Terkendala Euro4, Isuzu Panther Bakal Disuntik Mati

Terkendala Euro4, Isuzu Panther Bakal Disuntik Mati
Gambar
Review Pengguna

Pada era 90-an, Isuzu Panther menjadi salah satu model ikonik yang diminati konsumen Tanah Air. Namun, seiring perkembangan zaman, ditambah banyaknya pesaing, mobil itu mulai redup. Bahkan penjualannya sangat bertolak belakang dengan masa dulu. Nasibnya pun kini berada di ujung tanduk.


Isuzu Panther masih dijual


Regulasi standar emisi Euro 4 yang diberlakukan tahun depan menjadi penjegal. Mesin diesel yang digunakan Panther dianggap tak mampu memenuhi standar itu. Wajar saja, dua puluh tahun kehadirannya, jantung mekanis tak banyak mengalami perubahan signifikan.


Baca Juga: Standardisasi Euro 4 Diesel Dinilai Bisa Dongkrak Ekspor Kendaraan


Lanjut atau tidaknya keberlangsungan Panther menurut Isuzu Indonesia berada di tangan prinsipal. Perlu diketahui, mobil ini di pasar global sudah tak lagi dijual, alias hanya ada di Indonesia. Filipina yang sempat melego akhirnya berhenti. Mereka mulai fokus menggarap mu-X yang menyasar segmen SUV.


"Yang membuat kami bisa lanjut atau tidak (produksi Panther) adalah keterlibatan prinsipal kami. Kalau prinsipal kami mau untuk menjalankan itu, dan ikut regulasi, kami jalan," jelas General Manager Marketing Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI), Attias Asril.


Jika hal ini tetap dibiarkan, kemungkinan besar Panther bakal disuntik mati. Waktunya sendiri 7 April 2021, saat regulasi emisi Euro 4 untuk mesin diesel dilaksanakan. "Ya titiknya pasti di Euro 4. Kalau engine masih boleh ya bisa-bisa saja, tapi apa iya diperbolehkan," jelasnya.


Mobil ini sejak 2000-an mengusung mesin diesel 4JA1-L 2,5 liter disokong turbocharger. Sayangnya, ia tak berteknologi common rail. Padahal itu adalah modal penting, agar ia bisa dikonfigurasi lagi untuk mengikuti standar emisi Euro 4. Jika dibandingkan pesaing terdekatnya, Toyota Kijang Innova memang berbeda jauh. Innova terus dikembangkan mengikuti zaman, bahkan telah dipasangkan common rail sejak lama.


Isuzu Panther sudah terlalu tua


Bukan hanya teknologi yang ketinggalan zaman. Setelan yang diberikan pun sudah tak mumpuni. Kalah bersaing. Mesin Panther hanya mampu menghasilkan tenaga puncak 80 PS dan torsi tertinggi 192 Nm. Sementara Kijang Innova yang kini mengusung dapur pacu berkode 2GD-FTV, dengan kubikasi 2,4 liter sudah menyemburkan daya sebesar 149 PS, dan momen puntir 360 Nm.


Terlepas dari alasan itu, kurangnya penguatan pada desain dan fitur turut menyumbang tereduksinya minat pasar. Jika melihat tampilannya, terkesan ketinggalan zaman. Garisnya lebih mengingatkan pada mobil-mobil lawas era 90-an. Meski memang Isuzu pernah meremajakannya agar lebih modern. Padahal bila melihat model lain yang dipasarkan seperti mu-X, harusnya Panther bisa mendapatkan perlakuan yang sama.


Perangkat yang disematkan sudah kuno, seperti sektor penerangan utama yang masih pakai bohlam standar; Fitur pendukung kenyamanan dan keamanan juga tak di-update; Sistem infotainment masih memakai head unit single DIN yang memutar MP3 dan punya pemutar CD. (Hfd/Tom)


Baca Juga: Isuzu D-Max Terbaru Meluncur, Dijual Mulai 19 Oktober

Bandingkan & Rekomendasi

      • Overview
      • Tentang Kami
      • Kontak Kami
      • Others
      • Kebijakan Privasi
      • S&K
      • Dapatkan di Google Play
      • Tersedia di App Store