadi ada dua ide yang disatukan, motor masa depan dengan gaya yang tak lekang oleh zaman. Banyak orang bilang mirip yang ada dalam film Tron Legacy. Tapi menurut saya beda, motor yang saya buat lebih menonjolkan kesan retroisme,” kata Chief Officer Executive Smoke Garage, Nicko Eigert.

The Spirit

Motor yang dikerjakan selama 3 bulan ini, menggunakan frame tabung baja chromoly. Ciri khasnya, rangka bermodel rigid. Untuk menopang mesin, rangka dari atas ditekuk ke dalam. Tangki minimalis berkelir merah dibuat seakan menyatu dengan sasis. Suspensi mengandalkan model spring di depan dan di bawah jok. Knalpot dua menjadi satu buatan tangan yang ringkas di sekitar mesin, seolah tidak menarik perhatian.

Beberapa part yang terpasang, ada yang dikirim dari luar negeri. Sisanya semua dikerjakan oleh 15 sampai 25 mekanik. Paling jelas ada di bagian pelek berukuran 26 yang tak lazim. Bannya dikirim dari Korea Selatan lansiran Shinko, dan rumah teromol dari Amerika Serikat. Desain lampu tiga dimensinya dari Australia dan beberapa part unik dari Jerman.

Nicko mengatakan, ide, pembuatan dan perjuangan membangun motor ini menjadi alasan nama ‘The Spirit’. “Perjuangan membangun motor ini luar biasa. Benar-benar mewujudkan Inspiration in Action yang sesuai dengan tema Suryanation Motorland (SML) 2019. Menjadikan sebuah karya yang tidak mudah dilupakan.”

Melalui unit Iconic Bike berjuluk 'Semangat', Nicko ingin menunjukkan kapabilitas builder Indonesia kepada dunia. Terlebih kemampuan merakit motor dengan kesan modern, selain umumnya beraliran klasik. Hingga saat ini, builder Tanah Air sudah memiliki platform lengkap dibandingkan negara lain.

Sumber photo: bikeexif

Baca Juga: Bimota Tesi H2, Benarkah Sekadar Kawasaki Ninja Modifikasi?

      • Overview
      • Tentang Kami
      • Kontak Kami
      • Others
      • Kebijakan Privasi
      • S&K
      • Dapatkan di Google Play
      • Tersedia di App Store