Meluncur di Thailand, Suzuki Katana Dijual Rp 260 Jutaan

Meluncur di Thailand, Suzuki Katana Dijual Rp 260 Jutaan

Perjalanan Suzuki Katana di Indonesia, terkesan masih malu-malu. Walau sudah mejeng di beberapa event otomotif, big bike terbaru pabrikan berlambang 'S' belum jua diniagakan oleh APM-nya di Tanah Air. Lain hal dengan Thai Suzuki Motor Co., Ltd. Pemegang merek Suzuki di negeri Gajah Putih malah langsung meniagakannya untuk pasar domestik mereka.


Pernah tampil di gelaran serupa tahun lalu. Kini tak sekadar sebagai pemanis booth, harga jual Katana pun sudah diumumkan yakni 569,000 Baht atau setara Rp 263 jutaan. Selisih yang cukup jauh dibanding perkiraan banderol PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) kala memamerkannya di Jakarta Fair Kemayoran. Saat itu, mereka memprediksi Katana bakal dipatok mulai dari Rp 500 juta.


Lepas dari itu, Suzuki Katana di Thailand tak ubahnya dengan unit edar di Jepang maupun Eropa. Anda yang mengenal generasi pertama Katana pasti sepakat, desain lawas itu masih mengalir deras. Tengok saja bagian wajah dengan 'dagu' memanjang yang menjadi ciri khasnya. Masih bisa ditemui pada generasi anyar Katana, hanya saja bentuknya kini lebih melancip. Pun halnya penggunaan bodi half fairing. Katana 2020 juga masih mengaplikasikannya, namun dengan bentuk lebih besar disertai guratan garis-garis tegas. Alhasil perwujudan Katana semakin agresif.


Suzuki Katana BIMS 2020


Walau membawa trah sang pendahulu, bukan berarti Suzuki Katana menjadi kehilangan sisi modernitas. Kenyataannya, unsur tersebut disematkannya secara menyeluruh. Mulai dari sektor penerangan. Lampu utama dan positioning sudah menggunakan teknologi LED. Begitu juga sein beserta lampu belakang, terlebih dengan penempatan sein belakang terpisah - terintegrasi di sepatbor, penegas naked bike modern.


Lalu sajian panel meter. Instrumen untuk informasi seperti spidometer, takometer, odometer, catatan trip (trip meter), gear position, jarak tempuh, traction control mode, indikator bensin dan konsumsi bahan bakar, jam hingga indikator accu, ditampilkan secara digital. Visibilitas pengendara untuk melihatnya pun dimudahkan dengan adanya fitur penyetelan tingkat terang-gelapnya. Sisi menarik pada bagian ini adalah adanya informasi lap time. Fitur ini dapat dimanfaatkan bagi pengguna yang ingin memacunya di lintasan balap.


Baca juga: Suzuki Assemblers Malaysia Gulung Tikar, Setop Semua Aktivitas dan Bisnis


Kemudian, ada pula mode kontrol traksi (traction control mode). Fitur ini mempunyai tiga tingkatan penyetelan, yang bisa dioperasikan melalui tuas di setang sebelah kiri. Ada tiga level yakni Low (1), Middle (2) dan High (3). Masing-masing memiliki karakter traksi berbeda. Misalnya pada level 1, dapat digunakan untuk kebutuhan di sirkuit. Sementara level 2 cocok dipakai untuk riding di perkotaan (bukan dalam kondisi hujan). Sedangkan level 3 dimanfaatkan ketika berkendara dalam kondisi cuaca hujan. Pasalnya setelan terakhir ini memiliki tingkat sensitivitas traksi roda paling tinggi dari yang lain.


Suzuki Katana


Dari penyetelan tersebut, sistem akan memonitor kecepatan roda depan dan belakang, throttle body, crank shaft dan gear position. Sehingga secara otomatis akan mengatur waktu pembakaran dan pasokan udara - berimbas kepada output yang dikeluarkan oleh mesin. Diklaim pihak pabrikan kontrol traksi elektrik ini bereaksi cepat, setiap 4 milliseconds. Responsif. Kinerja kontrol traksi ini juga berdampingan dengan sistem pengereman ABS dari Bosch. Serta dikawal lagi oleh rem cakram di depan berukuran 310 mm lansiran Brembo dan cakram single piston Nissin di belakang.


Selaras pula dengan rancangan jantung mekanik. Suzuki Katana mengandalkan mesin DOHC empat silinder segaris 999 cc, berpendingin cairan dengan stroke lebih panjang. Tujuannya memberi karakter mesin lebih bertorsi dan respons halus di putaran bawah. Tenaga yang disemburkan, 150 Hp pada 10.000 rpm dan torsi puncak 108 Nm di 9.500 rpm. Tersalurkan melalui girboks enam percepatan. Sebagai informasi, Katana menggunakan throttle body dual valve berukuran 44 mm. Sama seperti kepunyaan GSX-R1000. Bagian ini sudah dilengkapi dengan injektor 10 lubang. Ditujukan untuk mengoptimalkan penggunaan bahan bakar.


Suzuki Katana memiliki dimensi: 2.130 x 835 x 1.110 mm (PxLxT), jarak sumbu rodanya 1.460 mm dengan tinggi jok 825 mm. Cukup bersahabat meski berbobot 215 kg. Kapasitas tangki bahan bakar 12 liter. Performa dan pengendalian disokong merek KYB untuk suspensi depan up side down (USD) 43 mm dan mono shock link di belakang. Kedua peredam kejut ini bisa disetel sesuai kebutuhan. Sementara rangka Suzuki Katana menggunakan twin-spar aluminium. Sasis yang identik digunakan motor-motor balap. Selain ringan penggunaan pada Katana diklaim untuk meningkatkan kelincahannya ketika berakselerasi.


Suzuki Katana 150 2020


Rumor Suzuki Katana 150


Selain Suzuki Katana bermesin 1.000 cc, terendus informasi bahwa Suzuki juga tengah menyiapkan Katana bermesin kecil. Kabar ini terkuak setelah beredar konsep yang dipercaya merupakan Suzuki Katana 150. Diduga mengusung mesin bawaan GSX-Series buatan Suzuki Indonesia. Misalnya saja berbasis kepada GSX-S150. Dengan modal itu, ia mampu menorehkan tenaga 18,9 Hp dengan torsi maksimal 14 Nm.


Jika benar demikian, Katana 150 bisa jadi menempati kasta tertinggi naked bike 150 milik Suzuki. Dengan begitu, Katana 150 bisa menjadi lawan ideal buat Yamaha MT-15 maupun Yamaha XSR sekalipun. Bukan cuma mesin, motor ini konon punya nilai jual lain berupa suspensi USD bahkan sistem pengereman ABS. Otomatis harganya lebih mahal dari lini 150 Suzuki lainnya. Sayang, informasi seputarnya masih sangat terbatas walau layak ditunggu. Setidaknya menjadi solusi baru jikalau Suzuki Indonesia tidak jadi menjual versi 1.000 cc-nya di Indonesia. (Ano/Tom)


Sumber: Bangkok Motor Show, Thai Suzuki


Baca juga: Jaringan Diler Suzuki Terapkan Protokol Kesehatan

      • Overview
      • Tentang Kami
      • Kontak Kami
      • Others
      • Kebijakan Privasi
      • S&K
      • Dapatkan di Google Play
      • Tersedia di App Store