Seperti Indonesia, GM Thailand Juga Gulung Tikar

Seperti Indonesia, GM Thailand Juga Gulung Tikar

General Motors (GM) mengumumkan bakal setop jualan di Thailand. Lini Chevrolet tak lagi dijajakan setelah akhir tahun ini. Kendati tak lagi jualan, layanan purnajual, garansi dan perbaikan tetap bakal didukung melalui outlet resmi yang ada. Persis seperti kondisi yang terjadi di Indonesia.

Diutarakan langsung oleh Andy Dunstan, President for Strategic Markets, Alliances & Distribution, kondisi bisnis yang tidak positif memaksa GM berhenti berdagang. "Produksi pabrik yang rendah, serta volume penjualan domestik dan ekspor secara signifikan memengaruhi bisnis," ujarnya Senin lalu (17/2), seperti diwartakan situs Bangkok Post.

Pabrik Chevrolet Trailblazer di Thailand (Carscoops)

Setelah berhenti produksi dan menjual mobil di Thailand, GM berencana melego pabrik mereka di Rayong. Great Wall Motors (GWM) disebut siap mengambil alih pabrik dan menjadikannya basis produksi untuk menginvasi Asean. "Akuisisi pabrik GM di Rayong akan membantu pengembangan bisnis Great Wall Motors di Thailand dan pasar Asean. Great Wall Motors akan ekspansi ke seluruh regional Asean, dengan pusat di Thailand, dan mengekspor produk ke negara Asean lain, juga termasuk Australia," ungkap VP Global Strategy GWM, Liu Xiangshang.

General Motors sendiri memasuki Thailand pada Januari 2000. Kemudian mendirikan dua pusat manufaktur di WHA Eastern Seaboard Industrial Estate, Rayong. Masing-masing adalah pabrik perakitan mobil dengan kapasitas produksi tahunan 180.000 unit dan pabrik powertrain dengan kapasitas 120.000 unit per tahun. Investasi keseluruhan pabrik mencapai $ 1,4 miliar.

Karyawan GM di Thailand, tercatat mencapai 1.900 orang, termasuk 1.200 yang bekerja spesifik untuk pabrik. Pimpinan GM Southeast Asia, Hector Villarreal angkat bicara. Menurutnya, GM bakal menyediakan paket pesangon lebih baik ketimbang yang disyaratkan dalam undang-undang perburuhan Thailand.

Baca Juga: Chevrolet Indonesia Cuci Gudang, Diskon Sampai Rp 80 juta

Turut diumumkan, bisnis GM di Australia dan New Zealand bakal mulai dikurangi. Mulai dari operasi penjualan, desain sampai engineering. Malah merek Holden disebut bakal pensiun pada 2021. Seraya pasarnya terus menurun di luar Amerika Serikat dan Cina.

Diskon Cuci Gudang

Seperti yang terjadi di Indonesia akhir tahun lalu, mundurnya operasi bisnis GM di Thailand berbuntut pada diskon penjualan. Cuci gudang istilahnya, lantaran stok masih tersedia. Dilaporkan oleh Autoindustriya, diskon besar diberikan untuk Chevrolet.

Chevrolet Captiva di Thailand berbasis Wuling Almaz

Namun baru spesifik untuk model Captiva yang diumumkan. Dari banderol THB 999.000 (Rp 439 juta) dipangkas THB 500.000 (Rp 220 juta), menjadi THB 499.000 (Rp 219 juta). Seperti Chevrolet Trailblzer maupun model lainnya, belum diumumkan bakal kena diskon. Namun besar kemungkinan bakal mendapat pangkasan harga signifikan, mengingat Captiva sebagai model baru, dipotong sampai THB 500.000 (Rp 220 juta).

Chevrolet Captiva terbaru meluncur di Thailand pada tahun lalu. Pabrik Wuling di Indonesia yang bertugas menyuplai Captiva di Thailand. Ya, Captiva merupakan rebadge dari Wuling Almaz bermesin 1,5 liter turbo yang diproduksi di pabrik Cikarang. Pengiriman perdana Captiva dari pabrik Wuling dilakukan pada September 2019 lalu. (Tom)

Sumber: Bangkok Post, Autoindustriya, Carscoops

Baca Juga: Chevrolet Captiva Thailand Bikinan Wuling Indonesia

      • Overview
      • Tentang Kami
      • Kontak Kami
      • Others
      • Kebijakan Privasi
      • S&K
      • Dapatkan di Google Play
      • Tersedia di App Store