Motocross Klasik Racikan Frontwheel Motors Padukan Honda, Yamaha, dan Kawasaki dalam Satu Karya
Pakai mesin Honda, rangka Yamaha dan kaki-kaki Kawasaki
Dunia motor kustom Indonesia kembali menunjukkan tajinya lewat sebuah motor motocross klasik berkonsep frankenbike hasil racikan Frontwheel Motors Indonesia. Menggabungkan komponen dari Honda, Yamaha, dan Kawasaki, motor ini sukses memadukan estetika balap tanah era lawas dengan sentuhan teknik modern, tanpa kehilangan identitas off-road murni.
KEY TAKEAWAYS
Apa yang dimaksud motor frankenbike pada karya Frontwheel Motors?
Frankenbike adalah motor yang dirakit dari berbagai komponen lintas merek. Pada proyek ini, Frontwheel Motors memadukan mesin Honda, rangka Yamaha, dan kaki-kaki Kawasaki untuk menciptakan motor motocross klasik yang utuh dan harmonis.Mesin apa yang digunakan pada motocross klasik Frontwheel Motors?
Motor ini menggunakan mesin Honda MegaPro 150 cc satu silinder berpendingin udara, dipadukan karburator Keihin dan knalpot stainless steel custom untuk karakter balap tanah klasik.Meski dibangun dari berbagai merek, unit ini justru tampil sangat utuh. Siluet ramping, posisi tinggi, serta detail mekanis terbuka menjadikannya lebih menyerupai sebuah restomod autentik ketimbang motor rakitan. Proyek ini sekaligus membuktikan bahwa kreativitas bengkel lokal mampu menghasilkan karya berkelas internasional.
Motor custom ini lahir dari ketertarikan Frontwheel Motors terhadap era awal motor off-road, saat mesin balap tanah masih berasal dari basis motor jalan raya yang dimodifikasi. Pada masa tersebut, bengkel spesialis seperti Rickman menjadi pionir dengan merancang sasis dan motor khusus balap lintasan tanah.
Semangat itulah yang ingin dihidupkan kembali oleh Chandra Gunawan, pemilik Frontwheel Motors. Meski terinspirasi Rickman Metisse legendaris, motor ini tetap membawa sentuhan khas Jepang, baik dari pemilihan mesin maupun karakter keseluruhan.
Dari sisi visual, ia tampil menawan lewat tangki bensin mungil bergaya scrambler vintage. Bentuk membulat dengan lekukan halus menciptakan kesan retro yang kuat. Seluruh bodi dibuat manual dari pelat besi, mulai dari tangki, panel samping bernuansa papan nomor, hingga spakbor tinggi berbahan metal.
Jok model single seat three-quarter dibalut material hitam bertekstur. Desainnya lurus dan tipis, menonjolkan fungsi tanpa detail berlebihan. Rangka terbuka dan ground clearance tinggi semakin menegaskan identitas off-road sejati.
Karena ditujukan untuk penggunaan off-road, aksesori pada motor ini dibuat seminimal mungkin. Setang Suzuki TS125 dipasangkan dengan gas spontan Acerbis serta handgrip ProTaper, mendukung posisi berkendara tegak dan kontrol maksimal.
Lampu depan bulat krom berukuran kecil dilengkapi penutup S.E.V. Marchal, memperkuat aura motocross jadul. Di bagian belakang, lampu LED mungil ditempatkan rapi di atas spakbor.
Pilihan warna hijau mendominasi bodi, dipadukan aksen perak, baja, dan krom. Garis emas tipis serta grafis klasik terinspirasi langsung dari Rickman Metisse Triumph TR6, termasuk jenis huruf pada panel samping.
Alih-alih menggunakan mesin besar, Frontwheel Motors memilih mesin 150 cc Honda MegaPro sebagai jantung pacu. Pilihan ini terbilang berani, mengingat MegaPro identik sebagai motor komuter harian. Namun di tangan yang tepat, mesin sederhana tersebut mampu tampil memikat.
Unit satu silinder berpendingin udara ini dibiarkan terekspos dengan finishing metal alami, memperlihatkan keindahan mekanis tanpa polesan berlebihan. Untuk mendukung performa, mesin dipasangkan dengan karburator Keihin serta sistem knalpot stainless steel custom berjalur sederhana. Silencer pendek memberikan karakter agresif sekaligus ringan, sejalan dengan DNA balap tanah klasik.
Keunikannya semakin terasa pada sektor rangka. Frontwheel Motors menggunakan rangka Yamaha Scorpio sebagai basis utama. Bagian subframe belakang dipotong dan dibangun ulang, sementara leher kemudi turut mengalami penyesuaian agar kompatibel dengan geometri off-road.
Urusan kaki-kaki, bengkel ini memanfaatkan komponen Kawasaki KLX, mulai dari garpu depan, segitiga, tromol, sistem pengereman, hingga swingarm. Bagian swingarm, dimodifikasi agar mendukung konfigurasi dual shock klasik, menghasilkan tampilan mekanikal yang autentik.
Pelek jari-jari Excel dipadukan dengan ban Shinko berprofil pacul, menggunakan ukuran 21 inci di depan dan 18 inci di belakang. Kombinasi ini mempertegas karakter motor trail klasik sekaligus menunjang fungsi di medan tanah.
Hasil akhirnya memperlihatkan kematangan desain dan eksekusi. Sulit dipercaya motor ini berasal dari gabungan berbagai merek, karena tampil begitu harmonis dan proporsional. Tidak berlebihan bila karya ini dianggap sebagai salah satu motor custom motocross klasik terbaik buatan Indonesia.
Menariknya, Frontwheel Motors dikabarkan hanya akan memproduksi lima unit motor ini. Jumlah terbatas tersebut menjadikannya bukan sekadar kendaraan, melainkan objek koleksi bernilai tinggi bagi penggemar motor klasik dan kustom. (BGX/TOM)
Sumber: Frontwheel Motors, Bikeexif
Baca juga:
Superbike Tiongkok Naik Kelas, CFMoto V4 SR-RR Usung Mesin V4 dan Winglet Aktif
GIIAS 2025
Tren & Pembaruan Terbaru
- Terbaru
- Populer
Anda mungkin juga tertarik
- Berita
- Artikel feature
Motor Pilihan
- Terbaru
- Populer
Video Motor Terbaru di Oto
Artikel Motor dari Zigwheels
- Motovaganza
- Tips
- Review
- Artikel Feature