Mobil Super Mewah Jepang Ini Ternyata Punya Paspor Australia

Mobil Super Mewah Jepang Ini Ternyata Punya Paspor Australia

Anda tahu atau pernah mendengar Toyota Century? Yap, ini adalah limosin paling mewah yang pernah dibuat oleh pabrikan asal Jepang. Mobil ini benar-benar mendefinisikan ulang arti kata mewah untuk sebuah mobil, dan sangat eksklusif untuk pasar Jepang. Yang bisa beli pun tidak sembarangan. Hanya pejabat tinggi negara, atau sang Kaisar. Dengan eksklusifitasnya itu, sudah pasti membuat mereka yang tidak bisa beli terkagum-kagum.

Status wah Century ini rupanya membuat iri pabrikan lain. Produsen roda empat senegaranya jadi gatal untuk mengganjal Century. Berbagai cara dilakukan. Hasilnya? Tak ada yang bisa, bahkan hasilnya malah bikin geli mereka yang paham.

Mitsubishi, misalnya. Mereka memperkenalkan Debonair bermesin V6 yang punya desain aneh. Ada versi AMG pula. Jualannya tidak begitu sukses. Lebih antik lagi caranya Mazda dan Isuzu. Mereka impor mobil dari Australia, bawa ke Jepang, ganti namanya dan dijual. Toh, tetap saja gagal total. Kita coba lihat penyebabnya.

Isuzu Statemant De Ville

Isuzu Statesman De Ville

Okelah, ini bukan satu-satunya mobil yang diganti nama dari Holden ke Isuzu atau sebaliknya (ingat Holden Gemini?). Tapi ini yang paling mahal. Namanya sangat mencerminkan mobil yang mewah. Aslinya, ia adalah HQ Statesman De Ville yang memang didaulat sebagai flagship Holden di Australia. Jarak sumbu roda dan dimensi badan yang lebar memungkinkan Holden untuk menjejali mobil ini dengan berbagai fitur berkualitas.

Isuzu yang sedang mencari cara jualan mobil mewah tanpa harus repot, mencolek Holden untuk menjual mobil ini dengan nama mereka. Holden setuju, dan Statesman pun diimpor utuh dari Australia mulai 1973. Dari luar, persis sama. Bedanya hanya posisi spion yang berada di ujung depan kap mesin (spion tanduk). Mereka bahkan tidak mengganti logo singa milik Holden. Kalau Anda penyuka Holden Statesman, spion tanduk ini bisa jadi pelengkap yang unik.

Baca juga: Menguak Alasan Rolls-Royce Kerap Menggunakan Nama Hantu Untuk Mobil-Mobilnya

Isuzu Statemant De Ville

Yang lumayan beda adalah interiornya. Bahan joknya halus dan tebal. Dijamin empuk. Kursi depan bisa dipilih model semi bucket atau menyambung. Sesuatu yang lumrah pada masa itu. Untuk diketahui, mobil super mewah di Jepang macam Century, tidak pernah bikin jok berbahan kulit. Alasannya? Jok kulit mengeluarkan suara kalau yang duduk bergerak. Masuk akal. Kalau Kaisar yang duduk lalu bergerak dan jok mengeluarkan suara macam kentut, kan tidak pantas.

Di kap mesin tertanam jantung pacu yang lumayan besar. Ia menggunakan mesin V8 5,0 liter dengan transmisi otomatis 3-speed sebagai penyalur daya ke roda belakang. Tenaganya lumayan, mencapai 221 hp.

Awalnya, Isuzu percaya diri dengan mobil ini. Tapi penjualannya di luar dugaan, berantakan. Orang Jepang kurang suka dengan mobil besar, lantaran keterbatasan lahan di negara itu. Belum lagi Century yang sudah begitu dominan (muncul pertama 1967). Isuzu mengimpor sejak 1973 hingga 1975. Penjualan berlangsung hingga 1976 dengan angka penjualan total 246 unit saja. Tidak heran, Isuzu tidak pernah bilang kalau mereka pernah jualan mobil mewah.

Mazda Roadpacer AP

Mazda Roadpacer AP

Ini lebih antik lagi. Usaha Mazda untuk mendekati Century mirip dengan Isuzu. Mereka minta bantuan Holden untuk mengimpor Premier. Orang lama pasti paham kalau Holden Premier adalah sedan besar yang berat dengan mesin enam silinder tangguh. Bahkan ada yang menjadikan mobil ini sebagai angkutan umum Bandung-Jakarta via jalur puncak.

Jujur, beritanya lebih kompleks dari itu karena menyangkut politik bisnis. Intinya, sebagai imbal balik mengirim Holden Premier, General Motors yang merupakan pemegang saham utama Holden meminta mesin rotary buatan Mazda untuk dipasang di Chevrolet Corvette. Namun Corvette rotary itu tidak ada beritanya lagi.

Kembali ke Mazda Roadpacer AP, Mazda lebih punya usaha ketimbang Isuzu. Mobil ini diimpor CKD dari Australia tanpa mesin tahun 1975. Entah siapa yang punya ide di Mazda, hingga akhirnya dipasang mesin asli Premier 6-silinder yang berperforma diganti rotary 13B. Berkapasitas 1,3 liter dengan tenaga puncak 130 hp, torsinya 138 Nm.

Baca juga: Rekomendasi Lengkap Ragam SUV/Crossover 2020 yang Layak Dipinang, Pilih Siapa?

Mazda Roadpacer AP

Di Mazda lain seperti Cosmo atau RX-5, ini mesin jempolan. Tapi premier punya bobot lebih dari 1,5 ton. Hasilnya, pergerakannya lamban dan boros BBM. Hal terakhir itu bertentangan dengan masa krisis bahan bakar yang melanda dunia (waktu itu). Seberapa boros? Ia hanya bisa menempuh 3,8 km untuk setiap liternya. Lebih bikin malu lagi, singkatan AP di belakang namanya adalah Anti Pollution.

Sadar kalau Premier tidak bisa menyaingi Isuzu Statesman De Ville atau Toyota Century, Mazda tidak terlalu fokus pada kalangan atas, tapi untuk pejabat sekelas direktur perusahaan. Makanya fiturnya lengkap meski tidak semewah Isuzu di atas. Ada tape stereo yang bisa dikendalikan dari jok belakang, central lock dan sebagainya. Harganya jadi melambung jauh dari banderol Holden Premier. Sementara bentuk fisik luar, lagi-lagi hanya dibedakan oleh spion tanduk dibanding versi Holden.

Dengan segala kekurangan itu, ditambah top speed cuma 166 km/jam, Mazda Roadpacer AP kurang dilirik dan tutup buku tahun 1977. Tercatat hanya 800 unit terjual. Masih lebih baik ketimbang Isuzu Statesman. (Idr/Raju)

Coronavirus

Anda mungkin juga tertarik

  • Yang Akan Datang

Video Mobil Terbaru di Oto

Oto
Tonton Video Mobil