Tarform Luna: Naked Sport Elektrik yang Mengadopsi Fitur Mobil

Tarform Luna: Naked Sport Elektrik yang Mengadopsi Fitur Mobil

Menyita waktu bertahun-tahun untuk mengembangkan Luna. Hingga kini akhirnya Tarform – merek asal Amerika Serikat – telah menuntaskan tugasnya. Naked sport elektrik buatan mereka siap masuk jalur produksi dan dipasarkan mulai 2021. Bukan motor niremisi biasa, kelengkapannya tak kalah canggih dari mobil.


Fitur blind spot warning dan kamera belakang 180 derajat, sebelumnya tak pernah jadi bahan dialektika atau diinginkan pada roda dua bukan? Nyatanya Tarform mengaplikasikan semua itu pada Lunar. Sebuah gimmick atau memang fungsional?


Tarform Luna elektrik bike


Kita tahu, pada motor besar sekalipun insting manusia cukup kuat untuk menerka letak sudut bodi. Tampaknya Tarform tak ingin konsumen mereka susah-susah mengira. Sensor bakal terus memberi tahu titik tak terlihat.


Bahkan rear view camera bisa saja menggantikan peran kaca spion – walau tetap disediakan. Area belakang mestinya terlihat lebih jelas, ketimbang kaca biasa. Visualisasinya ditranslasikan ke layar 3,4 inchi beresolusi HD, yang juga dapat terkoneksi Bluetooth. Sementara untuk menyalakan motor tentu sudah dilengkapi sistem keyless.


Baca juga: Soriano Motori Giaguaro: Eksotisme Khas Italia Dalam Wujud Sports Bike Elektrik


Tak cuma perangkat safety kelas atas dan sistem hiburan, pengendara juga dibiarkan memilih karakter laju. Tersedia tiga riding mode, dari lembut sampai agresif. Tentunya hal ini berpengaruh juga terhadap konsumsi daya listrik nantinya.


Motor listrik Tarform Luna


Setelah rangkaian teknologi canggih, sumber tenaga tak mungkin disia-siakan menjadi biasa saja. Kombinasi baterai 10 kWh dan motor elektrik melontarkan daya sampai 55 Hp. Tak kurang dari 153 kpj bisa diraih, bahkan dalam waktu singkat. Sebab akselerasi 0-100 kpj saja tuntas dalam 3,8 detik. Impresif untuk motor 199 kg.


Proses isi listrik pun tak memakan waktu lama. Dari kondisi kosong ke 80 persen selesai dalam 50 menit, berkat charger 3,3 kW. Dan kalau sudah terisi penuh, tinggal berkeliling kota sesuka hati tanpa harus takut mati. Karena ketahanannya tak main-main, 193 km. Sangat cukup untuk sekelas motor performa.


Komponen suspensi mencomot merek Ohlins, yang terkenal fasih meramu peredam kejut. DI depan pakai model fork upside down, sementara belakangnya monoshock dengan setelan. Lantas merek ISR dipercaya untuk mengisi peranti deselerasi. Yang satu ini tak kalah heboh. Bukan lagi empat piston, kaliper depan dan belakang sama-sama bertipe enam piston!


Panel digital Tarform Luna


Menariknya, seluruh komponen bodi dibentuk dari bahan-bahan daur ulang. Dari aluminium, jok kulit, sampai plastik fiber bekas mereka olah lagi. Apa yang dilakukan tentu membuat kendaraan niremisi tak hanya sekadar jargon, tapi juga nyata dalam bahan pembuatannya. Meskipun, belum tentu pabrik yang melahirkan Luna juga bebas polusi.


Tarform mengemas Luna dalam dua versi: Racer dan Scrambler. Pembedanya kentara di area kaki-kaki. Racer memakai ban aspal murni dan pelek palang, batok lampu,serta penutup baterai dilabur silver. Sementara Scrambler dibekali ban pacul dengan pelek jari, serta diberi aksen hitam pada panel samping. Kalau bentuk bodi sepenuhnya sama, seperti siluet sirip hiu.


Luna sendiri sudah dapat dipesan melalui laman resminya. Diperlukan deposit awal sebesar USD 500 (Rp 7,2 jutaan), Sementara harga motornya sendiri diperkirakan mulai USD 24.000 (Rp 345 jutaan). Dan seri edisi terbatas (54 unit) dijual USD 42.000 atau sekitar Rp 605 juta.


Hibrida Motor dan Mobil


Mengawinkan fungsi dan motor dan mobil juga dicetuskan AKO. Trike, sebuah konsep yang cukup mengingatkan kami pada Tesla Cybertruck. Saat narasi niremisi dikemas biasa. Namun menunjukkan sisi menarik lain yang tak lumrah dilakukan produsen otomotif konvensional. Interpretasi desain seperti itu bahkan belum bisa dibilang relevan hari ini. Gaya brutal yang cukup berani, sama seperti Trike.


Untuk mengkategorikannya saja rumit. Bisa saja dikatakan mobil ketimbang motor listrik, karena memiliki bodi menutupi sasis. Wheel Track di depan juga cukup panjang, sehingga berdiri stabil layaknya roda empat. Bahkan membelokannya pun memakai kemudi putar dari balik kokpit.


Di saat bersamaan, konfigurasi kaki-kaki itu bisa berbelok miring – utamanya saat kecepatan tinggi. Persis karakter roda dua. Trike dapat bermanuver tangkas dan cepat berkat sudut kemiringan ekstrem. Dan tanpa harus takut bodi roboh, atau mengalami gejala selip. Lucunya lagi, tersedia ruang duduk di baris dua. Semacam konfigurasi Bemo atau Bajaj, namun ramping. (Hlm/Tom)


Sumber: Motosaigon, Tarform


Baca juga: Voxan Wattman, Superbike Listrik Siap Pecahkan Rekor

      • Overview
      • Tentang Kami
      • Kontak Kami
      • Others
      • Kebijakan Privasi
      • S&K
      • Dapatkan di Google Play
      • Tersedia di App Store