• Wishlist

Isuzu Terus Nyatakan Kesiapan Menyambut Euro4 Diesel

Isuzu Terus Nyatakan Kesiapan Menyambut Euro4 Diesel

Pelaksanaan standarisasi Euro 4 untuk mesin diesel masih menanti sampai tahun depan. Isuzu, sebagai pabrikan dengan produk bermesin diesel, terus menyatakan kesiapan dan percaya diri menyambut Euro 4. Tak lain, karena mereka sudah acang-ancang sejak lama. Berbekal teknologi dari mesin diesel common rail kebanggaan.


Isuzu siap sambut Euro 4 diesel


"Isuzu siap menghadapi regulasi pemerintah itu. Karena kami telah memiliki mesin yang mendukung Euro4 sejak 2011," ucap General Manager Product Development PT Isuzu Astra Motor Indonesia, Tonton Eko di acara Bincang Pintar Kemenhub, Kemenperin, Media dan Isuzu di Jakarta, Senin (03/02). Spesifikasi mesin common rail kreasi Isuzu, diklaim kompatibel untuk mencapai standar emisi gas buang Euro4. Namun, mesin ini tetap perlu mendapatkan penambahan komponen, berupa Exhaust Gas Recirculation (EGR) dan Diesel Oxidation Catalyst (DOC).


EGR berfungsi mengurangi kadar nitrogen oksida (NOx) di gas pembuangan. Ia akan menyedot kembali gas hasil pembakaran, kemudian didinginkan dan dibakar kembali di dalam ruang silinder. Sementara DOC menjadi garda terakhir untuk menyaring NOx yang tersisa, bersama particulate matter (PM), sebelum akhirnya gas pembuangan dilepas keluar.


Tentunya kesiapan pabrikan ini harus diimbangi dengan penyediaan bahan bakar yang sesuai. Adapun spesifikasinya harus memiliki kadar Cetana di level mininum 51. Kemudian kandungan sulfur tidak lebih dari 50 ppm, dan air dibatasi maksimal 200 ppm. Program B30, atau campuran biodiesel 30 persen dengan solar 70 persen dinilai sesuai. Lantaran kandungan sulfurnya diklaim rendah. Bahkan berada di bawah batas ambang Euro4.


Baca Juga: Isuzu Mu-X Varian Termurah Rp 449 Juta, Punya Apa Saja?


Material ini merupakan musuh terbesar dari EHR dan DOC, karena menyebabkan kerusakan. Selain itu, sulfur yang tinggi juga membuat ruang silinder berkarat, lantaran ketika terkondensasi menciptakan H2SO4. Karena sifatnya yang keras, ia yang membuat karat muncul. Tentu ini akan merusak mesin.


Isuzu mu-X


"Dampak sulfur itu lebih kepada kendaraannya. Memang juga ke lingkungan. Tapi kendaraan bisa rusak karenanya," jelas Ir. Putu Juli Ardika, MA, Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian.


Tak hanya kesiapan produk. Isuzu Indonesia turut memastikan layanan purnajual memadai untuk menangani mesin berstandar Euro4. "Isuzu Indonesia sangat tangguh menghadapi tantangan dimasa depan baik dengan product unggulan Isuzu, service dan feature- feature yang dikembangkan terus oleh Isuzu Indonesia," tambah Tonton.


Produsen kendaraan komersial ini pun meyakinkan, saat pelaksanaan regulasi Euro 4 pada 7 April 2021, pihaknya telah siap memproduksi 100 persen kendaraan berstandar itu.


Sebagai informasi, standar Euro4 sudah digaungkan pemerintah sejak 2017. Skema pelaksanaannya terbagi dua. Kendaraan bermotor berbahan bakar bensin dimulai 7 Oktober 2018. Sementara peminum solar atau mesin diesel baru berlaku 7 April 2021. Regulasi ini tertuang pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan tentang Baku Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Tipe Baru Kategori M, N, dan O. Tujuannya untuk mengurangi polusi udara. Ini sudah sepatutnya diberlakukan di Tanah Air. Mengingat negara lain sudah mulai mengaplikasikan, termasuk di ASEAN. (Hfd/Tom)


Baca Juga: Ribuan Isuzu Traga Berlayar Ke Filipina, Tambah Devisa Negara